David & Soleha (Ketua Geng Motor Itu Suami Ku)

David & Soleha (Ketua Geng Motor Itu Suami Ku)
Bab 28 David dan Soleha


__ADS_3

Melia sedang mengemasi semua pakaian dan beberapa keperluannya karena hari ini dia akan keluar dari rumah Pak Maulan karena mereka sudah resmi berpisah.


Kenapa Melia keluar dari rumah Pak Maulana, karena Melia sudah menerima harta gono gini dalam bentuk tunai yang sudah dibayarkan lunas oleh Pak Maulana.


"Jadi, wanita yang kau cintai itu adalah istri dari mantan ku, David?." Tanya Melia setelah selesai mengumpulkan kelima kopernya di ruang tengah. Kini mereka duduk santai di sofa yang ada di sana.


"Iya, namanya Soleha. Dan sekarang Soleha sedang hamil anaknya David." Jawab Pak Maulana karena itu yang diketahuinya.


"Tapi kalau kau berhasil membuat David kembali dalam pelukan mu, aku akan tetap menerima anak David menjadi anak ku." Lanjut Pak Maulana. Dia masih berharap bisa memiliki Soleha apa pun keadaan Soleha.


Melia mengangguk paham, dia pun sedang berpikir bagaimana dirinya bisa masuk lagi dalam kehidupan David. Karena setahunya David tidak terlalu memiliki banyak koneksi jadi agak sudah untuk mendekatinya lagi.


"Baik lah nanti akan aku pikirkan, sekarang aku harus pergi. Terima kasih untuk Kebersamaan kita selama dua tahun ini." Ucap Melia merentangkan tangannya untuk memeluk Pak Maulana.


"Iya, terima kasih juga atas waktu mu." Pak Maulana membalas pelukan Melia. Lalu mereka pun berpisah.

__ADS_1


Sementara itu David dan Soleha sudah ada dalam perjalanan menuju rumah kontrakan mereka yang ternyata sudah di beli oleh David untuk Soleha tanpa sepengetahuan Soleha.


Sebelum kepulangan mereka, banyak-banyak mereka menerima wejangan dari nenek Widya, Umi Uswatun dan Abi Firdaus. Semua itu mereka jadikan bekal untuk menjalani rumah tangga mereka.


Sudah hampir tengah malam mereka sampai di rumah itu. David membantu Soleha membawa oleh-oleh dari Umi. Diletakkannya di atas meja makan.


David dan Soleha bergantian membersihkan tubuh mereka yang terasa lengket.


Kini keduanya sudah wangi dan segar, lalu segera naik ke atas tempat tidur. Ini kali kedua mereka tidur bersama setelah pertengkaran mereka yang pertama dan terakhir.


David mengecup seluruh wajah Soleha dengan begitu mesra, tanpa ada yang terlewat.sedikit pun.


"Aku sangat merindukan mu." Bisik David lembut di telinga Soleha, Soleha mengeratkan pelukannya pada pinggang David satu lidah David menyapu lembut cuping nya.


David tersenyum puas, melihat Soleha berada dalam pelukannya. Hingga sejurus kemudian David memposisikan diri tepat di atas Soleha.

__ADS_1


"Boleh aku melakukannya lagi?." Tanya David dengan suara yang begitu menggoda.


Soleha hanya mengangguk sebagai jawaban atas pertanyaan David.


Maka dengan senang hati David mulai melancarkan aksinya. Penyatuan pun terjadi setelah beberapa hari lalu mereka berpuasa.


David di buat mabuk kepayang dengan pelayanan yang diberikan oleh Soleha. Pelayanan terbaik yang sanggup diberikan oleh Soleha untuk bisa memuaskan dirinya.


Usai menuntaskan hasratnya, David dan Soleha langsung membersihkan diri lagi karena sudah memasuki waktu shalat subuh.


"Aku tidak tidur lagi, aku mau menyiapkan sarapan untuk kita. Karena aku harus ke kampus pagi ini." Soleha meminta izin pada David untuk tidak ikut berbaring lagi.


"Baik lah, ayo!. Aku akan membantu mu." David segera bangkit dan mengikuti Soleha ke dapur.


Jarum jam pendek sudah menunjukkan pukul enam pagi setelah selesai menyiapkan sarapan untuk mereka. Soleha segera mengganti pakaiannya.

__ADS_1


"Aku akan mengantar mu ke kampus dan aku juga menunggu mu sampai selesai kelas." Ucap David dengan wajah yang genitnya. David melakukan itu karena tidak ingin membiarkan dosen itu mendekati Soleha lagi.


__ADS_2