
Tanpa terasa jam telah menunjukan pukul 08:00 tepat, dan tampak para kerabat dekat Moza telah padat memenuhi tenda yang dipersiapkan oleh tim WO yang mereka sewa.
Di dalam kamarnya Moza telah siap dengan sebuah kebaya berwarna krem dengan taburan kowalski di beberapa bagian baju.
Moza terlihat begitu mempesona, karena dalam keseharian nya ia hampir tidak pernah berdandan, dan pagi ini di hari spesialnya Moza terlihat berbeda.
Dari kejauhan tampak rombongan keluarga Shine sedang bersiap jalan menuju kediaman Moza yang berada di sebrang rumah mereka,
Rombongan depan tampak Shine yang di apit oleh kedua orang tuanya, sedangkan beberapa kerabat mereka bersusun mengikuti dari belakang dengan menggunakan pakaian seragam berwarna kombinasi maroon dan gold membuat pagi itu semakin berwarna.
"Degh"
Tiba-tiba Jantung Moza berdetak lebih kencang saat melihat ke arah sosok pria yang ia cintai menyelip di antara para rombongan calon suaminya.
"Kak Arby akhirnya aku bisa melihat kamu lagi kak"
Mata Moza berbinar saat tak sengaja kedua mata mereka saling bertemu, Moza menatap dengan penuh cinta dan kerinduan namun berbanding terbalik dengan Arby, pria itu langsung membuang muka nya dan berpindah posisi mundur ke belakang tepat di samping sang istri, bahkan tanpa ragu ia langsung menggandeng mesra tangan Angle sembari mencium tangan sang istri yang tengah ia genggam.
"Huft--- dasar perempuan perebut calon suami orang!! harus nya aku yang di sana saat ini!!"
Moza yang kecewa langsung mengepal tangan nya serta memalingkan wajah nya kebawah. Tampak gurat kesedihan dari wajah cantik nya,
"Ya ampun Moza lo cantik banget!!"
Alia yang baru tiba di rumah Moza begitu pangling saat melihat sahabat baiknya itu tengah berdiri di tepi tangga dengan penampilan yang begitu cantik dengan kebaya serta riasan pengantin yang terlihat sempurna.
Gadis berambut sebahu itu langsung memeluk tubuh Moza dari samping.
Sejujurnya Alia merasa tidak percaya dengan pernikahan Moza yang akhirnya bertaut kepada pria yang sempat ia taksir, namun setelah mendengar penjelasan yang tidak masuk akal dari Moza akhirnya Alia pun mendukung rencana gila sahabatnya itu.
Namun sejujurnya ia tidak seratus persen mendukung rencana tidak masuk akal Moza untuk mendapatkan Arby, namun setelah melihat kondisi mental Moza yang sangat labil akhir-akhir ini membuat Alia pun pasrah dengan keputusan sahabatnya itu.
Dan kedatangan Alia hari itu membuat Moza seketika senang kembali, ia memang sedang membutuhkan sahabatnya saat ini.
"Makasih ya Al, akhirnya Lo datang juga, gue kira Lo bakal gak datang!!"
Moza membalas hangat pelukan sahabatnya itu.
__ADS_1
"Gue pasti datang lah, ini kan momen penting buat sahabat gue tersayang, masa gue gak datang, ya walau gue telat karena gue harus nemani nenek gue dulu di RS, sorry semalam gue gak bisa nginap di rumah Lo ya Za"
"Heem, gue ngerti kondisi Lo saat ini, gue maklum kok, makasih pokonya, karena Lo udah mau luangin waktu Lo untuk gue"
Dalam pelukan Alia tiba-tiba saja tanpa sadar Moza meneteskan air matanya, saat ini ia merasa begitu sedih dan keraguan kembali menyeruak di pikirannya.
"Ya udah deh terserah Lo aja! calon pengantin pokonya harus happy hari ini"
Alia pun melepaskan pelukan nya dari tubuh Moza, namun ia di kaget kan dengan tangisan Moza yang menganak sungai.
"Moza Lo kok nangis? aduh hilang deh riasan Lo, aduh Za, itu calon laki Lo udah mulai jalan ke sini, masa Lo pakai drama nangis sih Za"
"Hiks"
Moza kembali meraung dan kembali memeluk erat tubuh Alia, hingga membuat sanggul rambutnya sedikit kacau.
"Ya ampun Za itu Shane udah jalan ke sini loh"
Dengan perasaan ketar-ketir Alia memutuskan untuk membawa sahabatnya itu kembali masuk ke dalam kamar Moza di mana sang MUA berada.
***
Setelah melalui banyak drama yang panjang akhirnya pernikahan Moza dan Shien pun telah berlangsung khidmat.
Berbanding terbalik dengan para tamu yang terlihat saling membaur siang itu, Shien dan Moza pasangan pengantin baru itu tidak saling berbicara sepatah kata pun, keduanya hanya sibuk menyalami para tamu tanpa ada ekspresi kebahagiaan tergambar di wajah mereka, sesekali Moza terlihat mencuri pandang ke arah Arby sang kakak ipar yang tampak tengah di sibukkan dengan beberapa sahabat nya yang datang.
Sedangkan Shine entah lah tak ada yang tahu apa yang tengah pria dingin itu firkir kan.
Di sisi lain mama Moza yang merasa kelelahan setelah drama paginya tadi memilih untuk meninggalkan pesta ia pun rehat di dalam kamarnya.
Setelah acara pesta tersebut berakhir pada malam harinya Moza tengah berada di dalam kamar nya yang sudah di hias bak kamar pengantin, dia sama sekali tidak merasa kesulitan saat membuka gaun pengantin yang tadi ia pakai saat pesta.
Ia pun sesegera mungkin membersihkan tubuhnya yang sudah terasa sangat lengket.
percikan air yang membasahi tubuhnya seakan memiliki magic yang mampu meningkatkan mood nya yang sedari tadi buruk.
"Huft, akhirnya bisa mandi juga, rasanya lelah dan pegalnya tubuh ini terbayar sudah, kalau bisa milih gue cuma mau nikah sekali aja"
Tanpa sadar akan ucapannya Moza merasa tetap ingin berlama-lama saja berada di bawah guyuran shower yang terasa menyegarkan.
__ADS_1
"Shien kamu mau kemana?"
Mama Maya langsung menegur Shien yang tampak mengikuti langkah nya menuju rumah mereka.
"Ya pulang lah ma"
Dengan santai Shien menjawab pertanyaan sang mama tanpa menghentikan langkahnya menuju rumah mereka yang ada di sebrang.
"Stop!! kamu kalau mau pulang ke rumah harus bawa istri kamu! kalau sendiri aja maaf mama gak bisa terima kamu di rumah!"
Mama Maya mengangkat tangannya sebatas dada Shien,
"Apaan sih ma, bukanya Shien anak mama masa harus pakai di karang-karang kaya gini!"
"Shien Abraham ingat sejak pagi tadi kamu itu sudah menjadi seorang suami, jadi Moza istri kamu itu tanggung jawab kamu. So, ayo kamu balik ke rumah Moza"
"Kok ribet banget sih ma! mending juga gak nikah!" dengan ketus Shien menjawab ucapan mamanya.
"Bugh"
Mama Maya langsung memukul pundak Shien cukup kuat hingga membuat pemuda itu lumayan meringis.
"Kalau ngomong itu jangan asal! ingat ya mama gak mau dengar kamu berkata seperti itu lagi, "
Ingat Shein pernikahan itu sesuatu yang sakral dan bukan maianan jadi jangan pernah menyepelekannya, mama tau kamu belum bisa mencintai Moza, tapi mama yakin lama-kelamaan kamu akan merasakan cinta itu merasuk dihati kamu, mama sangat berharap sama kamu Shien, mama pingin kamu bisa bertanggung jawab terhadap istri kamu, kaya papa bertanggung jawab atas mama dan kalian berdua, namun sekarang lepas sudah tanggung jawab papa dan mama atas kamu dan Arby karena saat ini kalian sudah menikah. dan tanggung jawab itu sekarang kalian berdua yang emban atas keluarga kecil kalian, di mulai tanggung jawab atas istri kalian masing-masing "
Raut mama Maya seketika berubah sedih,
"Maaf kan mama Shain tapi mulai malam ini di mana pun kamu berada maka di situ ada Moza!"
"Ha? gak mungkin lah ma!" Shine kembali terkejut mendengar kalimat tak masuk akal dari mulut mamanya.
"Apa nya yang gak mungkin Shien? pokonya mama akan atur semuanya, jadi kamu gak perlu galau, mama akan lakukan apapun demi kebaikan kamu, no debat ok!!"
"Tapi ma,ini gila!!!"
"shut" Mama Maya menutup mulut Shien dengan telapak tangannya, ia pun terpaksa mendorong paksa tubuh tegap Shien kembali menuju ke rumah Moza,
Akankah cinta bertaut diantara keduanya? ataukah mereka akan mendapatkan cinta nya masing-masing, Moza dan Arby serta Shien dan Anggara?
__ADS_1
Siapakah kah sosok Anggara sebenarnya?
Tunggu kelanjutannya...😇