David & Soleha (Ketua Geng Motor Itu Suami Ku)

David & Soleha (Ketua Geng Motor Itu Suami Ku)
Bab 18 David dan Soleha


__ADS_3

Menyadari jadi pusat perhatian bagi pengunjung hotel yang lain, Melia semakin kembang memeluk tubuh David. Semua orang harus tahu lagi jika Melia dan David sudah kembali bersama melalui peluang tersebut.


David segera meminta bantuan pada Jack dan Rudy ketika keluar dari dalam lift.


Jack dan Rudi yang mendapatkan lambaian tangan dari David, mereka segera menghampiri dan membantu David untuk melepaskan diri dari wanita masa lalunya.


"David, kita bisa memulai lagi semuanya dari awal. Aku tahu kita masih saling mencintai." Melia mengunakan kesempatan disekitarnya untuk membuat David kembali kepadanya.


"Semuanya sudah selesai!. Jangan pernah menganggu ku lagi!." Ucap David penuh dengan penekanan.


David segera melangkah meninggalkan Melia yang menjual air mata kesedihannya. Tapi Jack dan Rudy segera menyusul David dari belakang.


"Untung saja kalian turun, kalau tidak pasti aku akan menjadi tontonan banyak orang." Gerutu David, belum bisa terima jika wanita yang sudah membuangnya dengan leluasa bisa memeluk seenak jidatnya.


"Bagiamana bisa dia ada di sini?." Lanjut David menatap pada Jack, dan Jack hanya bisa mengangkat bahu tinggi-tinggi.


Melupakan peristiwa yang membuatnya jengkel, David kembali fokus pada perusahan yang dua tahun ini baru dibangunnya. Tanpa sepengetahuan Daddy Fahmi dan Mommy Bella. Karena dia ingin menunjukkan kalau dia bisa berdiri di kedua kakinya.


"Semua dokumen yang ini, aku akan mempelajarinya terlebih dulu. Aku minta salinannya saja."


Jack menyerahkan apa yang di minta oleh atasannya.


Pertemuan pun selesai, David segara pulang dan menjemput Soleha di depan kampus.


Dari dalam mobil David memperhatikan kedua orang yang berjalan kearah mobilnya. Ternyata itu adalah Pak Maulana dan Melia. Ternyata mobil mereka terparkir di sebelah mobilnya.


"Seharusnya kau tak datang ke kampus, jika untuk mengajak ku ribut." Ucap Pak Maulana sebelum masuk ke mobil.

__ADS_1


"Aku tidak bisa diabaikan seperti, kau tahu?." Teriak Melia sambil menggedor kaca mobil karena ternyata Pak Maulana berencana pulang tanpa mengajak Melia.


Melia berdiri mantap mobil Pak Maulana yang semakin menjauh, kemudian perlahan dia juga ikut meninggalkan kampus.


David turun dari mobil ketika melihat sang istri keluar dari gerbang kampus.


"Sudah lama menunggu?." Soleha menyalami tangan David.


David mengusap pucuk kepala dengan satu tangan yang lain.


"Tidak, belum lama aku di sini."


Keduanya masuk ke mobil dan David segera menjalankan mobilnya menuju pulang.


"Kamu beli makanan lagi?." Soleha dan David berbarengan menengok ke belakang.


David terdiam untuk beberapa detik karena pada detik selanjutnya dia kembali berbicara.


"Iya tadi aku lewat di hotel tempat kita menikah, dan makanan yang di sana sangat enak. Jadi tidak ada salahnya jika kita sesekali makan enak. Iya 'kan?." Ucap David beralasan. Soleha hanya mengangguk karena tidak ingin mematahkan keinginan suaminya dan itu pun usaha untuk menyenangkan keduanya.


Soleha segera menghidangkan makanan yang di beli oleh David di meja makan.


Usai mandi dan shalat berjamaah, keduanya langsung menuju meja makan karena panggilan cacing yang ada di dalam perut keduanya.


"Bagaimana menurut mu makanannya?. Enak 'kan?." Tanya David ketika Soleha sudah mencoba makanannya.


Soleha mengangguk sambil memasukkan lagi ke dalam mulutnya. "Hem, enak banget."

__ADS_1


Selanjutnya Soleha dan David menghabiskan makan malam mereka.


David dan Soleha segera bersiap untuk tidur, tapi keduanya menyempatkan diri untuk saling bercerita sebelum rasa kantuk menyerang mereka.


"Dosen mu yang itu, apa dia sudah menikah?."


"Pak Maulana, maksud mu?."


"Iya."


Soleha duduk bersila di depan David sambil merapikan rambutnya. "Aku sendiri tidak tahu, tapi berdasarkan rumor yang beredar sepertinya begitu."


"Memang kamu tidak ingin tahu?."


"Untuk apa?." Sambar Soleha.


David yang merasa gemas pun mengacak rambut Soleha yang sudah rapi. Sehingga Soleha harus merapikannya lagi dengan menggunakan jari jemarinya.


"Apa dia itu bukan tipe mu?." Goda David sambil melepas kaos, memperlihatkan tubuh yang berkotak-kotak dan ditumbuhi bulu-bulu halus tapi cukup banyak.


"Aku tidak punya tipe." Soleha berpindah posisi, duduk di samping David. Sebab David sedang memamerkan tubuh bagusnya.


David merebahkan tubuhnya dan menarik bahu Soleha supaya merebahkan tubuhnya juga.


"Aku sudah jatuh cinta pada mu." Pengakuan David yang cukup mengejutkan Soleha. Sebab dirinya tidak menyangka pria tampan, bule, bisa jatuh cinta padanya.


"Kamu tidak sedang mengigau kan?." Soleha melirik David yang serius menatapnya.

__ADS_1


"Lihat lah ke dalam mata ku, dan rasakan ini." David meletakkan tangan Soleha pada dada kirinya.


__ADS_2