Demi mendapatkan cinta Arby aku rela menikahi adiknya

Demi mendapatkan cinta Arby aku rela menikahi adiknya
Perasaan lain


__ADS_3

Demi meyakinkan Shine akan keseriusannya terhadap hubungan mereka saat ini Moza pun memilih mengalah,


"Hay Ar? thanks karena kau sudah mau menerima undangan ku" ucap Shine santai sambil masih menggenggam tangan Moza hingga duduk di kursi mereka.


"Santai lah Shine, kurasa ini bukan lah sesuatu yang buruk untuk menerima undangan makan dari adikku, mungkin dari hari ini bisa sering untuk bertemu untuk memperbaiki hubungan kita" jawab Arby yang sedikit takjub dengan perubahan seseorang yang dulu ingin ia hindari.


"Itu bukan lah ide yang buruk" jawab Shine.


Saat ini Shane dan Moza duduk berhadapan dengan pasangan Angel dan Arby, dada Moza terasa bergemuruh, masih ada sedikit rasa yang tertinggal di hatinya untuk Arby, namun rasa itu tidak seperti dulu karena perasaan marah dan kecewa yang ia rasakan kini lebih besar untuk Arby.


Sedangkan Arby cukup terpesona dengan penampilan Moza malam ini, dimatanya kini Moza terlihat sudah lebih dewasa dan bertambah cantik dengan beberapa bagian tubuhnya yang terlihat jauh lebih sangat se*xy di mata seorang pria.


Sikap acuh dan tatapannya yang selalu menghindar membuat Arby merasakan sesuatu yang hilang.


"Halo Moza kau sungguh berbeda malam ini? aku sampai pangling melihat penampilan mu malam ini" ucap Angel yang juga cukup kaget gadis kecil yang setahun lalu ia temui kini tampak lebih dewasa dan cantik.


Dan hal itu membuat Angel sedikit minder, karena setelah melahirkan beberapa bulan yang lalu membuat tubuh nya kini sangat berisi, bahkan ia cukup kesulitan untuk memilih pakaian yang tepat demi menutupi kekurangannya.


"Terimakasih kak, ini semua berkat suamiku. Setiap waktu dia memberikan aku cinta yang berlebih dan selalu memanjakan aku" ucap Moza sambil menggenggam satu tangan Shine yang berada diatas meja hal ini sengaja ia lakukan untuk meyakinkan Shine atas keseriusannya dalam menjalani hubungan mereka.


Shine membalas lebih erat genggaman tangan sang istri, mata mereka saling bertatapan dan melemparkan senyuman saling mengagumi.


"Ehem, sepertinya kita harus segera memesan makanan, karena perut ku sudah sangat lapar" ucap Arby jengah, entah perasaan apa yang kini membuat Arby sangat kesal dan ingin cepat meninggalkan tempat ini.


Hingga tak berapa lama kini seorang waiter telah beridiri di hadapan mereka mereka dengan meletakan 4 buku menu dan sebuah note dan pena ditangannya.


" Selamat malam tuan dan nyonya silakan untuk memilih menunya"

__ADS_1


Moza dan Shine tampak tengah fokus melihat setiap menu yang ada,


"Aku ingin bebek panggang pedas dan sayur asam" ucap Shine dan Moza kompak.


"Haha--" tersembur tawa dari bibir mereka karena tanpa disangka ternyata mereka memiliki selera yang sama.


"Wah kalian berdua so sweet sekali, aku jadi iri. iya kan sayang?" ucap Angel jujur.


"Ya" jawab Arby singkat tanpa mau melihat kemesraan itu kembali.


"Ya Shine memang sangat sweet di mataku sehingga bukan lah hal sulit untuk ku melupakan masa lalu" cetus Moza jujur, sambil menatap mesra ke arah Shine yang juga tengah menatapnya.


Dan tanpa ragu Shine kembali menggenggam tangan Moza dan mengecupnya dihadapan Arby dan Angel.


"Aow--rasa nya aku akan meleleh" Angel berucap takjub.


Tampak ada kemarahan di wajah Arby entah kenapa ia sangat kesal melihat kemesraan yang terjadi di antara sang adik dan seseorang yang dulu sangat menggilai nya.


Dengan berpura-pura tidak peduli Arby melanjutkan memilih menu makanannya tanpa melihat pasangan yang ada dihadapannya.


Saat makan malam tengah berlangsung Arby pun memberanikan diri untuk bertanya kepada Moza yang tampak sengaja mencueki dirinya sedari tadi.


"Ehem-- ngomong-ngomong bagaimana dengan kabar kuliah nya Za?" tanya Arby penasaran, karena ia tahu dulu Moza memilih jurusan kedokteran karena dirinya.


" Uhuk--uhuk" Moza tampak keselek mendengar pertanyaan Arby kepadanya.


"Ini minum lah sayang" Shine menyodorkan segelas air putih miliknya, tampak Arby kini juga tengah mengangkat gelas yang ada di hadapannya untuk Moza.

__ADS_1


Moza langsung mengambil gelas milik Shine dan meminumnya tanpa peduli dengan gelas yang Arby sodorkan untuk dirinya.


Di sisi lain dengan kesal Arby meletakan kembali gelas yang ia pegang,


"Apa kau baik-baik saja Moza? tanya Angel khawatir.


"Ehem-- ya kak dan maaf" jawab Moza yang merasa telah menganggu makan malam mereka.


"Its ok Moza, ini ambilah" Angel memberikan sebuah tisu dari tangannya untuk menghapus air mata yang reflek keluar dari mata Moza saat terbatuk tadi.


Dengan sabar Shine membelai lembut punggung Moza dan menyelipkan beberapa rambut di telinga Moza dengan tangan satu nya.


"Terimakasih" jawab Moza singkat.


Angel menyunggingkan sebuah senyuman tulus kepada Moza. Namun hal berbeda tampak jelas dari wajah Arby, ia begitu tidak suka dengan perubahan sikap Moza terhadap dirinya, di dalam hati Arby ingin sekali untuk menemui Moza kembali hanya berdua.


**


Setelah beberapa jam berlalu mereka pun mengakhiri pertemuan hari ini.


"Terimakasih untuk perjamuan nya malam ini Shine, lain kali kami akan mengundang kalian datang ke rumah kami" ucap Arby basa basi.


"Ya pasti, karena kami juga belum sempat melihat Jeje kecil. Jadi lain waktu kami akan mempersiap kan waktu berkunjung ke kota kalian untuk melihat Jeje" Jawab Shine kepada sang kakak.


"Wah kami akan menyambut kalian dengan senang hati. iya kan sayang?" kata Angel sumringah


"Iya" jawab Arby sekenanya, ingin sekali Arby mendengar respon Moza terhadap dirinya malam ini namun hal itu tak terjadi, karena Moza lebih banyak berinteraksi dengan Shine dan Angel, tanpa ada menjawab satupun pertanyaan dari diri nya,

__ADS_1


"SHI*t ada apa dengan ku ? kenapa aku begitu benci saat Moza mengacuhkan aku" Shien berbicara di dalam hati.


Bersambung...🤗


__ADS_2