Demi mendapatkan cinta Arby aku rela menikahi adiknya

Demi mendapatkan cinta Arby aku rela menikahi adiknya
Bayangan nakal tentang Moza


__ADS_3

Malam ini Shien akhirnya kembali pulang ke apartment nya. Setelah berbincang dengan Moza sore tadi membuat hati Shine mulai tidak tenang.


Selama di mobil wajah Shine selalu saja tertekuk dengan penampilan yang aut-autan membuat penampilan dirinya yang biasa nya maskulin terlihat tak terawat.


Dan wajahnya semakin terlihat murka saat melihat keadaan apartment nya yang berubah bagaikan neraka, terlihat beberapa pasang sepatu Moza yang ditaruh tidak pada tempatnya serta ada beberapa bekas makanan yang dibiarkan berserakan di atas meja hingga di lantai.


"Owh God, dia membuat rumah ku menjadi seperti kandang hewan!! " dumelan Shine tampak di bibirnya yang komat kamit.


"MOZA--"Teriak Shine dari ruang utama.


"Moza"


Dengan langkah lebar Shine berjalan menuju sebuah sumber suara yang ia yakini ada keberadaan Moza di sana.


Sesampainya di dapur tiba-tiba kaki nya langsung terhenti dan mulut terasa Sulit untuk menutup, ketika Shien di kejutkan dengan penampakan yang menakjubkan di dalam dapur apartment miliknya.


"SHI**** apa dia sengaja menggoda ku" batin Shine sambil terus menatap ke arah Moza yang tengah memakai sebuah kaos kebesaran berwarna putih yang lumayan tipis hingga sepanjang di atas pahanya dan gadis itu terlihat tanpa memakai bawahan tengah mengaduk-aduk makanan yang ia masak.


"Apa yang ada di pikirannya! bisa-bisa nya gadis itu tel**njang di dapurku. bagaimana jika ada pria lain yang masuk ke sini!" ucap Shine di dalam hati. Padahal memang tidak ada orang yang akan masuk ke dalam apartment Shane selain dirinya ataupun art yang ia pekerjakan sewaktu-waktu.


Moza yang belum sadar dengan kehadiran Shine masih asik dengan kegiatannya, sambil mendengarkan sebuah lagu dari k pop kesukaannya melalui earphone yang terpasang di telinganya.


Moza yang telah berdamai dengan takdir cintanya saat ini ingin kembali menjadi Moza yang dulu, yang periang, ceria dan tanpa beban.


Namun ia lupa dengan seekor singa yang haus akan sentuhan dan kasih sayang juga berada satu atap dengan dirinya. Sebab kelamaan di tinggal oleh Shine sendiri di apartment membuat Moza berfikir Shine tidak akan suka melihat dirinya sejak hari kejadian itu dan meyakini bahwa Shine tidak akan kembali lagi ke apartment sebelum mereka berpisah.

__ADS_1


Sehingga Moza dengan percaya dirinya yang tinggi melakukan apapun yang ia sukai dengan bebas.


Shine masih terpaku pada posisinya, hingga tak berapa lama tiba-tiba sepasang tangan tengah mengge**rayangi tubuh kekarnya.


Cuim*an-cium*an mesra ia rasakan berhembus di sekitar lehernya, dari belakang.


Sesekali gif*gitan kecil ia rasakan di telinganya. sentuhan demi sentuhan yang Shine rasakan membuat tubuhnya sekita bereaksi, ia mulai menarik pinggang wanitanya dan langsung menyambar bibir se*xy berwarna merah muda yang selama ini ia rindukan.


Ciu*man itu terasa begitu meng"gairahkan, Shine lebih memperdalam ci*Uman hingga sebelah tangannya telah berada di dalam kaos putih milik Moza, jari-jari besar itu pun tak berhenti menelusuri setiap inci bagian punggung sang wanita. Tangan sebelah nya juga tak berhenti mer**emas dada kembar yang berada di hadapannya.


Sungguh surga dunia yang sangat ia rindukan. saat merasa kehabisan nafas Moza mendorong tubuh Shine cukup kuat.


"Argh--" teriak Shine kesal.


"Halo--"


" Shine"


Moza masih berusaha menyadarkan Shine yang terlihat masih mematung.


"SHI****" Ucap shine, yang akhirnya tersadar dari bayangan indahnya.


Shine merasa malu saat senjatanya bergerak dari dalam sarungnya karena khayalan liar nya tentang Moza.


Tanpa bicara Shine yang merasa tertangkap basah memilih untuk segera masuk kedalam kamarnya,

__ADS_1


"Bark" ia membanting pintu kamarnya dengan sangat kuat


Moza yang merasa kaget hanya bisa mengelus dadanya,


"Kenapa dengan nya? memang apa kesalahan ku" ucap Moza emosi, dengan mulut yang terbuka sembari menghembuskan nafas nya kasar.


Dengan perut yang sudah sangat keroncongan membuat Moza segera melahap makanannya untuk meredakan emosinya yang telah terpancing oleh ulah Shine.


"Kau kira aku suka dengan mu!! halo... aku tidak suka dengan mu Shien, kita sama ok. jadi jangan sok berlagak dihadapan ku. kalau kau tidak suka dengan keberadaan ku, maka aku akan pergi. jadi tolong jangan memperlihatkan ketidak sukaan mu itu langsung dihadapanku." Teriak Moza sambil memasukan makannya ke dalam mulutnya.


Moza menyalah artikan tindakan yang baru saja ia lihat mulai dari Ucapan kasar yang keluar dari mulut Shine serta bantingan pintu karena sapaan ramah terhadap Shine. Membuat Moza yakin keberadaannya sudah sangat tidak diingikan Shine.


Saat Moza sibuk dengan teriakannya di meja makan, membuat Shine pitam kali ini ia tidak akan lagi memberikan kesempatan Moza untuk berbicara. Ia pun mulai keluar dari dalam kamarnya dengan hanya memakai sebuah boxer untuk menutup bagian bawahnya.


Dengan langkah lebar Shine berjalan menuju Moza, yang masih terus mengunyah makanannya.


Di kursi itu Moza terlihat cukup shok dan cemas dengan tampilan Shien yang terlihat ingin memakannya.


"Owh astaga, sepertinya dia sangat marah kepadaku! owh God ku serahkan hidup dan matiku kepadamu." Pasrah Moza.


Jiwa dan raga Shune yang begitu menginginkan Moza membuat Shine tak lagi memikirkan gengsinya karena yang ia inginkan saat ini adalah mewujudkan bayangannya yang tadi sempat ia lakukan bersama Moza.


"Cup"


Bersambung...✍️✍️

__ADS_1


__ADS_2