Demi mendapatkan cinta Arby aku rela menikahi adiknya

Demi mendapatkan cinta Arby aku rela menikahi adiknya
Hadirnya masa lalu Shine


__ADS_3

"Hy-- Shine"


Dengan wajah datar Moza akhirnya berbasa basi untuk menyapa Shine yang sudah repot - repot datang untuk menjenguknya.


"Hy" Shine pun tampak begitu enggan untuk membalas sapaan dari Moza, membuat kedua mama mereka merasa kalau misi mereka saat ini akan gagal.


"Heh-he, singkat dan padat ya obrolan nya tapi mama yakin suatu saat nanti bakal nyambung antar Shine sama Moza, ya kan May?"


"Iya pasti dong, mungkin karena Shine sama Moza udah jarang ketemu jadi masih malu untuk cerita "


Tante Maya menimpali perkataan mama Moza uang terlihat canggung melihat interaksi keduanya.


"Lagian Shine juga baik nya, wajahnya gak jauh-jauh dari Arby, jadi pasti cepat nyambungnya.


"Uhuk--" Moza yang mendengar perkataan dari sang mama merasa tidak sependapat dengan hal itu, karena menurut nya Arby itu jauh lebih baik dari siapa pun, apalagi mengingat Shine yang bengkok sangat berbeda dengan Arby yang jantan dan maco di matanya.


"Hehe, iya Arby sama Shine itu sama kok, memang kaya kembar sifatnya"


Tante Maya berucap sembari menatap ke arah Shine yang juga tengah menatap dirinya, dari tatapan Shine ia dapat melihat ketidak setujuan Shine yang di samakan dengan sosok kakak sulungnya.


"Ma, Tante kaya nya aku harus undur diri dulu, karena aku ada mata kuliah jam 10"


Shine yang merasa jengah di tengah-tengah


obrolan memilih untuk segera undur diri, karena semakin lama, semakin tampak banyak kebohongan yang terjadi.


"Owh, iya-- iya silakan Shine, jangan bosan-bosan untuk datang lagi ya ke rumah Tante"


"Iya Tante, "


Dengan cepat Shine melangkahkan kakinya untuk sesegera mungkin keluar dari rumah milik keluarga Moza.


"Ya udah say, aku juga permisi dulu karena hari ini mau antar bekal ke kantor mas Pram"


"Iya, maksih ya udah datang lagi jenguk Moza, mana bawaannya banyak lagi, jadi gak enak"


Keduanya saling cepika cepika,


"Ih kaya sama siap aja, lagian ini gak merepotkan kalau untuk Moza"

__ADS_1


"Moza cepat sembuh ya,nanti main lagi kerumah Tante"


"Iya Tante, maksih ya tan"


"Sama-sama sayang" Setelah berpamitan pulang rumah Moza kembali sepi.


Setelah melihat kepergian sang mama dari kamar nya, Moza memutuskan untuk mencoba melihat pesan-pesan yang telah ia kirimkan kepada Arby sejak beberapa hari yang lalu.


"Hmm--, jangan kan di balas, diread pun tidak, dasar kak Arby jahat!!! jahat!! andai saja waktu itu dia gak sempat pakai pengaman, pasti aku bisa hamil anaknya dan kami berdua yang menikah!! bukan perempuan itu"


Moza kembali mencampakkan hape nya secara asal.


***


Hari pun berganti hari, sosok yang Moza rindukan tak juga kunjung dapat dia lihat, pagi ini setelah dua Minggu lamanya izin, akhirnya Moza kembali masuk kuliah lagi, dan hari itu menjadi hari yang paling sibuk untuknya karena begitu banyak mata kuliah yang ia tinggal kan selama ini, sehingga sejenak otak nya refresh dari bayang-bayang Arby.


Di sisi lain dirumah kediaman keluarga Arby saat ini sedang tampak kacau, sang mama Maya saat ini tidak sadarkan diri setelah beberapa saat yang lalu menerima sebuah paket yang ditujukan untuk Shine sang putra.


Sang suami pun begitu terlihat panik saat melihat istri nya tak sadarkan diri, ia pun memberikan aroma minyak kayu putih di hidung Maya sang istri.


"Uhuk--uhuk"


"Mama, kamu sudah sadar ma? mama kenapa bisa pingsan begini ma?"


"Pa---"


Maya tidak menjawab pertanyaan suaminya itu namun wanita kembali menangis.


"Ma, sebenarnya ada Maslah apa? kok tiba-tiba mama pingsan kaya gini?"


"Pa, kita harus nyelamati Shine, kita harus segera menikahkan Shine pa!! harus!!!"


Dengan terbata, Tante Maya mulai mengguncang-guncang tubuh papa Arby, sambil tak berhenti menangis.


"Tenang dulu ma? dan kenapa harus menikahkan --"


"Benar feeling mama selama ini pa, Shine suka nya sama---"


Mama Arby kembali manangis, saat melihat kado misterius yang ia buka pagi ini.

__ADS_1


"Ma, bicara dengan jelas, jangan bikin papa pusing gini ma"


"Ini pa, papa baca sendiri aja"


Tante Maya langsung memberikan sebuah kotak dengan pita pink dia atasnya, di atasnya ada sebuah kertas love kecil yang bertuliskan untuk Shine my love.


"Ma? ini kan untuk Shine, gak sopan mama membuka kado anak sendiri, gimana kalau dia marah ma"


"Udah deh papa buka aja!! kalau tadi mama enggak buka bisa-bisa kita terlambat nyelamati Shine pa"


Dengan hati-hati papa Arby mulai membuka kotak misterius tersebut dan seketika iapun mulai menutup mulutnya, betapa kagetnya sang papa saat melihat uraian tulisan kerinduan dan cinta dari seseorang bernama Anggara kepada putra bungsunya itu.


Bahkan di sana ada selembar foto Shine bersama sosok yang ia yakini sebagai Anggara saling berangkulan, sosok tersebut memiliki tubuh yang sedikit kurus dan lebih pendek dari Shine serta berpenampilan pria.


"Gimana pa? dia juga mencintai Shien sejak SMA pa, katanya 2 Minggu lagi dia mau balik ke negara I pa, di-a mau menj-awab pertanyaan Shine beberapa tahun silam, saat ini dia sudah bersedia menjadi pacar Shine pa--aaaa"


'Hiks" Tante Maya kembali menangis menerima kenyataan pahit tentang sang putra tercinta.


"Ini gak benar ma, kaya nya ini salah! mana mungkin anak papa seorang pria menyimpang ma!! ini pasti salah"


"Iya pa, mama juga berharap demikian!! tapi ini yang sebenarnya pa!!"


"Ya sudah ma, papa setuju untuk menikahkan Shine dengan seorang perempuan tulen, kita harus menyembuhkan penyakit Shine ma"


"Iya pa, mama setuju tapi dengan siapa pa"


Keduanya saling berpikir dan melemparkan pandangan.


"Moza" keduanya berucap secara serempak.


"Tapi apa dia mau ma? dan gimana dengan orang tuanya tahu keadaan Shien "


"Papa tenang aja, aku pastikan mereka pasti setuju,lagian aku juga yakin Moza bisa membantu Shine untuk sembuh! Karena Moza itu cantik dan baik jadi gak akan susah untuk seorang pria jatuh cinta kepada nya, termasuk pria yang menyimpang kaya Shien."


"Benar juga sih ma, papa juga akan melarang Shien untuk tinggal di luar rumah"


"Mama setuju pa"


"Dan kotak ini akan mama bakar, mama gak akan membiarkan pria itu menemukan putra kita"

__ADS_1


Kedua pasangan itu saling berpegangan tangan untuk menguatkan hati mereka yang terluka tapi tak berdarah.


Bersambung...🤗🤗


__ADS_2