
Setelah berpakaian lengkap Moza pun memilih untuk segera membaringkan tubuhnya yang sudah leleh ia pun lupa akan keberadaan Shine di rumahnya.
Keesokan harinya Shine yang masih terlelap di tangga tiba-tiba terbangun setelah mendapatkan sebuah tepukan di punggungnya.
"Shine, --Shine"
Seketika kepala Shine tak sengaja menyentuh dinding cukup kuat.
"Aww,"
"Maaf, mama ngagetin kamu Shine,"
Mama Moza menatap Shien dengan tatapan bersalah.
"Eng-gak ma, aku kejedut sendiri tadi" jawab Shine,
Shien memaksakan senyuman di hadapan sang mertua sembari menahan rasa nyeri di dahinya.
"Ya kamu kejedut kan karena mama kagetin,
sakit gak?" tanya mama Moza
Shine menggelengkan kepalanya sambil menggosok-gosok kepalanya yang lumayan sakit.
" Ngomong-ngomong kok kamu bisa di sini? apa dari semalam kamu tidur disini?" tanya mama Moza,
Dengan polos shine seketika menganggukan kepalanya.
"Ya ampun, Moza gak bukain pintu untuk kamu? ini gak bisa di biarin!!"
__ADS_1
Dengan mata yang membesar mama Moza pun langsung bangkit dari tangga dan berjalan cepat menuju kamar Moza yang tampak masih tertutup rapat.
Shine yang baru sadar pun mengikuti langkah mertuanya dari belakang.
"Ya ampun bisa-bisa nya gue gak sadar tidur di tangga semalaman!!"
Shine berjalan sembari merentangkan kedua tangannya yang terasa begitu pegal.
Sesampainya di depan pintu kamar Moza, mama Moza langsung mengetuk pintu kamar sambil berteriak memanggil nama Moza, namun Moza yang masih tertidur masih setia memeluk bantal guling kesayangannya, hingga panggilan ke lima dengan suara gedoran pintu yang memekakkan telinga membuat Moza terbangun dengan perasaan kesal.
Gadis itu berjalan gontai menuju pintu kamar, hingga dua kali putaran kunci pintu pun terbuka,
"Moza Aurelia!!! dasar anak durhaka, bisa-bisa nya jam segini baru bangun! kamu tu ya enggak tahu di untung, bisa-bisanya kamu kurung suami kamu di luar!! "
mama Moza menjewer telinga Moza cukup kuat ia pun menggiring Moza masuk ke kamar sambil terus menjewer tangan putri nya itu.
Moza yang merasa panas pada telinganya hanya bisa meringis kesakitan.
"Ma, please lepasin telinga Moza ma, sakit ma" Moza mencoba mengiba kepada sang mama yang tampak masih sangat murka terhadapnya,
"Kamu bilang sakit! mau mama tambah! biar kamu sadar kesalahan kamu"
Shine hanya bisa terdiam menyaksikan sang istri yang tengah mendapatkan amarah dari sang ibu mertua, namun dalam diamnya Shien merasa puas melihat Moza di marahi habis-habisan oleh mamanya sendiri.
"Ma berhenti ma--Moza akan jelasin ma, Moza minta maaf ma, sebenarnya Moza lupa sama Shien, lagian tadi malam dia udah masuk kamar, tapi karena Moza belum ganti baju Shine nya keluar sendiri. Terus waktu Moza udah selesai pakai baju karena ngantuk ya Moza langsung tidur aja"
Mendengar perkataan dari mulut Moza membuat seketika wajah Shine memerah ia kembali teringat akan peristiwa malam tadi saat melihat Moza yang masih berbalut kan handuk putih yang minim.
"Sudah kamu jangan banyak membantah! sekarang juga kamu harus minta maaf sama suami kamu di depan mama!"
__ADS_1
Dengan wajah yang di tekuk Moza langsung meminta maaf kepada Shine yang tampak jengah dengan sikap selengek an Moza.
"Ingat Moza mama tidak mau lagi melihat kamu melakukan hal aneh kepada suami mu!!"
Moza menganggukan kepalanya sambil memasang wajah bersalah, dan sang mama pun menyuruh Shine untuk segara masuk ke dalam kamar Moza,
Setelah kepergian sang mama Moza kembali menutup pintu kamarnya, ia mengusap dadanya dan mengembuskan nafas panjang.
"grep"
Dengan wajah kesal Shine menarik tangan Moza cukup kuat,
"Kenapa kamu membiarkan aku tidur di luar semalaman?"
"Aww, lepas Shine ini sakit!!"
Shine masih enggan melepaskan pegangannya, dan menatap tajam ke arah mata Moza yang meringis kesakitan.
"Oke aku tahu aku salah, kan udah minta maaf, lagian aku lupa kalau kamu masih di luar"
Dengan marah Shine melepas cengkraman tangannya terhadap Moza, dan memilih untuk segera membersihkan dirinya.
"Aww, dasar pria kejam, gak bisa apa lembut sama perempuan"
" Jangan lupa siiapakan handuk bersih dan ambil baju untuk ku" teriak Shien dari dalam kamar mandi.
"What ? berani sekali dia memerintah aku, memang dia siapa" jawab Moza pelan, dengan sedikit terpaksa ia mengambil selembar handuk berwarna pink dari dalam lemarinya,
"Mending aku keluar dari kamar sebelum pria setengah matang itu keluar dan minta macam-macam" Moza berucap pelan setelah ia meletakan handuk tersebut di depan knop pintu kamar mandi.
__ADS_1
Ia pun berjalan pelan keluar dari dalam kamar dan tidak berencana untuk mengabulkan permintaan Shine yang terakhir.
Bersambung...🤗🤗