Demi mendapatkan cinta Arby aku rela menikahi adiknya

Demi mendapatkan cinta Arby aku rela menikahi adiknya
Pindah ke apartment


__ADS_3

Setelah mengambil pakaian ganti milik Shine Moza langsung memberikan nya kepada suaminya itu, dan ia pun memilih untuk segera bersiap pindah ke rumah sang mertua yang berada di sebrang rumah nya sesuai perintah Shine tadi malam.


Gadis cantik itu terlihat begitu tidak sabar untuk segera pindah ke sana, karena dengan begitu ia bisa bertemu dengan sang pujaan hati setiap hari.


"Kak Arby im coming.." ucap nya dalam hati,


Shine yang sudah berada di ruang keluarga tampak sibuk dengan hp di tangannya, karena rencananya Minggu depan ia akan membuka outlet ke 17 bisnis cafe nya yang kini semakin di kenal di negaranya.


Ia pun juga tengah di sibukkan dengan ujian skripsinya yang sebentar lagi akan di laksanakan.


"Drttt"


Tiba-tiba sebuah getaran hp membuat Shine menghentikan aktifitasnya sejenak.


"Halo"


" Halo Shine Kapan kalian kemari, mama dan papa sudah berada di hotel wingston untuk menyiapkan acara makan malam untuk merayakan pernikahan kalian"


"Iya ma Shine sedang menunggu Moza dan nanti kami akan langsung berangkat ke sana"


"Ok sayang"


*


Dan malam ini semua nya tak sesuai rencana Moza, karena di pesta tadi ia tidak dapat bertemu kembali dengan Arby sang pujaan hati, karena pria itu masih mengikuti seminar di salah satu perusahaan perbankan, dan hati Moza bertambah kesal saat melihat sosok Angela istri Arby yang tengah mengandung buah hati mereka menjadi pusat perhatian di pesta makan malam malam itu,


"Kenapa semua orang suka kepadanya, harusnya tadi itu posisi aku yang tengah mengandung anak kak Arby! bukan wanita sok cantik itu" ucap Moza di dalam hati, dan matanya terus menatap ke arah jalan yang ada didepan nya.


Kekesalannya bertambah berkali lipat saat dimana Shine suami yang ia jadikan sebagai batu loncatan untuk mendekati dirinya kepada Arby malah memilih untuk memutuskan untuk kembali tinggal di apartment nya sendiri, karena ia merasa lebih bebas menjalankan hidupnya tanpa ada campur tangan kedua orang tuanya.


Dan hal itu membuat Moza emosi, awalnya ia tidak setuju untuk tinggal bersama Shine di apartmen dan memilih untuk tinggal di rumah mertuanya saja,


"Ayolah Shine lebih baik kita kembali ke rumah mama saja, kenapa kita harus tinggal di apartment kamu" bujuk Moza di dalam mobil saat perjalanan menuju kediaman pribadinya.


"Tolong jangan mempersulit hidup ku, bukan kah kau yang memaksakan ingin menikah dengan ku, maka ikuti caraku!" ucap Shine tegas tanpa terbantahkan.


Moza hanya bisa pasrah, untuk saat ini ia akan mengikuti alur yang Shine buat namun untuk selanjutnya ia akan memutuskan di mana dia akan tinggal.

__ADS_1


Moza sama sekali tidak memikirkan bahwa Shine adalah sosok pria dingin yang memilki pendirian nya sendiri, bahkan pria tegas itu ternyata sangat sulit untuk di manfaatkan.


"Seharusnya aku memikirkan hal ini sebelumnya, kenapa jalan ku untuk mendapatkan kak Arby malah semakin sulit dengan menikahi Shine" ucap Moza dalam hati,


Gadis cantik itupun tanpa sadar mulai menutup matanya, rasa lelah hati dan pikiran yang menguras otaknya membuat ia terlelap.


*


Tak berapa lama mereka akhirnya tiba di apartment milik Shien yang ia beli dengan jeri payahnya sendiri.


"Hey, bangun lah" Shine menggoyangkan lengan Moza cukup kasar sehingga membuat gadis itu kaget dan terperanjat.


"A--Wait, sabar aku sudah bangun" Moza mencibik kan bibirnya ke arah Shine, sambil mengusap lengannya yang terasa pegal, namun Shine langsung pergi meninggalkan Moza yang masih terduduk di dalam mobil.


"Owh God, pria ini berasal dari planet mana? kenapa sikapnya tidak ada manis- manisnya terhadap seorang wanita!" ucap Moza kesal sembari mempercepat langkahnya mengejar Shine yang sudah hampir tak terlihat lagi.


Tak berapa lama mereka pun sampai di apartment, Moza begitu takjub saat melihat kemewahan apartment milik Shine yang kini telah menjadi suaminya,


Tampak beberapa barang di dalam nya tampak mewah dan tertata rapi.


"Wah bisa-bisa nya dia membeli apartement semewah ini, " ucap Moza pelan sembari mengitari setiap ruangan di sana


"Hey, kau bisa tidur di kamar yang itu" tunjuk Shine pada salah satu kamar yang terletak di sisi kiri apartment yang memilik 2 kamar,


Mata Moza mengikuti arah yang di maksud oleh Shien,


Dan Shane pun berlalu menuju kamar yang berada di sebelahnya tanpa berbicara.


Akhirnya Moza mengikuti langkah Shine masuk ke dalam kamar yang telah Shine pilih untuknya.


*


Keesokan harinya Moza yang telat bangun tak sempat untuk mandi, gadis itu hanya mencuci muka dan menggosok giginya.


"Bisa-bisanya aku bangun terlambat," teriak Moza frustasi, kebiasaan jeleknya masih terus ia lakukan, karena sebelumnya sang mama lah yang menjadi alarm bagi dirinya.


Moza pun memakai baju dengan leher Sabrina putih dan di padukan sebuah jeans ketat dan kini telah terpasang di tubuh sintalnya. Dengan sigap ia mengambil sebuah tas dari dalam lemari nya dan menyambar hp yang terletak di atas nakas,

__ADS_1


"Owh God, aku lupa membawa charge ku!!" ucapnya saat melihat layar hitam pada telpon genggamnya.


Moza pun berlari keluar kamar tanpa melihat keberadaan Shine di sana.


Sampainya di pintu keluar Moza langsung membuka pintu utama,


"Ceklek"


Beberapa kali Moza memutar kenop pintu namun pintu itu tak dapat terbuka, akhirnya ia memilih untuk meminta bantuan dari Shine.


"Tok-tok"


"Shine, apa kau bisa membuka pintunya?"


"Karena aku sudah telat hadir dikampus, bisa kah kau membuka pintunya?"ucap Moza kembali.


Tapi Moza merasa seakan tak ada kehidupan di dalam sana, iapun memberanikan diri untuk membuka kenop pintu kamar milik Shien,


"Kriet"


dan kamar itu pun terbuka di sana Moza dapat melihat kamar Shine memiliki ukuran dua kali lipat lebih besar dari kamar yang ia tempati, dengan warna putih tulang membuat kamar itu terlihat sangat bersih dan sangat rapi, hal ini berbanding terbalik dengan kamar milik Moza yang berada dikediaman


orangtuanya.


Moza mulai melihat satu persatu tempat yang ia rasa tempat penyimpanan kunci, namun hasilnya masih nihil hingga tanpa sengaja ia menjatuhkan sebuah frame foto.


Dengan jiwa kepo nya Moza mengangkat foto itu dan ia melihat Shine yang memakai seragam SMA tengah merangkul seseorang yang ia lihat tampak seperti pria.


"Apa pria ini kekasih Shine?" ucapnya, sambil menelisik sembari meletakan frame foto itu ketempat semula.


"Owh, aku semakin terlambat." ucapnya saat melihat ke arah jam weker yang terletak di atas meja kamar Shien.


Moza memilih untuk segera keluar dari dalam kamar Shine dan kembali mencari kunci di sekitar ruangan utama apartment, tapi ia tak kunjung menemukan yang di cari, hingga beberapa kata umpatan meluncur jelas di bibirnya.


"Shine!! pria bi**dab bisa-bisanya kau melupakan aku di sini!!" Teriak Moza sambil menendang pintu kokoh itu.


Gadis itu pun perlahan luruh kelantai, sungguh sial hari nya pagi ini saat ia harus mengikuti ujian di hari pertamanya namun semua nya kacau, akibat perbuatan Shien.

__ADS_1


"Shine!!! berani nya kau berbuat begini kepada ku!!awas kau aku akan membuat perhitungan kepadamu !" ucapnya sambil bangkit dari duduk nya dan ia pun kembali masuk ke dalam kamarnya.


Bersambung...😁


__ADS_2