
David benar-benar membuktikan ucapannya, hampir satu harian ini dia menunggu Soleha di kantin kampus. Meski pun menjadi pusat perhatian beberapa mahasiswi cantik tapi David tidak mempedulikannya, karena yang dia pedulikan hanya istrinya.
Begitu juga dengan Pak Maulana, dia tidak berani mendekati Soleha karena dia tidak ingin membuat jelek reputasinya di kampus sini. Dia lebih memilih melihat Soleha dari kejauhan yang tidak dapat di lihat oleh David.
Soleha segera bergegas menghampiri David yang sudah bersiap di gerbang kampus. Dia menyalami tangan suaminya lalu mereka masuk ke dalam mobil.
"Bagaimana kalau kita makan di restauran yang biasa kita pesan online makanannya?." Tanya David saat mobil mulai meninggalkan area kampus.
"Kamu memangnya tidak lelah seharian berada di luar seperti ini?." Tanya balik Soleha. Dia begitu mementingkan kenyamanan untuk suaminya dari pada rasa laparnya.
"Tidak apa-apa, Leha. Aku sudah terbiasa." Jawab David sambil mengarahkan mobilnya menuju restauran yang akan ditujunya.
__ADS_1
"Baik lah kalau kamu tidak lelah." Balas Soleha sambil tersenyum.
David dan Soleha turun dari mobil setelah memarkirkan mobil. Mereka berjalan menuju restauran, namun tiba-tiba pandangan mereka fokus pada apa yang dilihatnya.
"Mommy Bella?." Gumamnya keduanya menyebutkan nama Mommy Bella.
Mereka melihat Mommy Bella berjalan saling merangkul dengan pria hampir sama dengan usia Mommy Bella.
Seperti biasanya, David yang sudah tidak bisa menahan amarah yang seketika memuncak, apa lagi ada Soleha yang harus melihat perbuatan yang tidak bagus dari Mommy Bella.
"Ingat David!. Tidak ada satu pun masalah yang dapat diselesaikan hanya dengan marah-marah!. Jangan berburuk sangka dulu pada Mommy Bella, siapa tahu Mommy Bella sedang membutuhkan pertolongan dan pria itu hanya membantunya."
__ADS_1
"What?."
David begitu sangat tidak mempercayai dengan apa yang dikatakan oleh Soleha mengenai Mommy Bella. Yang sudah jelas-jelas Mommy Bella dan pria itu saling merangkul mesra di sebuah hotel. Apa lagi namanya kalau mereka sedang selingkuh dan berbuat dosa.
Soleha segera membawa David masuk ke restauran yang sudah dipilihnya, lalu dia meminta segala air putih untuk suaminya.
"Minum lah!." Soleha menyodorkan gelas berisi air putih itu pada David setelah David duduk didepannya.
David segera meneguk air minum tersebut lalu menatap wajah Soleha. Dia sangat beruntung memiliki wanita, seorang istri yang mampu menunjukkan hatinya yang sedang terbakar emosi.
David meraih kedua tangan Soleha lalu mengecupnya dengan begitu sayang.
__ADS_1
"Aku yang lebih tahu Mommy Bella. Dia itu pasti selingkuh dan pria itu salah satu dari selingkuhannya. Sudah lama pernikahan Mommy dan Daddy tidak berjalan baik. Keduanya saling berselingkuh, aku sering melihat mereka membawa wanita dan pria yang berbeda-beda. Dan keributan yang kamu dengar saat kita akan pulang ke rumah Mommy, itu pasti karena perselingkuhan salah satunya. Aku sudah bosan dengan pemandangan yang itu-itu saja. Aku menyaksikan itu semua ketika aku remaja, aku melampiaskan semua kekecewaan ku pada balapan liar, geng motor dan aku menjadi seorang berandal." Cerita David yang baru diketahui oleh Soleha. Tapi tetap saja itu tidak menjadikan Soleha berburuk sangka pada Mommy Bella.
"Aku ikut prihatin, David. Atas semua yang sudah kamu lewati selama ini. Untuk mengetahui rasa penasaran kita, bagiamana kita menunggu di sini sampai Mommy Bella keluar dari hotel ini?." Soleha memberikan saran untuk David, karena bagaimana pun David sangat membutuhkan penjelasan dari Mommy Bella.