
"Kak Arby--" Moza langsung mengejar sosok Arby yang tadi ia lihat di dalam restauran.
Gadis itu berlari tanpa memperdulikan sekitarnya,karena setelah hampir 3 Minggu lamanya tidak bertemu dengan Arby membuat diri nya hampir kembali frustasi.
Dan saat melihat Arby yang hampir masuk kedalam mobil pribadinya, Moza kembali mempercepat langkahnya.
"Kak Arby!!!"
Seketika darah Arby seakan berdesir kencang saat ini hanya Moza lah seseorang yang tak ingin ia lihat sampai kapan pun namun, takdir berkata lain.
"Moza??"
Saat ini Arby begitu cemas akan perbuatan nekat yang bisa saja di lakukan Moza apabila gadis itu memaksakan kehendaknya terhadap dirinya.
"Kak Arby-- akhirnya aku menemukan kamu kak"
"Moza!! kamu??? ka-mu ngapain disini?"
Dengan terbata Arby menatap tajam ke arah tetangga yang dulunya ia anggap adiknya sendiri.
Tanpa menjawab Moza malah langsung berhambur memeluk tubuh Arby, keduanya tangannya seakan langsung mengunci tubuh tegap Arby, dan perlahan ia dapat merasakan aroma tubuh pria itu yang seakan menjadi penawar rindu nya selama ini.
"Lepaskan Moza!! ini tidak pantas!! di sini ada banyak orang Moza!"
"Aku gak perduli kak!! yang jelas aku sangat merindukan kak Arby! biarin orang mau bilang apa!! "
"Kamu gila Moza!! ini tidak benar!! tolong lepasin aku!!"
"Enggak mau!!"
"Cepat lepas Moza!! karena aku bisa berbuat kasar sama kamu!!"
__ADS_1
Moza sama sekali tidak memperdulikan ancaman yang keluar dari mulut Arby, gadis itu malah tambah mempererat pelukannya sembari menempelkan kepalanya di dada bidang milik Arby.
Arby yang tidak suka dengan tingkah Moza kepadanya terpaksa berbuat sedikit kejam terhadap Moza dengan kasar pria itu mendorong tubuh Moza kuat hingga terlepas dari nya, gadis itu pun hampir terjatuh ke aspal.
"Kak kamu tega"
Baru saja ia ingin menangis di depan Arby namun pria itu tak memperdulikannya.
"Ikut aku!"
Dengan menarik tangan Moza cukup kuat Arby membawa Moza masuk ke dalam mobilnya dan pergi menuju sebuah taman yang terletak tidak terlalu jauh dari restoran.
"Ih, sakit kak, kenapa kak Arby jadi kasar gini sama Moza sekarang?"
Arby terlihat enggan menjawab pertanyaan perempuan yang dulu pernah ia sayang itu.
Sesampainya di taman, Arby berjalan menuju sebuah kursi di bawah pohon yang cukup rindang.
"Moza!! tolong lupakan kakak!! ingat kamu itu perempuan harus punya harga diri!!"
"Apa maksud kak Arby?"
"Tolong jangan jadi murahan Moza!! jangan terus mengejar-ngejar aku!! aku ini sudah menikah dan akan segera menjadi ayah!!
"Kak Arby aku ini kaya gini karena terlalu mencintai kakak!! kakak yang buat aku jatuh cinta sama kakak, kenapa kak Arby dulu terlalu baik sama aku!! kenapa dulu kakak terlalu perhatian sama aku!!"
"Moza!! aku mengganggap kamu dulu hingga sampai saat ini hanya sebagai seorang adik tidak lebih!! namun detik ini aku akan menganggap kamu orang asing!! jadi jangan pernah temui aku lagi!!"
"Dan ingat satu hal!! jika kau berani mengganggu rumah tangga ku maka aku akan berbuat nekat kepada kamu Moza!!"
Setelah mengatakan semua isi hatinya Arby pun beranjak pergi meninggalkan Moza yang tengah menangis sendirian di taman.
__ADS_1
"Hiks---"
"Kak Arby!! kak Arby jahat!! aku gak bisa ngelupain kakak!! aku bisa gila kak!!"
Moza kembali berteriak, dan membuat beberapa orang yang tengah berada di taman iba kepadanya,
***
Sore ini di kediaman Moza papa dan mama Arby tengah duduk bersantai bersama papa dan mama Moza, saat beberapa jam yang lalu Tante Maya dan sang suami telah mengutarakan niatnya untuk melamar Moza untuk putranya yang membuat kedua pasang suami istri di hadapannya merasa kaget.
Pasal nya ia tahu betul usia Moza dan Shine yang masih sangat muda rasanya belum bisa memikul beban menjadi pasangan suami istri, di tambah kondisi keduanya yang masih berstatus mahasiswa, yang membuat keduanya sempat menolak.
Namun setelah obralan yang cukup panjang dan keyakinan yang tampak jelas di wajah Tante Maya dan sang suami, akhirnya papa dan mama Moza menerima lamaran itu, dibalik semuanya papa Moza menerima lamaran itu karena ia ingin Moza kembali sembuh dari penyakit depresi nya,
karena sejak pernikahan Arby hingga hari ini putri pertama nya itu gampang sekali sakit dan menjadi sosok yang murung dan lebih sering menyendiri. Sehingga ia berharap Shine yang ia lihat memilki kesamaan karakter dengan Arby sang kakak dapat menjadi pengobat patah hati yang Moza alami.
***
Di dalam kamar yang gelap gulita tanpa penerangan sedikit pun Moza saat ini tengah duduk sambil memeluk selimut nya, hampir lima jam gadis itu tak berhenti menangis, penolakan Arby kepada dirinya siang tadi membuat hati nya kembali terluka,
Niat ingin kembali ke kampus siang tadi pun sirna, Moza memutuskan untuk langsung pulang kerumahnya dan langung mengunci dirinya nya di dalam kegelapan.
"Hiks"
"Kak Arby jahat!! kenapa kak Arby gak mau lagi bertemu Moza!! kena-pa kak Arby menjauh kaya gini!!"
"Apa Moza harus mati dulu baru kak Arby sadar dan menyesal!!"
Moza tak berhenti menangis hingga keinginan untuk mengakhiri hidupnya semakin besar di hatinya.
Bersambung...🤗
__ADS_1