Demi mendapatkan cinta Arby aku rela menikahi adiknya

Demi mendapatkan cinta Arby aku rela menikahi adiknya
Amarah Moza


__ADS_3

Malam hari Shien akhirnya kembali ke apartement, seharian ini ia sangat di sibukkan dengan skripsi nya sehingga ia melupakan sementara pekerjaan di cafe dan menyerahkan tugas tersebut kepada salah satu rekan yang ia percaya.


Menurut jadwal sidang skripsi Shine akan di laksanakan 1 Minggu lagi, dan ia akan menjadi seorang sarjana.


"Kriet"


Shine langsung masuk kedalam apartment dan ia pun belum menyadari akan kehadiran Moza di sana,


"Hiks--" Tangis Moza begitu menggelegar saat melihat kehadiran Shine di hadapannya.


"Kau, pria brengsek yang pernah aku temui. karena kau aku tidak ikut ujian hari ini. karena kau aku kelaparan sedari pagi. apa kau mau membunuh ku?" teriak nya sambil terus memaki ke arah Shien.


Shine hanya dapat terdiam ia tampak terkejut melihat wanita yang kini berada di hadapannya, terlihat sedikit penyesalan di wajah datarnya saat melihat Moza yang kelaparan karena dirinya.


Sungguh ia lupa akan keberadaan Moza saat ini, karena di dalam fikiran nya hanya terfokus dengan sidang skripsi dan usahanya yang akan launching sebentar lagi.


"Huft--aku lupa kalau kau saat ini ada di sini, lagian kenapa kau tidak menelpon ku. bukankah aku telah memberikan nomor ku kepadamu?" tanya nya sambil melangkahkan kaki nya lebih dekat ke arah Moza yang tampak menyedihkan dengan rambut acak dan mata yang bengkak.


"Kau tahu aku merasa sial hari ini. hp ku mati.charge ku tinggal dan kau mengunci ku di sini sendiri, dan ujian ku--" Moza kembali menangis meratapi nasibnya.


Shine merasa semakin bersalah walau begitu ia merasa sedikit puas karena tanpa sadar bisa membalas Moza. Tanpa kata maaf ia langsung memesan layanan makanan yang tersedia di apartment. Dan memilih untuk langsung masuk kedalam kamar, dengan wajah datar nya.


"What? Hey kamu mau kemana? saat ini harusnya kamu minta maaf. atau paling tidak kamu minjamin aku charge kek. atau -- ah"

__ADS_1


kesal Moza ia seperti sedang berbicara sendiri saat melihat respon Shine yang begitu dingin terhadapnya.


*


Setelah menghabiskan makan malamnya kini Moza sudah merasa sedikit tenang, dan iapun sudah bisa mengisi daya hp nya saat sang pengantar makanan mau meminjamkan dirinya charger miliknya.


Terlihat banyak pesan masuk dan beberapa panggilan dari sahabatnya dan sang mama,


"Sebaiknya besok aku pulang aja kerumah, toh disini gak menyenangkan pria kulkas itu sama sekali tidak seperti manusia.dan harapan aku untuk mendapatkan kak Arby akan semakin sulit kalau kaya gini" ucap nya dalam hati.


"tok-tok"


Terdengar ketukan pintu dari luar pintu kamarnya, namun Moza yang masih kesal terhadap Shine sama sekali tidak mengindahkan ketukan itu.


Shine yang merasa bahwa Moza masih marah kepadanya memilih untuk pergi sendiri, ia pun berjalan menuju pintu keluar. namun tiba-tiba suara kenop pintu kamar Moza membuat langkahnya terhenti.


Shine melihat gadis itu telah keluar dari dalam kamarnya dan kini berjalan melewati dirinya.


Tanpa banyak pikir Shine pun berjalan mengikuti langkah Moza dari belakang.


Di dalam mobil sama sekali tidak ada interaksi dari keduanya, hanya senyap malam yang menemani.


*

__ADS_1


Dan kini Shine dan Moza telah sampai di restoran. di sana telah tampak kelurga Shien lengkap dengan Arby tengah duduk di sebuah meja yang melingkar.


"Owh God kak Arby," jantung Moza seakan terpacu cepat saat matanya tak henti memandang ke arah kakak iparnya yang sangat tampan di matanya.


"Halo pengantin baru, " teriak mama Maya saat melihat menantunya yang tampak cantik malam ini dengan memakai dress pink di atas lutut membuat kecantikan Moza lebih terpancar.


Moza yang merasa senang langsung berlari kearah sang mama mertua, ia memeluk sang mertua dengan hangat, dan di balas oleh ciuman oleh sang mama yang juga sangat menyayanginya.


Dan ia beralih menyalami tangan sang papa mertua dengan santun. tapi kebahagian Moza seketika sirna saat melihat ke arah Angela yang duduk di antara sang mama mertua dan Arby tengah tersenyum kepadanya.


"Halo Moza apa kabar? " ucap Angela sembari merentangkan tangannya di hadapan Moza,


"Baik" ucap Moza singkat tanpa menyambut salam dari Angela,


Namun wanita dewasa itu tak ambil pusing dengan tingkah Moza ia lebih memilih untuk menarik tangannya kembali.


"Ehem, ayo kita mulai makan karena aku sudah mulai sangat lapar" Ucap Arby untuk menghilangkan ketegangan yang terjadi, sesungguhnya makan malam ini telah Arby persiapkan untuk menjalankan sebuah rencana yang telah ia pikirkan sebelumnya,


Sebuah rencana yang nantinya akan menjadi awal hubungan baru untuk Moza dan Shine yang lebih mendalam.


kira-kira apa rencana babang Arby sebenarnya?


Bersambung...😁

__ADS_1


__ADS_2