
Nasib para penjaga keamanan membuat semua orang tidak berani untuk bertindak gegabah, kekuatan yang ditunjukkan Handoko sungguh mengejutkan!
“Mengapa menangkapku, siapa yang memberimu hak itu!” Theo mendesis keras.
Lancang kamu! Tidak ada Hukum! Kamu anggap tempat apa ini?! Max sedikit gemetar karena marah.
Perayaaan hari jadi grupnya telah menjadi lelucon, Grup Tjandrawinata kehilangan kehormatannya, ini pasti akan menjadi lelucon besar di Pulau Jawa.
Penjaga keamanan berasal dari Hotel Rose, semua orang ingin tahu reaksi keluarga Ramadhani.
Tuan Handoko, apakah anda tidak keterlaluan?” Wajah Lina nampak dingin.
Grup Tjandrawinata bukan satu-satunya pihak yang kehilangan kehormatannya, jika masalah ini tidak dapat diselesaikan dengan baik hari ini, nama terkemuka keluarga Ramadhani pasti rusak!
Lima keluarga terkemuka mewakili Pulau Jawa, perilaku Handoko adalah provokasi yang cukup serius!
“Sebenarnya aku bisa melakukan hal yang lebih keterlaluan dari ini, apakah ada orang di sini yang ingin mencobanya?” Handoko melihat orang di sekelilingnya.
Setiap orang yang tersapu oleh matanya menundukkan kepala dan tidak berani saling memandang.
Lina tahu bahwa Handoko memiliki latar belakang yang cukup kuat, tapi berapa lama ia bisa bertahan jika menghadapi keluarga Tjandrawinata yang dapat memobilisasi pesawat tempur!
“Panggil polisi!”
Tidak ada orang yang berani bertindak tanpa hukum di bawah pengawasan keluarga Ramadhani!
Lina pikir yang dilakukannya benar, tetapi dia tidak menyangka sikapnya yang memihak sebelah membuatnya berdiri berlawanan dengan Handoko.
“Ya, panggil polisi, bawa dia ke penjara, jangan pikir untuk keluar seumur hidupmu!” Janu Prasetya berteriak dengan penuh kebencian.
“Handoko, kamu masih memiliki kesempatan jika kamu melepaskan Theo dan mematahkan kedua kakimu sendiri, keluarga Tjandrawinata tidak akan mempermasalahkan kejadian ini, jika tidak aku akan membuatmu hidup tersiksa, dan juga keluarga Tanujaya akan hancur di bawah api amarah ini!” Max akhirnya menunjukkan wajah aslinya.
Keluarga Ramadhani tidak ingin terjerumus dalam perselisihan ini, dia pun bertindak seenaknya!
“Plak!” Handoko menampar wajah Max dengan telapak tangannya.
“Cari mati, beraninya kamu menggunakan keluarga Tanujaya untuk mengancamku?”
Dulu banyak hal yang belum diselidiki dengan jelas, makanya Handoko tidak menggunakan cara terakhir, kalau tidak, untuk menghadapi keluarga Tjandrawinata tidak membutuhkan Dewa Perang wilayah Barat Laut untuk turun tangan sendiri.
“Biadab, kamu pasti akan mati dan juga keluarga Tanujaya......” Max marah dan kehilangan akal sehatnya.
“Plak!” Handoko menamparnya lagi, gigi Max pun patah!
Orang yang masih ingin mengancam Handoko segera menutup mulutnya, orang pintar tahu permasalahan yang ada di depan mata, akan ada waktu untukmu menangis!
Saat itu, pintu ruang perjamuan terbuka dan beberapa pria berseragam masuk ke dalam, yang memimpin adalah Aziel Wijaya, orang tertinggi yang bertanggung jawab di otoritas!
“Paman Aziel, akulah yang menelepon.” Lina berjalan menghampiri dan menyapanya.
“Tangkap dia segera, dia mematahkan kaki anakku dan melukai semua penjaga keamanan” Janu Prasetya menunjuk Handoko dan berteriak.
Wajah Chandra menjadi gelap, Habislah!
__ADS_1
Aziel Wijaya tidak menghiraukan semua orang, ia berjalan ke arah Handoko untuk memberi hormat, “Aziel Wijaya hadir dan siap untuk diberi instruksi!”
Semua orang tercengang!
Apa-apaan ini, bukankah petugas dari otoritas seharusnya datang untuk menangkap Handoko? Bagaimana bisa seperti ini?
Saat ini barulah orang-orang bereaksi, pantas saja Prathama ditangkap, ternyata Handoko memiliki hubungan dengan pihak otoritas.
Orang yang paling terkejut adalah Lina.
Mengingat pesan kakek, baru tahu bahwa Handoko memiliki latar belakang yang begitu luar biasa!
“Aku menduga bahwa dia menyamar sebagai pihak militer untuk menipu orang, memberitakan bahwa ia yang memobilisasi penerbangan nomor empat puluh delapan, harap pihak otoritas dapat menyelidikinya dengan adil dan saksama." Nada suara Handoko penuh kewibawaan, penuh dengan aura seorang atasan.
Semua orang tercengang, apakah Theo membual?
“Siap! Laksanakan ! Aziel memberi hormat lagi.
Pesawat tempur itu untuk mengawal Dewa Perang wilayah Barat Laut, Theo membual bahwa ia yang memobilisasi sendiri bukankah itu sama dengan mencari mati?
Dua penjaga khusus otoritas memborgol Theo dan menyeretnya keluar.
“Aku tidak sembarangan memberitakan, Felicia si wanita jalang ini yang berbicara omong kosong di mana-mana, tidak ada kaitannya denganku!” Theo berteriak histeris.
“Aku tidak bicara omong kosong, jelas kamu yang mengakuinya! Felicia berteriak ketakutan.
Jika ditangkap pihak otoritas, karirnya di dunia hiburan akan hancur!
“Jangan tangkap aku, aku tahu salah, tolong maafkan aku, aku tidak berani bicara omong kosong lagi! Felicia menangis ketakutan.
Sayangnya, saat dia dan Theo saling membantu antar sesama, nasibnya sudah ditakdirkan.
Mengapa tidak baik-baik menjadi bintang hibuaran, buat apa ikut ke dalam perselisihan ini!
Sekarang semua orang dapat yakin bahwa Theo yang membual.
Pipi Lina terasa panas, apa yang harus ia lakukan, bagaimana ia akan menjelaskannya kepada kakek?
Handoko mengambil mikrofon di atas panggung dan berkata: “Keluarga Tjandrawinata hanyalah permulaan, orang-orang yang memojokkan keluarga Tanujaya empat tahun lalu, segera beri aku penjelasan secepat mungkin.”
“Kalian seharusnya bersyukur karena tidak merampas jasa orang lain seperti yang dilakukan keluarga Tjandrawinata, kalau tidak, apa yang terjadi hari ini akan terulang di keluarga kalian.”
Seseorang merasa tidak senang dan berteriak: “Kami yang melanjutkan bisnis dengan keluarga Tanujaya saat itu juga ingin kamu permasalahkan?!
Transaksi bisnis yang normal tentu saja tidak akan kupermasalahkan, tetapi coba bertanya pada diri sendiri, apakah kalian tidak memiliki niat jahat saat itu?! Handoko menunjukkan sikapnya, orang yang berani memasang perangkap terhadap keluarga Tanujaya, satupun tidak usah lari!
Beberapa kepala perusahaan yang terlibat dalam masalah ini tidak berani berbicara lagi, Handoko tidak terburu-buru, tetapi ada satu masalah lagi yang harus diselesaikan!
“Max, aku memberimu satu kesempatan lagi. Apakah kamu yang membantu keluarga Tanujaya bebas dari kesulitan saat itu?”
Yang menyebabkan kerenggangan hubungan dengan orangtua angkatnya adalah keluarga Tjandrawinata!
Mata Max Tjandrawinata yang bengkak tidak bisa dibuka, kedua putranya ditangkap, membuat ia menyadari betapa besarnya kekuasaan Handoko!
__ADS_1
Agak ragu-ragu, dia menggelengkan kepalanya.
Satu gerakan sederhana memberikan dampak cukup besar terhadap Chandra, orang yang dianggap berbudi pada keluarganya selama ini ternyata seorang pembohong!
Handoko bertanya kepada orang-orang yang berada dibawah panggung, “Orang yang terlibat saat itu menghentikan perbuatannya apa karena lobi yang dilakukan keluarga Tjandrawinata?”
Kebohongan ini mudah dibongkar, cukup minta seseorang untuk konfrontasi langsung.
Dia ingin ayah angkatnya tahu kebenaran dari masalah ini.
“Bukan.”
“Kami menghentikannya karena alasan lain, tidak ada hubungannya dengan keluarga Tjandrawinata.”
“Max hanya orang pertama yang melanjutkan bisnis dengan keluarga Tanujaya.”
Semua orang menyangkal.
“Bajingan! Tercela kau! Chandra terkejut dan marah, karena kebohongan keluarga Tjandrawinata, putra angkatnya harus menanggung nama buruk selama empat tahun.
Untungnya Handoko sudah kembali, kalau tidak dia pasti akan membawa putrinya ke mulut harimau!
Lina tidak bisa mempercayai kenyataan ini. Apa yang ia lihat dan dengar semuanya tidak benar, Handoko tidak membalas budi dengan dendam?
Dia telah mengerti.
Penjelasan yang diinginkan Handoko adalah mengapa mereka memojokkan dan menekan keluarga Tanujaya, bukan tentang mengapa mereka melanjutkan bisnis.
Mungkinkah yang membantu keluarga Tanujaya terbebas dari kesulitan berhubungan dengannya? Lina berhasil menebak kebenarannya.
Chandra memegang erat kedua tangan Handoko, ia meneteskan air mata penyesalan, “Maafkan aku Handoko, kamu telah memikul beban selama ini!”
“Ayah, tidak masalah, aku ini putramu!” Handoko tertawa.
Aura membunuhnya tiba-tiba menghilang, saat ini dia seperti anak laki-laki besar yang polos.
Sulit membayangkan, dua temperamen ekstrem akan muncul dalam diri satu orang.
Sangat kontradiktif, namun masuk akal!
“Handoko bukan orang yang melarikan diri, demi menyelesaikan masalah keluarga kami, dia mencapai kesepakatan dengan orang lain untuk masuk kemiliteran, menghadapi kematian di medan perang, aku telah salah memahaminya selama empat tahun penuh!
Chandra berteriak keras: “Aku harus membersihkan nama buruk putra angkatku!
Saat itu barulah Lina tahu mengapa Handoko menghukum Grup Tjandrawinata!
Ayah, jangan katakan lagi, aku, Handoko, melakukan sesuatu tidak perlu memberi penjelasan ke orang lain.” Handoko memapah ayah angkatnya dan pergi.
Berani dan dominan, penuh cinta dan setia, Chandra mengadopsi seorang putra yang baik!
Ini adalah kesan langsung yang diberikan Handoko kepada semua orang.
Dengan kembalinya sosok utama, keadaan di Pulau Jawa akan berubah, mengapa mereka memojokkan dan menekan keluarga Tanujaya saat itu?
__ADS_1