Demi mendapatkan cinta Arby aku rela menikahi adiknya

Demi mendapatkan cinta Arby aku rela menikahi adiknya
apakah kau pilihan yang tepat.


__ADS_3

" Sayang cepat lah! aku?sudah sangat lapar, kalau dalam lima menit kau belum siap maka aku akan memakan mu saja" Teriak Shien, hampir 45 menit Shine menunggu Moza bersiap namun istrinya itu tak kunjung siap.


Shine memutuskan untuk menghitung waktu yang tersisa untuk Moza, dengan sabar ia melihat jarum jam yang melingkar di tangan kirinya.


"Oke sayang, ku rasa kesabaran ku sudah habis" Ucap Shien ia pun berjalan menuju pintu kamar sembari melepaskan gesper yang melingkar di pinggangnya.


"Kriet"


Saat tangannya hampir menggapai ganggang pintu, tiba-tiba pintu kamar itu terlebih dulu terbuka dan dari dalam kamar tampak sosok Moza tengah berdiri di depan pintu.


Seperkian detik Shine termangu ia begitu terpesona dengan penampilan sang istri yang bak bidadari di matanya,


Dengan memakai sebuah dress berwarna hitam yang panjang nya di atas lutut, dan leher berbentuk sabrina longgar, sehingga dapat memperlihatkan sedikit bagian dadanya, membuat Shine gagal fokus.


Niat awal nya yang hanya sekedar ingin menggoda Moza batal, Shine kini benar-benar ingin mengunci dirinya dan Moza didalam kamar.


"Apa kita jadi pergi?" Tanya Moza, yang bingung melihat reaksi Shien yang hanya terbengong di hadapannya.


"Shien Are you ok?" Moza kembali bertanya sambil mengibas-ngibaskan tangannya di hadapan Shien yang terlihat termenung.

__ADS_1


"Im ok sayang, ku rasa hari ini kita batalkan saja sayang. Lagian seseorang yang mau kita temui bukan lah orang penting, jadi mari kita lanjutkan yang belum selesai" Shine berucap sambil menggandeng tangan Moza masuk kembali ke dalam kamar.


"Shien please, serius lah! aku sudah berdandan habis-habisan dan kau malah membatalkan acaranya" Moza menghentikan langkah Shien, dan tegak pinggang di hadapan Shien.


"Tapi sekarang aku ragu kalau harus membawa mu ke sana sayang. Ya awalnya aku hanya ingin meyakinkan hatiku. Tapi sekarang aku malah takut jika kau bertemu dengannya" Shien kembali memeluk Moza lebih erat.


"Shine kau membuat baju ku kusut" Moza memanyunkan bibirnya, dan melepaskan pelukan Shien, lalu pergi menjauh.


Moza yang terlanjur kecewa, seketika memalingkan wajahnya ke arah lain, sambil melipat kedua tangannya di dada.


"Huft-- sungguh aku tak bisa menang jika berhadapan dengan mu sayang. Baik lah ayo kita pergi. Tapi kumohon tetap lah berada di sisi ku" Ucap Shine yang telah menggandeng tangan kanan Moza.


" Tapi aku masih takut jatuh cinta Shien, dan masalah Alia pun juga belum selesai. aku rasa biarlah saat ini seperti ini dan aku pun belum yakin kau mencintai ku," Moza berucap lirih di dalam hati, karena masa lalunya yang buruk tentang cinta membuat Moza pesimis dalam menjalankan hubungannya bersama Shien.


Sepanjang perjalanan Moza dan Shine tidak saling berbicara, Moza masih sibuk dengan pikirannya sendiri dan Shine pun tengah di sibukkan dengan pertemuan yang akan mereka lakukan terhadap seseorang yang begitu penting untuk Moza.


Shine hanya ingin memastikan apakah benar jalan yang ia pilih untuk tetap mempertahankan Moza di sisinya, atau apakah Moza masih belum move on dengan masa lalunya.


Hampir 30 menit mengendara, akhirnya mereka berdua telah sampai di sebuah rumah makan yang bernuansa alam,dengan beberapa saung yang berjejer rapi mengelilingi sebuah kolam ikan dengan beberapa lampu dan obor di sekeliling nya.

__ADS_1


Membuat suasana malam itu begitu romantis.


Shine keluar dari dalam mobil berbarengan dengan Moza, ia lalu menggapai tubuh Moza dan memeluk mesra pinggang sang istri erat dan lekat ketubuh nya.


Dari jauh Shane bisa melihat sosok yang ingin ia temui saat ini telah duduk menunggu dirinya dan Moza di sebuah saung yang terletak paling ujung.


Moza masih terlihat cuek dengan orang yang akan Shien kenalkan pada dirinya, namun saat pandangan matanya tiba-tiba teralihkan dengan sosok yang tak asing untuknya,


Seketika membuat tubuh Moza panas dingin, secara reflek Moza menghentikan langkah kakinya.


"Kak Arby!!" Moza berucap sambil menutup mulutnya dengan sebelah jarinya.


Ia pun menatap tajam ke arah Shien, dan mencoba mengintimidasi Shine melalui tatapannya yang menyalang.


"Maaf kan aku, but please buktikan kepada ku bahwa pilihan ku saat ini benar Moza" Shine berucap lembut namun penuh makna yang tersirat.


Jangan lupa like and coment readers.. maksih..🤗


Bersambung....

__ADS_1


__ADS_2