Demi mendapatkan cinta Arby aku rela menikahi adiknya

Demi mendapatkan cinta Arby aku rela menikahi adiknya
Menyesal


__ADS_3

Keesokan hari nya Moza telat bangun kembali, bahkan gadis itu merasakan tubuh nya terasa remuk dan semua tulang nya terasa pegal. Ia mencoba mengambil hp nya yang berada di atas nakas dan betapa kagetnya ia saat melihat jam yang telah menunjuk pukul 8:15 waktu yang tersisa baginya hanya 15 menit lagi sampai di kampus.


Dengan langkah lebar Moza langsung melompat dari atas tempat tidurnya tanpa aba-aba, dan bisa di bayangkan apa yang gadis itu rasakan setelahnya,


"Aww--" jeritan dari kamar itu pun menggelegar, namun suara Moza tak dapat terdengar hingga keluar apartment karena setiap bangunan di sana yang di bangun dengan sistem kedap suara hal ini di lakukan untuk kenyamanan setiap penghuninya.


"Astaga! kenapa ini sangat sakit" Moza yang menjatuhkan dirinya di atas lantai mencoba menetralisir rasa sakitnya, ia mulai mengusap lembut bagian bawah perutnya yang terasa begitu nyeri seperti di sayat pisau.


Hingga tak terasa air mata begitu saja mengalir dari mata hazelnya.


"Ada apa dengan ku, kenapa perut dan va**** ku terasa sakit sekali." bayang-bayang akan kejadian semalam seakan kembali merasuk di otak nya.


"Apa kejadian yang semalam itu nyata? tapi mana mungkin aku dan kak Arby benar-benar melakukannya. Tapi" kilasan demi kilasan kemesraan itu terasa nyata baginya, hingga Moza pun mencoba bangkit dari posisinya, dengan kaki yang gemetar Moza melangkah perlahan masuk ke kamar mandi.


Moza langsung melepaskan pakaiannya dan ia begitu kaget saat melihat sisa darah kering di pakaian dalamnya.

__ADS_1


"Ya ampun ini apa? apa kejadian semalam itu bukan mimpi? jadi aku dan kak Arby benar-benar?" Terbit sebuah senyuman bibir mungilnya, seakan rasa sakit yang kini ia rasakan dapat menghilang sementara.


Dengan sigap Moza pun memilih untuk segera mandi dan memakai pakaiannya, saat ia keluar kamar Moza tidak melihat keberadaan Shine di sana ia pun memutuskan untuk segera pergi ke kampus dengan mengendarai mobilnya,


Shine sengaja meninggalkan sebuah kunci cadangan yang ia gantungkan di belakang pintu utama. Sehingga memudahkan Moza untuk keluar masuk apartment mereka.


"dert-" sebuah pesan singkat masuk di dalam hp nya,


"Moza aurelia-- lu kenapa gak masuk kampus? hari ini masuk kan? ini ujian loh Za, apa lu lupa?"


"Wait-- gue datang Aulya sayang, don't worry ok" sebuah balasan ia kirimkan kepada Auliya.


Dan sesaat Moza kembali menyunggingkan senyumannya, yang membuat hati nya begitu senang.


"Kak Arby tunggu Moza ya kak, sepulang kampus Moza akan nemui kakak, selangkah lagi kita bisa hidup bersama kak" Moza berucap pelan, sambil mengusap perut nya yang masih terasa tidak nyaman.

__ADS_1


Sesampainya di kampus Moza dengan tergesa-gesa keluar dari dalam mobil, namun ia kembali merasakan perih pada bagian intinya, dan rasa itu sangat perih.


Namun ia memaksakan untuk terus berjalan, dengan menahan rasa sakitnya.


*


Shine masih termenung di dalam kantor nya, kejadian dirinya bersama Moza semalam menciptakan hal baru baginya, sesuatu yang tak bisa ia ungkapkan dengan kata-kata. cumbu*an yang ia lakukan terhadap Moza membuat ia ingin merasakan nya kembali.


"Owh SH*it ada apa dengan otak ku! apa aku sudah gila!" Shine memukul pelan kepalanya yang sudah terkontaminasi dengan pikiran negatif yang membuat dirinya terus menginginkan Moza.


"Sadar lah Shien, yang kau lakukan itu salah. tak seharusnya kau menginginkan hal itu kembali, dia bukan lah Reina" Shien kembali termenung saat nama Reina Anggara kembali terucap di bibir nya.


penyesalan besar seumur hidupnya, ia tidak pernah berfikir akan merusak seorang gadis di dalam hidupnya, namun kejadian semalam membuat semua cita-citanya seakan tak berarti. Padahal nyatanya ia telah sah menikah dengan Moza, namun keinginan nya untuk bisa menikahi wanita yang dia cintai seakan sirna.


"Owh God, aku telah merusak nya"

__ADS_1


Bersambung...🤗


__ADS_2