David & Soleha (Ketua Geng Motor Itu Suami Ku)

David & Soleha (Ketua Geng Motor Itu Suami Ku)
Bab 26 David dan Soleha


__ADS_3

Untuk menyelesaikan apa yang menurutnya harus diselesaikan, David mendatangi kampus tempat dosen itu mengajar untuk memberinya peringatan supaya tidak mendekati dan mengganggu lagi Soleha.


"Aku akan terus mendekati Soleha sampai dia mau menerima ku." Tantang Pak Maulana pada David. "Dan silakan kau ambil kembali, Melia!." Lanjutnya dengan nada mengejek.


"Kau?."


Hampir saja David terpancing karena ucapan Pak Maulana. Tapi dia bisa menahannya kala mengingat reputasi baik sang istri di kampus ini. Dia tidak ingin membuat malu Soleha dengan tingkahnya.


"Jangan salah kan aku jika aku membuat perhitungan pada mu!." Ancam David sambil berlalu meninggalkan kampus.


"David..." Gumam Melia yang sampai di kampus, dia langsung berlari mengejar David yang berjalan kearah mobil.


"David, tunggu!." Panggil Melia, tapi David tidak mempedulikannya. Hingga Melia kembali berteriak memanggil David.


"David, tunggu!."


Karena David tidak mendengar saat dirinya panggil, Melia memutuskan untuk menghadang mobil David.

__ADS_1


Seketika mobil David berhenti mendadak, Melia segera menghampiri David lalu mengetuk kaca.


Dengan wajah malas David menurunkan kaca mobil tepat disebelahnya.


"David, kita perlu bicara!."


"Bicara cepat!, sekarang atau tidak sama sekali."


"Aku sudah berpisah dari suami ku, jadi kita bisa kembali bersama."


David menatap sinis pada Melia. "Aku sudah menikah, aku juga sangat mencintai istri ku, jadi kita tidak bisa kembali bersama dan tidak akan pernah!."


Melia selalu berpikir jika David tidak akan pernah melupakan dirinya. Tapi sekarang apa yang terjadi, pria itu sudah menikah dan mencintai wanita yang menjadi istrinya.


David segera tancap gas kala mendapati Melia sedang melamun dengan apa yang dikatakannya.


Melia menatap Pak Maulana dengan tatapan sendu. Pria yang sudah membuangnya dirinya begitu saja, melihat dirinya yang dibuang juga oleh pria yang selalu diagung-agungkannya.

__ADS_1


David sudah merencanakan, pulang dari kampus Soleha dia akan mengunjungi Soleha di rumah Umi dan Abi nya.


David membeli buah-buahan dan kue yang lain sebagai buah tangan untuk orang-orang rumah.


Cukup memakan waktu perjalanan kali ini,.karena ternyata sedang ada perbaikan jalan. Waktu tempuhnya sampai memakan waktu hampir tiga jam setengah untuk bisa sampai di rumah Umi dan Abi.


Sesampainya di sana sudah menjelang malam, David tidak langsung ke rumah Umi dan Abi. Melainkan mencari dulu masjid untuk melaksanakan shalat Maghrib.


Setelah shalat Maghrib, batu lah David ke rumah Umi dan Abi. Dan ternyata cukup baik sambutan mereka, termasuk nenek Widya. Ya kalau Soleha, sudah alhamdulilah dia mau menerima David datang juga. Bahkan mereka lanjut dengan makan malam yang sudah disiapkan oleh Soleha.


"Nenek rindu sama kamu." Bisik nenek Widya sambil menghapus air matanya. Mau semarah ala pun dirinya pada David, namun tetap lah David merupakan cucu kesayangannya.


"Aku sangat merindukan nenek." Balas David memeluk erat sang nenek.


Soleha ikut terharu melihat interaksi antara David dan nenek Widya. Hingga dia juga ikut menitikkan air mata tanpa ada yang tahu.


Usai makan malam, David dan Umi beserta Abi dan Nenek Widya terlibat sedikit obrolan, sebelum akhirnya David menemui Soleha di dalam kamar.

__ADS_1


Ada rasa rindu yang menggebu yang berusaha David sembunyikan karena melihat Soleha yang bersikap masih dingin.


"Apa kabar?." Meski terdengar sangat basa basi tapi dia benar ingin tahu dulu keadaan Soleha. Sebelum dia berbicara yang lainnya.


__ADS_2