
Malam ini Shien kembali menginap di cafe nya, setelah seharian bekerja hari ini Shien ingin sedikit merilekskan tubuh nya dengan mengikuti gym yang terletak tepat di samping cafe miliknya.
Bayang-bayang Moza selalu mengisi seluruh kepalanya, dari pagi,siang, sore hingga malam semua yang Shine lakukan tak lepas dari memikirkan Moza.
"Astaga! kenapa hanya Moza yang tanpa busana selalu berada di dalam otakku? apa aku ini sudah gila? Owh God kurasa menjauhi Moza saat ini adalah hal yang tepat" Ucap Shien saat tengah berada di dalam toilet salah satu gym yang cukup besar di kota P.
Shien yang mulai terpikat oleh Moza mencoba untuk lari dari kenyataan, janjinya kepada seorang wanita di masa lampau membuat Shine harus menghapus nama Moza di fikirannya.
Walau ia merasa memiliki hak atas diri Moza namun Shien yang sudah puas dengan pergulatan nya semalam merasa enggan mengulangi nya kembali.
Walau terkesan habis manis sepah di buang Shane pun tidak merasa bersalah akan perbuatannya terhadap Moza. karena yang ia tahu Moza lah yang ingin menikah dengan dirinya dan mencoba memanfaatkan peluang untuk dekat dengan Arby, maka dirinya pun merasa berhak atas diri istrinya itu.
*
Ditempat lain Moza bersungut kecewa melihat tingkah Shine yang kembali tidak pulang ke rumah mereka.
"Argh-- kenapa aku harus pusing memikirkan dia. Memang kakak beradik itu sama aja
manis dimulut. Terutama kau Shien! jangan harap kau bisa kembali menyentuhku! aku benci kau Shien!" teriak Moza sembari menahan sesak di dadanya.
"dirt--dirt"
Suara getaran dari hape Moza mengalihkan pikirannya saat ini, saat melihat nama Alya di hp nya Moza dengan cepat mengangkat hp nya.
"Halo Al?"
"Halo Za, sori gue ganggu malam-malam gini, tapi gue lupa Za bilang sama lu tadi siang"
__ADS_1
"Bilang apa Al?" tanya Moza penasaran
"gini loh Za kakak sepupu gue kan baru aja balik dr negara S, terus dia ngundang gue sama para sepupu gue buat makan-makan di MCT mall"
"Terus?? Moza seakan bisa menebak pikiran sang sahabat yang telah menemaninya selama beberapa tahun belakangan ini.
"Haha-- please Za, Lo bisa kan?" jawab Alya gembira karena ia tahu Moza tidak pernah menolak permintaan tolong nya.
"Ok Al, gue temani Lo." jawab Moza dengan senang hati, karena Moza pun merasa bosan berada sendiri di apartment
"Yes-- Lo memang best friend sejati gue"
"Tapi-- pulang nya gue langsung nginap di kos lu ya Al" ucap Moza sendu.
"H-- boleh banget, gue jadi gak kesepian. kita bisa ngafal anatomi bareng Za" Cetus Alya.
"Oke sip, gue matiin. gue jemput lu 30 menit ready ya..bye"
Jika bisa memilih Moza ingin kembali pulang kerumahnya, dan kembali menikmati kasih sayang dari kedua orangtuanya, walau sang mama selalu cerewet terhadap dirinya namun hal itu lah yang membuat Moza semakin rindu kelurganya. Tapi saat ini Moza tidak bisa memilih, akibat tindakan bodoh yang ia pilih dan hasilnya kini malah ia tambah tersakiti.
Di dalam sebuah mall yang cukup megah di kota P akhirnya Moza dan Alya telah sampai, mereka berjalan sambil merencanakan beberapa kegiatan yang akan mereka lakukan selama Moza menginap di kos Alya.
Hingga tak berapa lama mereka pun tiba di salah satu restoran siap saji yang ada di mall tersebut.
"Al--" Teriak salah seorang pria tampan dari salah satu meja makan di dalam restoran.
"Kak Damar--" Teriak Alya, ia pun langsung berhambur memeluk tubuh kakak sepupunya itu,
__ADS_1
"Wah buk dokter akhirnya tiba juga, akhirnya kita bisa segera order" celetuk seorang sepupu Alya bernama Dimas.
"Kamu apa kabar Al?" Damar masih memeluk tubuh adik sepupunya itu, namun matanya tak lepas menatap sosok Moza yang tengah berdiri di samping Alya,
"Im ok kak"
"Btw, siapa nih cewek cantik yang di sebelah kamu Al?" teriak Ardan adik dari Damar.
"Owh iya sampai lupa, kenalin sahabat aku, namanya Moza" tunjuk Alya ke arah Moza.
Dan Moza pun bersalaman dengan 3 orang sepupu dari Alya sambil menyebutkan namanya.
Dan mereka berlima pun mulai memesan makanan yang di inginkan, Damar yang terpesona pada pandangan pertama terhadap Moza tanpa sungkan menunjukan ketertarikan nya terhadap gadis cantik itu,
"Moza mau nambah? tanya Damar saat melihat makanan Moza yang hampir habis.
"Makasih tapi aku sudah kenyang" jawab Moza sekenanya sembari tersenyum tipis.
Dan perbincangan pun terus berlanjut terlihat ketiga pria tersebut saling adu skill untuk mendapat kan perhatian dari Moza.
Dan tanpa sadar secara bersamaan Shine yang baru saja selesai membeli sebuah baju yang akan ia pakai untuk peresmian salah satu cafenya besok pagi tanpa sengaja melihat kehadiran Moza di sana, dengan wajah serta postur tubuh Moza yang ideal membuat gadis itu terlihat mencolok, sehingga beberapa mata pria tak lepas memandang kecantikan alami yang Moza miliki.
"Moza!! " Shine langsung memandang ke arah arloji yang ia pakai kini menunjukan pukul 21:38.
"Ngapain dia malam-malam masih di sini, apa dia lupa kalau sudah menikah. Seharusnya dia minta izin kalau keluar rumah". ketus Shine yang terlihat marah saat melihat ada beberapa orang pria di sekitar Moza yang tampak tersenyum kepada istri cantiknya itu.
Tanpa ragu dengan mengepal kan kedua tangannya, Shien yang terbakar api cemburu berjalan menuju restoran di mana Moza berada.
__ADS_1
"Moza"
Bersambung..