
Alya merasa kecewa dengan kebohongan yang Moza lakukan terhadap dirinya, padahal mereka telah bersahabat lama, dalam suka dan duka Alya selalu ada untuk Moza.
Namun saat ini Moza tidak tega memberi tahukan pernikahannya, bahkan dengan pria yang ia sukai. Andai saja dulu Moza tidak mengatakan Shine seorang pria bengkok mungkin saat ini Alya akan mengejar Shine mati-matian.
"Huh--huh" Moza mencoba menstabilkan nafas serta detak jantungnya yang tak karuan, dia memutuskan untuk berhenti mengejar Alya yang tampak telah menjauh dengan menaiki sebuah taksi di sebrang jalan.
"Maafkan aku Al. Sungguh aku tak bermaksud berbohong, tapi semua nya berjalan begitu saja,---maaf" ucap Moza pelan, matanya mulai berembun saat mengingat semua masa-masa indah persahabatan dirinya bersama Alya,
Dengan gontai Moza berbalik dan kembali berjalan menuju perkiraan tempat di mana mobilnya berada.
"Dirt"
Sebuah pesan masuk ke hp Moza, dengan malas Moza segera masuk ke dalam mobilnya dan membaca pesan yang ternyata berasal dari nomor Shien.
"Kamu di mana?siap-siap nanti malam aku mau ngajak kamu ke suatu tempat"
Moza hanya menatap nanar ke layar hp nya,
"Maaf Shien, tapi aku tidak mau bahagia di atas penderitaan sahabatku, maaf kalau aku mengecewakan mu" Moza berbicara sendiri seraya beranjak meninggalkan parkiran dengan perasaan yang tak menentu.
__ADS_1
Sesampainya di apartment Moza melihat sekelilingnya, namun ia tidak menemui sosok Shine, Moza akhirnya segera masuk kedalam kamar Shine yang kini juga telah menjadi kamar nya sendiri.
"Kriet" Moza membuka pintu dan melangkahkan kakinya masuk ke dalam kamar,
"Welcome sayang" Shine yang bersembunyi di belakang pintu kamar langsung memeluk tubuh Moza dari belakang,
"Astaga!! Shien" Teriak Moza kaget,
"Jangan berteriak sayang karena aku belum memulainya" canda Shine sembari lebih mengeratkan pelukannya di pinggang Moza.
"Bugh--bugh" Moza yang kesal dengan sikap Shine kembali memukul lengan Shine.
"Kau selalu berfikir mesum Shien, apakah tidak ada hal lain yang bisa kau ucapkan" Jawab Moza sambil membalikan tubuhnya yang masih berada di pelukan Shien.
Shine berucap sembari membelai lembut rambut panjang milik Moza, dan sebuah kecupan singkat ia labuh kan di bibir sang istri.
"Ya ampun, kau terdengar seperti seorang player Shine. selain mesum ternyata kau juga terlahir sebagai seorang penggombal" jawab Moza mesra dengan mulai mengalungkan kedua tangannya di leher Shien.
"Owh God, aku bukan seorang player sayang. bukan kah kau dulu pernah. meragukan Keja**ntananku? aku ini seorang pria setia sayang" jawab Shien sambil merapatkan pelukannya lebih erat hingga hidung mereka bisa saling bersentuhan.
__ADS_1
"Sungguh? you a bastard!!" Moza yang akhirnya mendapatkan cium**an dari Shien membalas ciu*man tersebut dengan mesra,
"Cukup Shien, bukankah kau ingin mengajakku pergi malam ini?" Moza mendorong tubuh shine sedikit kuat untuk menyudahi ciu*man mereka sebelum Shien melakukan hal lebih intim.
"Bagaimana kita membatalkan acaranya dan melanjutkan acara kita sendiri sayang?" Shine kembali merengkuh bibir se*xy milik Moza.
"Stop Shien!" Moza mendorong bibir Shine dengan tangannya.
"Owh astaga sayang paling tidak biarkan aku melakukan satu kali tembakan!!" jawab Shine mengiba,
"No!!" Moza mengangkat kedua tangannya membentuk silang di depan dada untuk menjawab permintaan Shien.
"Please??"
"No!!"
"Baiklah aku akan segera bersiap, dan berdandan lah yang cantik karena aku akan mengenalkan dirimu pada seseorang"
Moza menganggukan kepalanya, dan berjalan masuk kedalam kamar mandi, setelah meletakan tas nya di atas nakas.
__ADS_1
Shien memilih pasrah karena malam ini dirinya memang ingin membawa Moza ke suatu tempat dan berniat mengenalkan Moza dengan seseorang.
Bersambung....