
Shine mengendarai sepeda motornya cukup cepat, siang ini ia kembali ingin bernegosiasi dengan sang mama sebelum hari esok iya sah menikahi Moza.
Geberan suara motor yang ia kendarai membuat banyak mata wanita menatap ke arah pria tampan dengan warna jaket yang match dengan motor besarnya.
Tak sedikit yang menginginkan untuk menjadi kekasih pemuda Maco dengan motor gede nya itu.
Menjadi pusat perhatian di jalan bukan lah hal baru untuk Shine, namun pria yang tak pernah terlihat dekat dengan wanita itu sudah memiliki cinta di dalam hatinya.
Kurang lebih 15 menit mengendara akhirnya Shine mulai memasuki kawasan perumahan elit perusahaan di mana sang papa bekerja.
Dengan langkah lebar Shine segera mungkin untuk menemui sang mama, terdengar kehebohan dari dapur di mana sang mama berada, tampak beberapa sanak saudara serta kerabat yang tengah membantu sang mama membuat beberapa adonan kue, sembari menyusun beberapa seserahan yang cukup mahal yang akan mereka bawa besok ke rumah keluarga Moza.
"Ehem, ma sedang sibuk?"
"Eh Shine? akhirnya kamu pulang juga nak, kenapa kamu tetap pergi ke kampus? bukannya mama udah minta kamu untuk izin dulu beberapa hari menjelang pernikahan Shine" Mama Maya menatap tajam ke arah sang putra yang dianggap membangkang akan perkataanya.
"Eum--, maaf ma tapi Shine ingin selesain kuliah secepatnya jadi Shine gak bisa sembarangan izin kuliah ma"
__ADS_1
"Tapi ini bukan sembarangan nak, ini momen penting seumur hidup kamu"
"Maaf ma, tapi Shine bisa bicara sama mama sebentar gak?"
"Ya udah ngomong aja sayang, kenapa harus ribet untuk ngomong aja"
"Shine mau ngomong penting sama mama, jadi mama ikut Shine sebentar"
Tiba-tiba mama Maya memiliki firasat yang tidak enak, ia seakan bisa menebak apa yang akan di omongin oleh putra nya itu, namun sang mama sudah memiliki jawaban yang tidak bisa di goyahkan.
"Oke kalau memang kamu maksa, ayo kita ngobrol di kamar mama"
Shien pun mengekor dari belakang, tampak di dalam rumah sudah berjejer bunga dan renda berwarna putih membentang dari bawah tangga hingga kebagian atas.
"Maaf nak kalau kamu merasa tertekan dengan keputusan mama! tapi ini semua mama lakukan demi kebaikan kamu! karena kamu anak laki-laki mama, dan papa, mama ingin kamu mendapatkan wanita yang baik untuk kamu!!"
Sebelum Shine membuka suara, mama Maya kembali berbicara tegas di hadapan putra nya itu iya sudah tahu bahwa saat ini Shine akan kembali menolak pernikahan ini.
"Tapi ma Shine belum siap untuk menikah!! Shine masih sangat muda ma, bahkan Shine belum bisa menghidupkan diri Shine sendiri apalagi seorang istri ma. Shien belum selesai kuliah, apalagi memiliki pekerjaan."
__ADS_1
"Boong kalau kamu bilang belum bekerja, bukannya dua cafe yang ada di Sudirman dan di merpati itu milik kamu! mama lihat cafe kamu selalu rame, walau kamu gak pernah cerita ke mama tapi mama sudah tahu Shine betapa omset yang bisa kamu dapat"
"Dan kalau kamu masih kekurangan uang papa dan mama tidak berhenti untuk mensubsidi kamu dan Moza sampai kalian tamat"
Shien sangat terkejut dengan ucapan mamanya, memang dari SMA dia sudah sibuk mengembangkan usahanya dari uang tabungannya sendiri, hingga ia bisa memiliki dua cafe saat ini. namun sama sekali ia tidak pernah menceritakan nya kepada kedua orang tuanya,
"Enggak shine gak minta subsidi sama papa dan mama, tapi Shien memang belum siap, lagian shine tidak mencintai Moza ma, begitu pula sebaliknya"
"Enggak ada sanggahan Shien, dan kamu salah kalau Moza tidak menyukai kamu! karena pernikahan ini di percepat itu semua karena keinginan Moza sendiri."
"Apa?" Shien menatap tidak percaya dengan jawaban mama nya itu,
"Tapi ma sebenarnya Shine udah mencintai seseorang sejak SMA dan--"
"Cukup, mama gak mau dengar bantahan lagi, kalau kamu mau mama sehat dan panjang umur tolong jangan pernah membantah keinginan mama, tapi kalau kamu mau mama cepat mati maka pergi lah dari rumah ini dan pilih lah hidup yang kamu inginkan"
Mama Maya langsung memotong perkataan Shien, dada nya seakan bergemuruh saat mendengar perkataan shine langsung tentang cinta masa SMA nya yang masih ia harapkan,
"Ternyata Shine masih berharap dengan pria itu!! ya tuhan kenapa anak ku harus memiliki penyakit menyimpang seperti ini!!"
__ADS_1
Shien pun hanya bisa terdiam setalah mendengar ancaman dari mulut sang mama, ini pertanda ia harus pasrah dengan keputusan yang di ambil oleh kedua orang tuanya.
Bersambung...🤗🤗