Demi mendapatkan cinta Arby aku rela menikahi adiknya

Demi mendapatkan cinta Arby aku rela menikahi adiknya
Mari kita berpisah


__ADS_3

Shine mengajak Moza untuk masuk keruangannya, dia bisa melihat banyak perubahan yang yang terjadi pada diri Moza setelah hampir 2 minggu mereka tidak bertemu,


"Cantik.."


Mereka berdua tampak saling salah tingkah, namun Shine yang memiliki tingkat kesombongan di atas rata-rata kembali ke mode aslinya,


"Kamu ngapain kesini?" ucap Shien datar.


Mendengar suara ketus dari bibir Shine membuat mood Moza yang tadinya baik berubah datar.


"Tentu aku ada perlu makanya datang kemari. Tapi bisa gak lepas ini dulu" Moza menggoyangkan tangannya yang masih berada di dalam genggaman Shane.


"A... iya maaf "


Shine melepaskan genggaman tangan Moza dari dirinya.


"Sial kenapa aku bisa nyaman dengan tangannya"


"Ehm, sebenarnya aku ke sini karena aku mau minta cerai dari kamu. Kaya nya pernikahan ini memang tidak bisa di lanjutkan lagi, maaf karena aku udah salah" ucap Moza sembari mengukir senyum samar di bibirnya.

__ADS_1


"A--pa c-e-r-a-i, ? tidak," Jawab Shine tegas .


"Aku tidak akan menceraikan kamu setelah semua yang terjadi di antara kita. gak mungkin aku nelantarin kamu dan calon anak kita. Aku pria yang tak bisa lepas dari tanggung jawab" Jawab Shane dengan emosi.


"Maksud kamu apa Shien? siapa yang hamil, aku tidak hamil Shien. Dan buat aku tidak masalah kalau saat ini aku tidak virgin lagi. Karena aku udah putuskan untuk tidak akan menikah dengan siapa pun setelah kita pisah. Dan aku melepas virgin ku dengan suami ku sendiri. jadi bukannya itu wajar" jawab Moza santai.


"Kenapa sih kamu ngotot minta pisah dari aku. Ya mungkin sekarang kamu mungkin belum hamil. tapi gimana kalau nanti kami hamil.aku tidak mau anak ku tidak punya ayah" ucap Shine sembari tersenyum di dalam hati, setelah mendengar kalimat terakhir dari mulut Moza.


Tiba-tiba tersembur tawa dari bibir Moza saat berkali-kali mendengar kata hamil dari mulut Shine,


"Kenapa kamu ketawa? ada yang lucu?" ketus Shine.


"Tentu aku mau, aku sudah siap menjadi ay--"


Ucapan Shine terputus saat ia sadar bahwa Moza tengah mengejeknya.


"Kenapa berhenti. Sudah lah Shine jangan buat semuanya jadi ribet. toh kalau aku hamil, aku bakal ngejaga bayi aku sendiri. Aku gak akan menyulitkan kamu. Kamu bisa menikah dengan wanita yang kami cintai. aku tidak akan mengusik kehidupan kamu" Jawab Moza panjang lebar.


Seharusnya Shine senang dengan jawaban Moza karena memang itu lah harapannya, andai dulu Moza tak meminta orang tuanya untuk menikahkan dirinya dengan Moza, mungkin dia bisa langsung menjemput Reyna ke negaranya, dan menikahinya setelah ia wisuda bulan depan.

__ADS_1


Tapi entah kenapa Shine merasa tidak senang mendengar jawaban jujur dari mulut Moza.


"Aku tahu kau pasti bohong, kau takut aku tidak menerima dirimu dan bayi kita bukan. tapi kau salah karena aku bukan pria breng**sek yang tega meninggalkan keluarga ku" jawab Shien santai.


"Shine aku sedang tidak bercanda, aku tidak hamil. dan mari kita pisah." Jawab Moza dengan wajah yang lebih serius.


"Tidak Moza aku tidak akan menceraikan kamu sekarang atau kapan pun. dan jangan bahas ini lagi" ucap Shine tanpa ingin terbantah


"Tidak, aku akan tetap minta cerai dari kamu. keputusan ku sudah bulat Shien"


"No, Moza"


"Ok. kalau memang aku hamil kita batal cerai. Tapi jika aku tidak hamil maka kita pisah"


Dengan ragu Shien menatap Moza dengan tatapan tajam, Dia dengan harga dirinya memilih untuk mengiyakan atas pertanyaan Moza. Walau baginya kehamilan Moza bukan lah hal mutlak untuk nya pisah atau pun tidak dengan Moza.


"Baik aku setuju" Sebuah senyuman licik tersungging di bibirnya.


"Aku akan membuat mu hamil Moza, bukan kah aku suami mu. Dan aku berhak atas diri mu. tentu kau tak bisa menolak ku" batin Shien berucap.

__ADS_1


Bersambung...🤗


__ADS_2