Demi mendapatkan cinta Arby aku rela menikahi adiknya

Demi mendapatkan cinta Arby aku rela menikahi adiknya
Jatuh cinta


__ADS_3

Setelah selesai mandi Shien dan Moza tengah duduk di depan meja makan sembari menghabiskan makan siang mereka.


Tak ada suara diantara mereka, hanya dentingan sendok yang saling beradu, kedua nya tampak sangat kelaparan setelah pertempuran yang bertubi-tubi mereka.Hingga mereka akhirnya melewati sarapan paginya.


"Shine apa kah kau ada acara lain siang ini?" tanya Moza sembari merapikan meja makan mereka setelah menghabiskan makanannya.


Shine menganggukan kepalanya,


"Aku akan pergi ke cafe, karena ada sedikit masalah di salah satu cafe ku" Ia pun beranjak dari kursinya dan kembali masuk ke dalam kamar nya, namun Shine kembali menghentikan langkahnya di tengah tangga.


"Pindah lah ke kamar kita, dan bawa semua baju-baju mu " Shine berucap dengan sebuah senyuman manis di bibirnya.


Moza menganggukan kepalanya, hatinya merasa menghangat akhirnya setelah sekian lama merasakan penderitaan tentang cinta hari ini ia akan membuka pintu kebahagiannya bersama pria yang kini telah menjadi suaminya itu.


Setelah melihat kepergian Shine, Moza segera melangkahkan kakinya menuju kamar miliknya, satu persatu baju mulai ia tata rapi di atas kasur,


Setelah nya ia memindahkan sedikit demi sedikit pakaiannya masuk ke lemari yang berada di kamar Shine, Moza cukup terperanga saat melihat isi pakaian Shien yang tertata sangat rapi, bahkan semua baju itu berjajar sesuai warna,


"Astaga, aku rasa ini akan berat untukku" pikir Moza, melihat sifat kedisiplinan serta tingkat kerapian yang di miliki Shine sudah dipastikan cukup berbanding terbalik dengan dirinya yang sedikit berantakan, walau ia suka wangi dan kebersihan namun Moza tidak begitu pandai menata kamar serta isinya.


Moza yang tak ambil pusing memutuskan untuk secepatnya memasuki semua pakaiannya secara asal, karena pagi ini dirinya harus segera ke kampus sebelum libur kuliah di akhir semester genap.


*


Setelah membutuhkan waktu 6 bulan akhirnya kini Shine telah merampungkan pembangunan kantornya dan pagi ini hari ketiga untuk Shine menempatinya,


Semua urusan untuk seluruh cafe yang ia miliki kini di monitor oleh Shine melalui kantornya, dan Shien di bantu oleh beberapa pegawai yang berpengalaman dalam menjalankan bisnisnya,

__ADS_1


Sejak awal Shine cukup loyal dalam bekerja dan royal dalam memfasilitasi para pegawainya sehingga cafe yang dulu nya hanya satu bisa berkembang pesat hingga memiliki banyak cabang.


Di setiap cafe nya Shine menyajikan makanan serta minuman tradisional dan western dengan harga yang cukup mahal sesuai dengan kualitas makanan yang di sajikan di sana.


Hampir semua makanan dan sayuran di cafe milik Shine di olah dari hasil pertanian keluarganya sendiri,


Mulai dari biji kopi, daun teh, ataupun produksi ayam dan telur merupakan bahan organik pilihan dari hasil perkebunan yang di miliki oleh keluarga Shien sejak belasan tahun lalu.


Rencananya Shine juga ingin membuka sebuah swalayan yang cukup besar dan nantinya bisa melayani masyarakat banyak, namun juga bisa memenuhi kebutuhan cafe-cafe miliknya.


Dan untuk cita-cita nya itu kini Shien harus menabung dan bekerja lebih giat lagi.


Di tengah aktifitasnya yang lumayan padat Shien kembali teringat akan wajah sang istri, tanpa sadar ia tersenyum sendiri, ketika membayangkan Moza dengan semua tingkah bar-bar nya.


Shien menyandarkan tubuhnya ke kursi dan mulai mengetik sebuah pesan kepada Moza.


"Siang kesayangan? sedang apa?"


"Siang, aku baru aja pulang kampus, ini mau lanjut maksi( makan siang) sama Alya. kamu sendiri sedang apa?" Balas Moza sambil tersenyum-senyum sendiri.


"Aku lagi mikirin kamu! rasanya gak sabar mau bobok bareng lagi" jawab Shien mesum,


"Ih. dasar cowok mesum, pikirannya itu aja. aku serius, kamu udah makan belum?" tanya Moza dengan senyum mengambang di bibirnya,


"Tapi aku serius sayang, aku memang gak sabar pingin mimik susu sambil di boboki kamu"Shine kembali menjahili sang istri, terbayang sudah wajah Moza yang cemberut saat dirinya menginginkannya kembali.


"Ih, Shane! sebel deh sama kamu. bisa-bisa aku gak bisa jalan kalau pikiran kamu itu terus" jawab Moza sembari tersenyum malu-malu mengingat tingkah Shine yang begitu mesum

__ADS_1


"Kalau kamu gak bisa jalan aku siap gendong kamu kemana pun kami mau" Jantung Shine seakan berlomba melihat balasan demi balasan dari sang istri,


Keduanya bagaikan pengantin baru, mereka saling berbalas pesan hingga Shine terpaksa menghentikan mengirim pesan saat pegawainya membawa kan makan siang untuk dirinya.


*


Di tempat lain Moza yang telah menyelesaikan makan siang nya kembali diteror serentetan pertanyaan dari sahabatnya Alya.


Awal nya ia ingin berbagi cerita sejak dua minggu yang lalu, namun dirinya belum siap, karena takut menyakiti hati Alya yang sempat menyukai Shien, sehingga ia sengaja meminta waktu dua minggu untuk menceritakan pernikahannya dengan Shine.


"Apa?? tega lu Za, berita sepenting ini lu gak cerita sama gue?" Alya merasa sangat kecewa mendengar sahabat karibnya itu menyimpan berita sepenting ini sendiri.


"Ya maafin gue Al, gue sebenarnya menikahi Shine hanya untuk bisa bertemu dengan kak Arby. udah itu aja" Jawab Moza menyesal,


"Lu enggak anggap gue teman lu Za? setelah apa yang kita lalui bersama? dan dulu lu bilang Shine itu belok, tapi sekarang lu malah nikah sama dia" Jawab Alya yang merasa kecewa atas tindakan sahabatnya itu.


"Maaf Al, gue gak maksud kecewain lu. Dan gue juga gak tahu pasti kalau dia itu belok"


"Jadi lu nikahin Shien cuma demi Arby lagi? " Ketus Alya


"Maaf Al, gue tahu gue salah tapi sekarang gue udah relain kak Arby" Jawab Moza pelan


"Terus lu jatuh cinta sama Shine, gitu?" kata Alya tidak suka.


"Hmmmm" Moza merasa bingung atas jawaban yang tepat untuk Alya, karena ia tahu Alya telah menyukai Shine sejak lama.


"Munak lu Za, ternyata ini sifat lu yang sebenarnya" Alya memilih menjauh dan meninggalkan Moza sendirian.

__ADS_1


"Al, tunggu, semua nya gak seperti itu!" teriak Moza sembari berlari mengejar langkah Alya yang tampak menjauh.


Bersambung...🤗


__ADS_2