
Shine men**cium bibir Moza dengan rakus, saat ini ia tidak memperdulikan apa yang akan Moza lakukan terhadap dirinya.
"Ehm..ehm" Moza hanya dapat bergumam saat diri nya hampir kehabisan nafas akibat perbuatan Shine.
Moza akhirnya mendorong tubuh Shine cukup kuat hingga ciuman bibir mereka saling terlepas.
"Cukup Shine! aku ingin bernafas" teriak Moza di telinga Shine.
Gadis itu masih merasa shock dengan apa yang Shine lakukan kepada dirinya, ia pun mengambil air putih yang berada diatas meja dan langsung menghabiskan dalam sekali tegukan.
Dan tiba-tiba Shien kembali mengangkat tubuh Moza dan membawanya masuk ke dalam kamar miliknya.
"Bugh--bugh" Moza memukul kedua lengan Shine cukup kuat. Namun tubuh kekar Shine sama sekali tak bergeming dengan pukulan Moza, bagi Shine pukulan itu tidak seberapa di bandingkan perasaan dirinya yang akan segera berpisah dari Moza, entah kenapa perasaan akan kehilangan itu membuat Shine tak lagi dapat berfikir positif.
Terlebih perasaan itu di perparah dengan gejolak aneh yang selalu Shien rasakan sejak kejadian beberapa Minggu yang lalu dan membuat otak dan tubuh nya selalu menginginkan Moza kembali.
"Hey, Shine apa yang kau lakukan? apa kau sudah gila? turunkan aku Shien! bagaimana kalau aku terjatuh, tolong jangan main-main Shine" Moza kembali berteriak saat melihat kemesuman Shine yang tak pernah ia duga sebelumnya.
Shien yang tidak pandai berbicara hanya bisa bungkam, dirinya sama sekali tidak menjawab satu pun pertanyaan Moza. Karena yang ia tahu saat ini dia hanya menginginkan Moza, dan membuat istri nya itu segera hamil dan tidak meninggalkannya.
Sesampainya di dalam kamar Shine langsung menjatuhkan tubuh Moza di atas ranjangnya, dan dengan cepat ia langsung membuka pakaian yang ia pakai.
__ADS_1
Moza yang sudah terbakar api gai*rah tak dapat lagi melawan Shine yang tampak tengah bermain lihai di atas tub*uh nya. Hingga kesadaran nya kembali Moza pun menghentikan kegiatan yang tengah Shine lakukan.
"Stop Shine!! apa yang ingin kau lakukan?ingat aku ini Moza!! wanita yang tak kau sukai! Jadi stop hentikan semua ini Shien!!" Ucap Moza sambil menutupi bagian dadanya yang terekspos akibat ulah Shine.
Shine pun menghentikan kegiatannya. Dan menatap Moza tajam,
"Kenapa aku harus berhenti? apa aku tidak berhak atas tu*buh istriku? kau akan berd-osa jika tidak melay-ani suami mu" ucap Shine dengan terbata, karena ia yakin baru saja mencari pembenaran atas tindakannya itu.
"Haha-- "
"Kau benar-benar sudah gila Shien. bukan kah selama ini kau menganggap aku hanya seorang istri terpaksa! ck--"
Shine melihat jengah ke arah Moza yang terlihat tidak memahami dirinya.
"Aku ingin tubuh kamu. apa itu cukup?"
"Hah--kau memang pria mesum Shine! kau hanya ingin tu*buh ku? maaf aku bukan wanita murahan"
"Tunggu, aku tidak pernah menganggap mu murahan Moza. Aku.."
"Ak-u" Shine tergugu sambil berfikir keras alasan apa yang tepat yang bisa membuat Moza menyerah.
__ADS_1
"Aku ingin membuktikan bahwa aku bukanlah pria yang tidak normal. Bukankah kau selalu beranggapan bahwa aku ini pria setengah matang" Shien memicingkan sebelah matanya menatap Moza.
"H-- iya juga, aku baru sadar bukannya kamu pria bengkok Shien? tapi malam itu kau melakukannya dengan baik. Ya tapi aku rasa kau juga gak ahli, karena aku harus berobat ke klinik keesokan harinya karena ternyata aku terkena infeksi saluran kemih. kau tahu aku tuh merasakan sakit sepanjang hari Shien, bahkan untuk melangkah aku harus hati-hati" Moza teringat kembali hari pertama setelah ia melakukannya bersama Shien, yang membuat dirinya lumayan parno dengan hal itu.
"Maaf mungkin karena aku dalam pengaruh obat dan aku juga belum terlalu pandai, jadi aku belum bisa mengendalikan diriku. Tapi sekarang aku sudah banyak belajar" Shien menatap mata Moza dengan meyakinkan.
Moza yang beberapa kali pernah menonton video dew*asa saat di masa sekolah bersama teman-teman badungnya, menjadi semakin penasaran dengan kegiatan panas itu kembali, terlebih dirinya juga masih penasaran apa kah pria yang kini telah menjadi suaminya itu adalah pria bengkok apa tidak.
"Astaga apa aku harus mencobanya lagi, tapi rasa waktu itu masih melekat jelas di otak ku, aku bisa menikmati pemanasannya tapi waktu eksekusi itu---Owh god. Tapi di film yang dulu aku tonton mereka melakukannya dengan fun!" Moza masih asik dengan perdebatan di dalam hatinya.
Seakan umpan nya mulai di makan sang ikan Shien kembali melancarkan rayuan dengan meraba Bagain sensitif milik Moza.
"Ehm" Suara lengu**Han dari bibir Moza begitu mengga*irah kan di telinga Shine.
"Seperti nya hari ini aku tak bisa menolak mu Shien"Moza yang telah terpancing oleh sentuhan Shine memilih untuk pasrah. gadis itupun kembali melingkarkan kedua tangannya di leher Shien.
"Aku akan berusaha untuk tidak mengecewakan mu Moza" Bisik Shien menggoda, dia kembali menautkan bibirnya dan Moza.
"Buktikan Shine, dan aku akan percaya bahwa kau pria tulenku" Jawab Moza sembari membalas ciu*man Shine.
Bersambung...🤓🤓
__ADS_1