
Keesokan hari nya Moza keluar kamar dengan kedua mata nya yang bengkak. Hampir dua minggu ini Moza selalu menangis meratapi nasib nya yang menyedihkan, kehidupan pernikahannya dengan Shine pun menjadi abu-abu, tidak seperti pernikahan lainnya bahkan sejak hari itu keduanya sudah tidak pernah lagi bertemu.
Terkadang Shine lebih memilih untuk tidur di office salah satu kafe miliknya, ia tampak sangat menghindari Moza.
Hal itu ia lakukan bukanlah tanpa sengaja namun itu semua karena prinsipnya yang kini seolah telah melenceng dari jalurnya.
Hampir setiap saat otak Shine Kini hanya di penuhi dengan kejadian malam itu. Sebagai seorang pria normal, terkadang Shine menginginkan untuk bisa menyentuh Moza kembali.
"Jho! Jhony--" teriak Shien kepada salah satu kariwan kepercayaannya.
"Iya pak?" Jhony yang hari ini sudah 10 kali bolak balik ke ruangan Shien kembali mendapatkan panggilan.
"Ini maksudnya apa? kenapa banyak pelanggan yang tidak puas dengan cafe yang di cempaka?" amuk Shine kembali.
"Hmm, bukannya itu sudah kita bahas dua hari yang lalu ya pak? dan sekarang cafe itu udah berjalan yang semestinya, bahkan hari ini omset nya udah naik 8 % persen dari hari kemarin" Jhony memberikan laporan terbaru yang sengaja telah ia print sebelumnya.
Shine mengambil nya dari tangan Jhony dan kembali membaca hasil laporan dengan sangat detail,
"Baiklah kamu bisa keluar"
"Hmm baik pak, tapi " jawab Jhony dengan penuh keraguan.
__ADS_1
"Boleh saya bawa semua hasil laporan yang kemarin-kemarin pak, akan saya masuk kan di arsip"
Jhony tidak lagi mau kecolongan dengan amukan Shine yang beberapa Minggu ini selalu terjadi tanpa jeda.
"Ehem" jawab nya singkat.
Saat ini Shine memang mewajibkan kariawan nya untuk melaporkan hasil pemasukan dan memo restoran setiap hari, tidak seperti sebelumnya yang hanya wajib di laporkan 1 Minggu sekali.
*
Moza menaiki kendaraannya seusai mata kuliahnya berakhir. hari ini dia ingin kembali bangkit dan tidak ingin menangis lagi, setelah panjang lebar ia bercerita kepada Auliya sang sahabat, membuat Moza sadar bahwa hidup bukan hanya untuk cinta. Mulai hari ini Moza akhirnya menyerah terhadap cintanya kepada Arby, dan ia tidak lagi percaya dengan yang nama nya cinta.
ia ingin menutup hatinya dari pria manapun. Dan bertekad untuk bisa hidup sendiri tanpa seorang pria,
*
Setibanya dan parkiran cafe Moza sedikit kerepotan memarkirkan mobilnya karena situasi cafe yang sangat ramai pengunjung di sore hari ini.
Moza akhirnya memutuskan untuk parkir di bahu jalan, gadis cantik itu pun mulai keluar dari mobil dan berjalan menuju cafe. Tapi semakin dekat dengan pintu masuk cafe membuat jantung Moza semakin tak karuan, dia tidak tahu pasti apa yang membuat jantung nya tidak bisa tenang seperti sebelumnya.
Hingga gadis itu memperlambat langkahnya, dan cukup lama ia berdiam diri di samping pintu masuk cafe, hingga beberapa menit terlewati Moza akhirnya mulai memberanikan diri untuk masuk.
__ADS_1
"Kriet"
Sesampainya di dalam cafe tiba-tiba ia di kagetkan dengan kehadiran Shine yang berdiri tepat di depan pintu kafe tempat nya berdiri saat ini.
"Shine? Hay" Sapa Moza dengan sedikit terbata.
Shine yang awalnya sengaja ingin mengintip kedatangan Moza seperti sedang tertangkap tangan, ketika melihat Moza kini sudah berada di hadapannya.
Sebelumnya Shine melihat kedatangan Moza melalui sisi tv yang tersambung di ruang pribadinya. Entah kenapa saat ini ia merasakan ribuan kupu-kupu mengelilingi kepalanya setelah dua Minggu ini mengalami stres yang berkepanjangan.
Cukup lama ia menantikan Moza untuk menemuinya namun hampir 10 menit wanita itu tak kunjung masuk dan terlihat ragu-ragu di posisinya.
Hingga Shine menjadi tak sabar untuk menunggu Moza ia pun memutuskan untuk mengintip sekaligus melihat apa yang tengah Moza lakukan diluar cafe nya.
"Hmm" jawab Shien yang tampak sudah salah tingkah, sambil menggaruk tengkuknya yang tidak gatal.
Cukup lama kedua insan itu berdiri dan saling manatap, hingga kehadiran Jhony membuyarkan semuanya.
"Selamat sore nona cantik mari silakan masuk, kami akan mem--" belum sempat Jhony menyelesaikan ucapannya Shine langsung menggenggam tangan Moza dan menarik nya masuk ke dalam ruang pribadinya.
Mereka berdua berlalu di hadapan Jhony, dan kedua mata elang milik shine menatap tajam ke arah Jhony yang tampak tengah tersenyum ke arah Moza sang istri.
__ADS_1
"Owh astaga, apalagi kesalahan yang telah aku buat kenapa tatapan bos besar seperti ingin memakan ku hidup-hidup" ucap Jhony sembari menelan saliva nya.
Bersambung ...🤗