Demi mendapatkan cinta Arby aku rela menikahi adiknya

Demi mendapatkan cinta Arby aku rela menikahi adiknya
Malam panas


__ADS_3

Shine akhirnya mulai tergoda menatap wajah cantik Moza dari matanya yang tertutup, hidung mancung hingga terhenti pada bibir merah muda alami milik Moza, walau Moza paling jarang memakai makeup namun kacntikannya telah mendarah daging.


"Sesungguhnya di gadis cantik" celetuk Shine,


Namun seketika ia menggeleng-gelengkan kepalanya,"Tidak! Owh God apa yang sedang aku pikirkan"


Shine pun memilih untuk segera keluar dari dalam mobil, ia memilih untuk mandi hujan demi meredakan hasr**at nya yang kian membuncah.


"Jedar"


Tiba-tiba kilat menyambar dengan sangat kuat membuat Moza terperanjat dan tanpa sadar langsung memeluk tubuh Shine yang hampir mengeluarkan sebagian tubuh keluar pintu mobil.


"Kak Arby Moza takut kak! tolong jangan tinggalkan Moza, Moza takut sendiri kak" ucap Moza yang tak sadar dengan orang yang tengah dipeluknya saat ini.


"Sh**it memang istri gak ada akhlak, kenapa harus Arby yang ada di dalam otaknya"sahut Shine dalam hati.


Cukup lama Moza memeluk tubuh Shine yang agak basah akibat terkena air hujan, dan Shine bersusah payah tetap menahan ha*srat nya yang hampir di luar kendali,


"Sadar lah Moza ini hanya lah mimpi! ini hanya mimpi tak mungkin kak Arby berada di hadapan mu saat ini" batin Moza berucap, karena malam ini suasana yang Moza rasakan masih terhubung dengan mimpi yang baru saja ia alami.


"Aku tahu kak ini hanya lah sebuah mimpi, namun Moza gak berniat bangun dari mimpi ini kak. Moza harap malam ini kakak bisa mencintai Moza walau sebentar" bisik Moza pelan. Kenyataan nya Moza belum sadar seratus persen dari tidurnya sehingga ia mengganggap interaksi nya dengan Shine saat ini yang ia anggap sebagai Arby hanyalah bunga tidurnya.


Shine yang sadar hanya menjadi pelampiasan Moza memilih untuk segera melepas pelukannya terhadap Moza, namun tanpa di duga Moza malah menaut kan bibir nya kebibir Shine, sebelum pelukan itu terlepas sempurna.

__ADS_1


Moza dengan lembut mengecap bibir Shine yang terasa manis untuknya, suasana remang malam itu membuat Moza tidak dapat melihat jelas orang yang kini ada di hadapannya.


Ciuman itu semakin dalam dan memburu bahkan Shine pun mulai membalas lebih ciuman itu lebih panas.


Dan dengan perlahan Shine menarik tuas kursi Moza, hingga posisi berbaring.


"Sepertinya malam ini akan sulit untuk ku melepaskan kan kamu Moza. kau yang memulainya duluan maka aku akan memberikan apa yang kau minta" bisik Shine yang sudah terbakar api gak*rah.


Ia tidak lagi perduli bahwa kini ia hanya pria lain di mata sang istri, obat pera*ngsang yang di berikan Arby pada minumannya membuat logika Shine seakan terkalahkan oleh naf*sunya.


Tangan Shine mulai menjelajah setiap lekuk tubuh sang istri, bahkan perlahan tangan itu mulai membuka pengait baju Sabrina yang Moza pakai,


"Ehm"


"I love you my Arby " ucap Moza yang sudah terbakar gai*rah.


Namun Shine tak lagi perduli dengan panggilan Moza terhadap dirinya, dan kini pria itu tengah sibuk membuat warna merah di setiap bagian tub*uh sang istri.


Perlahan dengan pasti naluri pria nya membuat Shine mulai melecuti semua pakaian sang istri yang ia anggap sebagai penghalang, hingga kini tubuh Moza sudah tampak polos.


Sedangkan Shine yang sudah di mabuk kepayang hanya membuka bagian kemejanya saja, serta sebagain celana panjang nya yang di buka setengah.


Saat ini senjata apinya sudah tampak berdiri dengan gagah nya dan siap bertempur melawan musuhnya yang kini sudah ada di depan mata.

__ADS_1


lenguhan demi lenguhan dari bibir Moza membuat Shine semakin menggila, saat Moza telah mencapai kepuasan pertamanya. Shine pun langsung mengarah kan senjata nya ke arah titik bawah Moza,


"Agh..."


Moza menahan rasa perih pada bagian intinya yang terasa seperti terluka saat Shine berhasil masuk lebih dalam ke sarang surgawi milik Moza.


"argh, sakit kak, tolong perlahan kak" rintih Moza di telinga Shine,


Shine kembali mencium bi*bir Moza untuk meningkatkan ga*irah sang istri, bahkan tangan dan juga bibir Shine secara bergantian mengul**um dan menj***t Bagain dada Moza yang terlihat menantang di hadapannya.


Kegiatan itu berlangsung tidak cukup lama, karena Shine yang baru pertama kali merasakan kenikmatan itu langsung menembakan peluru nya jauh di dalam inti Moza.


Hingga ia pun menjatuhkan tubuhnya di kursi nya sendiri.


Moza yang kelahan setelah beberapa kali pelepasannya saat forplay memilih untuk memejamkan matanya, dan tertidur kembali.


"Argh" teriak Shine sambil memukul kemudinya cukup keras. Ada penyesalan yang ia rasakan setelah melakukan hubungan yang tak seharusnya ia lakukan kepada istri yang tidak ia cintai.


"Arby!! aku akan membuat kau menanggung akibatnya" sinis Shine,


Shien pun akhirnya memilih untuk segera pulang ke apartment nya, setelah membantu Moza memakai kembali pakaiannya yang sedikit terkena noda darah per*awannya sendiri.


Penyelasan Shine semakin dalam melihat hal itu. Namun kejadian malam ini tak mengurungkan niatnya untuk tetap menceraikan Moza suatu saat nanti.

__ADS_1


Bersambung...🧐


__ADS_2