Dendam Sang Mantan Suami

Dendam Sang Mantan Suami
Andrey yang berbahaya


__ADS_3

"Eddie, boleh aku bertanya sesuatu padamu?" tanya Rigel begitu dia telah mendapati Eddie yang duduk di kursi kerjanya sendiri.


Rigel baru saja datang ke kantornya pagi ini, dan begitu mendapati Eddie sedang terduduk, dia lantas terpikirkan satu hal yang telah mengganggu pikirannya. Membuat Rigel memutuskan untuk menghampiri Eddie dan berniat menanyakan sesuatu untuk memastikan pada pria itu.


"Mau bertanya apa, Tuan?" tanya Eddie heran sendiri.


Saat suasana seperti ini, Eddie malah tidak enak sendiri. Terasa seperti dia sedang diinterogasi atau semacamnya. Dimana dia akan diberikan pertanyaan-pertanyaan yang akan mendesaknya. Sedikitnya, Eddie memang cukup khawatir kalau Rigel akan memberikan pertanyaan yang sulit untuk dia jawab.


"Sebentar, sebelum aku bicara sebaiknya aku beritahukan padamu dulu. Berhenti memanggilku dengan sebutan 'Tuan'. Kau bisa memanggil namaku saja sebagaimana aku memanggil namamu. Aku tidak ingin suasana di sini terlalu formal," ujar Rigel mencoba memberikan pengertian pada Eddie.


Eddie sempat mengernyit heran. Ini kali pertama dia menemukan seorang yang memimpin sebuah pekerjaan bersamanya yang tidak ingin dipanggil dengan panggilan seperti itu dan malah ingin dipanggil dengan namanya. "Tapi—"


"Aku tak masalah. Jangan khawatir," ucap Rigel pada Eddie yang belum selesai mengatakan apa pun.


Lantas, hal itu membuat Eddie juga mau tak mau menganggukkan kepalanya. Ada sedikit nilai lebih yang telah dia berikan pada Rigel. Saat sebelumnya dia sempat berpikir jika Rigel mungkin akan menyusahkannya dan membuatnya kesal saja.


"Baiklah. Jadi apa pertanyaannya?" tanya Eddie kemudian. Berusaha mengalihkan pembicaraan mereka.


Mengambil tempat untuk terduduk di hadapan Eddie, kini Rigel sudah menunjukan raut wajah seriusnya. "Kau tahu Andrey? Atau mengetahui beberapa hal tentang pria itu?"


Bukannya segera menjawab pertanyaan yang telah diberikan oleh Rigel, kini Eddie malah menunjukan raut wajah terkejutnya. Dia bahkan sudah menggigit bibirnya sendiri dan menggaruk pelipisnya yang bahkan tidak gatal sama sekali. Seolah pertanyaan Aldrich memang pertanyaan yang tidak pernah dia duga sebelumnya.


"You know him?" tanya Aldrich sekali lagi, saat Eddie belum menjawab pertanyaannya sama sekali.

__ADS_1


"Come on, Tuan— maksudku, Rigel. Kau tidak tahu Andrey?" ujar Eddie yang malah membalikan pertanyaan itu pada Rigel.


Jelas Rigel juga telah mendecak kesal karenanya. "Kalau aku tahu, aku tidak mungkin bertanya soal dia padamu!"


Eddie kini telah menunjukan deretan giginya dengan senyuman kaku saat merespon Rigel. "Benar juga. Tapi cukup mengherankan juga kalau ka terjun ke dalam dunia bisnis ini tanpa mengenal Andrey. Karena bisa dibilang, mungkin Andrey adalah raja dalam bisnis ini setelah meninggalnya Big boss."


Rigel semakin tertarik dengan hal ini. Membuatnya semakin menunjukan keseriusan sekaligus rasa penasarannya terhadap pria bernama Andrey itu. "Kenapa dikatakan seperti itu?" Tanya Rigel.


Eddie kini telah menghela nafasnya dalam. Dia juga ikut menunjukan raut wajah yang serius saat hendak menceritakannya. Menatap Rigel dengan tatapan mata yang cukup menajam saat menatap ke arahnya.


"Andrey dan Big boss dulu ada di pihak yang sama. Bersama pihak Tuan Moris. Sampai pada akhirnya, bisnis penjualan senjata ilegal ini dilakukan. Sebuah bisnis yang membuat perpecahan di antara mereka.


Tuan Moris lebih memilih mundur dan menjalani bisnis lain. Menyisakan Andrey dan Big boss yang telah saling bertentangan dengan keras. Perdebatan yang memecah belah keduanya hingga bermusuhan. Saling bersaing satu sama lain."


"Sebentar, aku ingin bertanya hal lain terlebih dahulu. Sebenarnya Big boss ini juga siapa? Aku hanya terus mendengar panggilannya itu tanpa tahu siapa dia yang sebenarnya. Dia bahkan disebutkan sebagai penyelamatku yang telah membuat perjanjian yang bahkan aku sendiri tidak tahu hal itu!" Tegas Rigel dengan gelengan pada kepalanya.


Rigel menghela nafasnya, Eddie memang benar soal itu. Dia sama sekali tidak tahu apa pun di sini. Kehadirannya dalam bisnis ini memanglah sebuah hal yang mendadak dimana dia juga tidak tahu kenapa bisa-bisanya dia berada dalam lingkungan seperti ini dengan tiba-tiba.


"Big boss adalah, Tuan Claude Devender. Saudara Tuan Moris Devender. Dia yang memegang kuasa di balik Tuan Moris. Untuk itu, dia diberikan julukan sebagai Tuan Besar, The Big boss!"


Rigel membuka mulutnya tak percaya. Ternyata bukan hanya Tuan Moris yang membuatnya tercengang, tapi juga Claude Devender, si Big boss yang menyelamatkan nyawanya.


"Baiklah, aku mulai paham. Jadi, bagaimana kelanjutan soal Andrey tadi?" tanya Rigel kembali pada pertanyaan utamanya soal Andrey. Pria yang akan dia manfaatkan melalui Hera sebagai umpannya.

__ADS_1


"Ya seperti itu saja, keduanya saling bersaing tapi masih menjalin hubungan baik dengan Tuan Moris. For your information, katanya Andrey adalah anak Tuan Moris dari mantan kekasihnya.


Tapi, entahlah, kebenaran itu tak pernah terungkap. Yang aku tahu, Andrey sekarang cukup berkuasa di dalam bisnis ini setelah Big boss meninggal. Setelah sebelumnya Big boss lah yang menjadi nomor satu dan memiliki banyak klien. Bahkan, para mafia dari Italy."


Rigel berhasil mencerna semua penjelasan yang diberikan oleh Eddie. Dan dia telah menyimpulkan garis besarnya. Tentang siapa Andrey, dan tambahan siapa Big boss.


Namun, yang membuat tanda tanya besar di dalam kepalanya sekarang adalah, apa sebenarnya niat Big boss sampai harus melibatkan Rigel? Kenapa dengan mudahnya Big boss membantunya begitu juga Tuan Moris?


"Eddie?"


"Ya?"


"Menurutmu, kenapa Tuan Moris dan Big boss dengan mudahnya memberikan kesempatan ini padaku?" tanya Rigel pada akhirnya.


Eddie mengernyitkan dahinya menatap Rigel. "Kau serius menanyakan hal itu padaku? Saat kau sendiri tidak tahu?"


Jawaban itu membuat Rigel juga menghela nafasnya kemudian. Dia sadar kalau dia mungkin telah menanyakan pada orang yang salah.


"Lupakan, terima kasih atas penjelasanmu," ucap Rigel pada akhrinya. "Ah, soal bisnis ini. Aku sudah memiliki beberapa rencana yang akan kita lakukan. Dan aku akan mengorek informasi soal klien milik Andrey dan berusaha mengambil beberapa klien nya."


Sekarang, Eddie telah dibuat terkejut lagi. Matanya membulat tak percaya. "Bagaimana caranya?! Kau serius akan melakukan hal itu? Mau berurusan dengan Andrey?"


Rigel mengangguk tanpa ragu. "Iya, ada hal yang akan aku lakukan. Kau tenang saja, aku pasti bisa melakukannya."

__ADS_1


"Kau gila, Rigel. Bagaimana bisa kau melakukan hal itu. Aku tidak tahu apa yang akan kau lakukan, tapi kuharap kau pikirkan dengan baik soal itu. Ingat, Andrey bukan orang sembarangan. Dia adalah seseorang yang mungkin bisa menjadi predator yang berbahaya," peringat Eddie pada Rigel.


Jujur saja apa yang dikatakan Eddie membuat Rigel jadi ragu sendiri. Apalagi, saat dia teringat akan Hera yang akan dia jadikan umpan terhadap Andrey. Meskipun pada akhrinya dia mencoba meyakinkan dirinya sendiri. "Tenang saja, kalau dia bisa menjadi predator yang berbahaya, maka aku juga akan menjadi iblis yang tak kalah berbahaya untuknya."


__ADS_2