
Semuanya berjalan cukup lancar. Bahkan, Andrey sama sekali belum menyadari adanya kamera dan jug alat penyadap yang telah dipasang oleh Rigel di kediamannya. Membuat Rigel dan Eddie lebih mudah untuk mengawasi gerak gerik pris itu. Apalagi, saat Andrey juga melakukan pertemuan dengan beberapa orang yang ada di sana.
Dan sekarang, setelah beberapa hari berlalu, Rigel juga masih memantau dan mendengarkan pembicaraan yang tengah dilakukan Andrey dengan seorang pria yang berasal dari negara lain. Lebih tepatnya, dari Negara Jerman.
"Wie also? Hast du beschlossen, mir Waffenvorräte abzunehmen?" (Jadi, bagaimana? Apakah kamu sudah memutuskan untuk mengambil pasokan senjata dari aku?)
Pertanyaan itu terdengar dilontarkan dari mulut Andrey setelah beberapa saat mereka mulai mengobrol.
Jujur saja, Rigel sempat terkejut saat dia bisa memahami apa yang mereka katakan satu sama lain. Padahal, dia hanya pernah belajar dulu saat sekolah. Tidak menyangka kalau dia masih bisa berbahasa Jerman dengan baik.
Dan yang lebih mengejutkan bagi Rigel selain hal itu adalah. Fakta bahwa klien Andrey ini berasal dari Jerman. Padahal, Jerman saja begitu maju dalam beberapa hal. Tidak menyangka kalau orang di sana masih mencoba mencari pasokan senjata dari Andrey. Membuat Rigel mengerti, kenapa Tuan Moris juga mampu memberikan imbalan besar jika saja Rigel bisa menjalankan bisnis ini dengan baik.
Selain karena nyawa sebagai taruhan, juga karena hasil dari penjualan senjata yang luar biasa ini benar-benar bisa menghasilkan setumpuk uang yang akan diberikan para Klien yang lebih banyak berasal dari luar negeri. Meski tidak sedikit juga klien dari dalam negeri. Orang-orang yang memiliki jabatan tinggi dan jelas memiliki kekuasaan.
"Da muss ich erst noch drüber nachdenken. Danke für heute. Ich werde versuchen, Sie später zu kontaktieren, wenn ich mich entschieden habe." (Aku masih harus memikirkannya terlebih dahulu. Terima kasih untuk hari ini. aku akan mencoba menghubungi kamu nanti kalau sudah memutuskan.)
Ya, seorang pria dengan perawakan tinggi besar yang menjadi lawan bicara Andrey itu berucap demikian. Dimana setelahnya, dia juga telah bangkit dari posisinya. Terlihat mengulurkan tangan untuk berpamitan pada Andrey.
"Gut, ich warte. Ich hoffe, Sie werden es auch gut überdenken. Denn wissen Sie, ich bin der einzige Schusswaffenlieferant, dem man vertrauen kann und der viele tolle Kunden hat." (Baik, aku akan menunggu. Aku harap kau juga akan mempertimbangkannya dengan baik. Karena kau tahu, aku satu-satunya pemasok senjata api yang dapat dipercaya dan memiliki banyak klien yang luar biasa.)
Tentu saja Andrey yang mengatakannya. Dimana dia juga sudah mengatakan hal itu sembari menyombong dengan kelebihan yang dimiliki oleh bisnisnya.
Terlihat jelas Andrey terlalu menyombong dan menjadi alasan kenapa para klien nya terlihat tidak terlalu nyaman saat berbicara dengannya. Meski pada akhrinya, Andrey tetap pandai menjilat hingga akhirnya orang-orang itu setuju untuk menjadi klien tetapnya.
Tapi, itu akan menjadi celah untuk Rigel masuk ke dalamnya. Memanfaatkan kekurangan Andrey di sana untuk melancarkan aksinya. Seperti yang dilakukannya beberapa hari ini.
"Okay, Eddie. Waktunya kita beraksi!" Tegas Rigel yang sudah meraih jas miliknya, dengan kunci mobil yang sudah dia lemparkan pada Eddie.
__ADS_1
Keduanya sudah berjalan dengan cepat dan sedikit tergesa-gesa. Meski begitu, keduanya tetap bisa terlihat tenang dan mampu mengatasi semuanya dengan baik.
Apalagi, saat Eddie juga sudah melajukan mobilnya dengan kecepatan tinggi. Dimana dia sudah menyalip beberapa mobil dengan lihai. Membuat Rigel selalu tersenyum kalau melihat kemampuan berkendara Eddie ini.
"Di sana sudah kau pastikan beres?" tanya Rigel pada Eddie.
Eddie menganggukkan kepalanya. "Tentu saja, jangan khawatir. Semuanya beres dan dia pasti akan jatuh ke dalam perangkap!" Jawab Eddie dengan senyuman penuh Kebanggan.
Karena bagaimana pun, dia bangga karena telah melakukan semuanya dengan baik.
"Bagus. Maka kita bisa melancarkan aksi kita dan membuat dia juga bergabung dengan yang lainnya. Dan kita, akan mulai membuat bisnis ini menghasilkan sesuatu yang luar biasa!" Seru Rigel berantusias.
Bagaimana tidak antusias, kalau uang 200 juta dolar telah menunggunya. Dia akan hidup bergelimang harta setelah ini, dan membalas semua perbuatan orang-orang yang telah merendahkannya. Khususnya, dengan seorang wanita yang saat ini mungkin tengah menikmati kebahagiaanya dengan suami barunya. Dengan pria yang merupakan adik kandung Rigel sendiri..
"Itu, dia di sana!" Seru Rigel begitu dia tersadar dari lamunannya.
Yap, itu ulah Eddie! Eddie yang menyuap seseorang di kediaman Andrey untuk menyabotase kendaraan pria bernama Mr. Harry itu.
"Helo, something happen?" tanya Rigel yang kini sudah menghentikan laju mobilnya tepat di depan mobil Mr. Harry yang berhenti.
Tanpa menjawab dengan ucapan, sang supir itu sudah menunjuk pada kedua ban mobil bagian depan yang telah kempes.
Dan di sana, tentu saja Rigel telah mengambil kesempatan untuk menawarkan sebuah tumpangan. Menjelaskan dengan sebaik mungkin, dan membuat mereka percaya akan maksud baiknya. Lebih tepatnya, mungkin maksud baik dengan pemanfaatan di sana.
Dan pada akhirnya, setelah memastikan dan membuat sang supir berunding dengan Mr. harry. Pada akhirnya mereka setuju.
Rigel dan Eddie bersama Mr. Harry pergi ke bengkel untuk meminta bantuan, dan supir dari Mr. Harry menunggu mobilnya.
__ADS_1
"What's your name?" tanya Rigel saat mobil itu sudah melaju.
"Harry. Namaku Harry."
Rigel menoleh ke arah Harry dengan terkejut. Tidak dia sangka kalau ternyata Mr. Harry itu bisa menggunakan bahasa yang sama dengannya. Saat dia kira, dia sama sekali tidak bisa bicara seperti itu karena sebelumnya berbicara dengan Andrey menggunakan Bahasa Jerman.
Tapi, Rigel juga cukup senang. Karena dengan begitu, dia tidak perlu berpikir dan berbicara dengan bahasa asing.
"Aku Rigel. Rigel Zach Spencer dan ini temanku, Eddie," ucap Rigel yang kini sudah menyodorkan kartu namanya pada Mr. Harry.
Harry menatap kartu nama milik Rigel di sana. Dimana di sana juga tertera nama bisnis Rigel. Bisnis yang pernah terdengar di telinga Mr. Harry sebelumnya.
"Apa hubunganmu dengan Big boss?" tanya Harry pada Rigel. Tentu saja dia terkejut dan penasaran secara bersamaan.
"Oh? Kau mengenal Big boss?" tanya Rigel berpura-pura tidak tahu dan seolah dia terkejut saat Harry mengenal Big boss. "Aku yang menggantikannya. Big boss yang menyuruhku menggantikan posisinya di sini," ucap Rigel memberi penjelasan pada Harry.
Dan kini, Harry telah terdiam di tempatnya sembari memperhatikan kartu nama yang telah berada di genggamannya.
Sampai pada beberapa saat berikutnya, Harry telah menatap Rigel yang juga tengah menoleh ke Arahnya.
"Apa kau dapat dipercaya sebagaimana yang dilakukan oleh Big boss?" tanya Harry dengan raut wajah yang serius.
Dan itu, berhasil membuat Rigel menyunggingkan senyuman miringnya.
Kena! Harry telah masuk ke dalam rencananya. Dan begitu Rigel menganggukkan kepalanya dengan beberapa hal manis yang berusaha dia katakan untuk memberikan tawaran yang menggiurkan untuk Harry. Dan setelah itu, maka Harry akan menjadi Klien ke sekian yang beralih dari Andrey pada Rigel!
Maka, setelah ini, Rigel akan mendapatkan pemasukan yang luar biasa. Dengan data yang juga dia dapatkan sebagai asetnya.
__ADS_1
Dimana Hera, juga ikut terlibat di dalamnya!