
Alasan mengapa tingkat penyelesaian pesanan dari Dark Net adalah 100% karena setiap kali misi gagal, akan dikirim pembunuh yang lebih kuat.
Target apa pun yang dikunci oleh Dark Net, pasti akan mati kecuali orang yang melakukan pemesanan mengambil inisiatif untuk menarik pesanan!
Imbalan pesanan Janu adalah 40 miliar, Dark Net akan mengevaluasi kembali eksekusi terhadap Handoko.
Jika langsung memulai eksekusi baru dengan harga ini, dan hasil evaluasi nilainya melebihi 40 miliar, Janu harus menambah imbalannya.
Jika tidak ingin menambah imbalan, Dark Net secara default akan membatalkan pesanan secara otomatis, dan 40 miliar imbalan yang telah dibayarkan tidak dapat dikembalikan.
Janu dan putranya tidak bisa mempercayainya.
Bagaimana mungkin pembunuh tingkat emas bisa gagal? Apalagi gagal melakukan misinya di TK.
Ini sangat lucu!
“Sekarang kamu mengerti?” Gunawan menghina.
Janu merasa terkejut dan marah, apa yang harus ia lakukan sekarang? !
Dengan cepat, dia telah membuat keputusan di dalam hatinya.
"Apakah Tuan Madaharsa ada salah paham? Pihak otoritas menangkap penjahat tidak ada hubungannya denganku."
Dark Net secara ketat melindungi informasi majikan yang melakukan pesanan, mereka tidak mungkin membocorkannya, Gunawan hanya ingin memerasnya.
"Orang yang tidak tahu diri, diberi kesempatan kamu tidak mau, tunggu kamu memohon padaku, harganya sudah lain.” Gunawan selesai berbicara dan menutup telepon.
Janu tidak menyesalinya!
Grup Averony adalah hasil kerja kerasnya, tidaklah mudah baginya untuk mengembangkan perusahaannya sampai ke skala sebesar sekarang ini.
Mengapa ia harus memberikannya kepada orang lain!
Reputasi Dark Net sangat bagus, kegagalan satu kali bukanlah apa-apa.
Setelah evaluasi ulang selesai, tidak peduli berapa banyak kartu yang dimiliki Handoko, dia pasti harus mati!
“Ayah, kamu menolak keluarga Madaharsa, bagaimana jika gagal lagi?” Danu sangat khawatir.
"Tidak mungkin, hanya pembunuh tingkat emas yang gagal, masih ada pembunuh tingkat platinum, berlian, dan legendaris di atasnya, tingkat penyelesaian pesanan 100% bukanlah bualan."
Janu sangat percaya diri.
Danu berkata dengan wajah cemberut, "Masalahnya adalah, bagaimana kalau setelah evaluasi ulang, diharuskan untuk menambah imbalan lagi?”
Janu mencibir, "Berapa banyak uang imbalan yang perlu dibayarkan untuk menyingkirkan sampah yang cuma tahu mengandalkan wanita itu? Paling banyak pun 100 miliar, jika pembunuh platinum datang maka dia hanya bisa menyerah!"
Danu mengangguk dengan keras: “Benar, bagaimanapun, Handoko pasti akan mati!”
Pasukan elit Seal, apakah bisa dimobilisasi oleh orang biasa?
Kematian keluarga Setyawan tentu saja tidak ada hubungannya dengan Handoko , itu hanya suatu kebetulan saja.
.........
.........
Pagi-pagi sekali, Susan meringkuk di pelukan Handoko, dan membuat tekanan darahnya naik lagi.
Dalam hal ini, semua pria akan memiliki reaksi fisiologis.
__ADS_1
Handoko hanya bisa melarikan diri karena malu, menghela nafas dalam hatinya: Kapan hari-hari seperti ini berakhir?
Ketika selesai membersihkan muka dan bersiap untuk latihan pagi, dia melihat ayah angkatnya duduk di ruang tamu.
Bukankah seharusnya masih tidur jam segini?
“Ayah, mengapa kamu bangun sepagi ini?” Handoko bertanya dengan aneh.
“Aku memikirkan masalah itu semalaman, dan merasa tidak adil bagimu.” Chandra tampaknya telah membuat keputusan yang sulit.
“Ada apa dengan Anda, aku merasa sangat baik, tidak ada yang tidak adil.” Handoko merasakan emosi ayah angkatnya.
Merasa bersalah, merasa tidak berdaya, dan yang lebih banyak adalah pasrah.
"Kamu telah melakukan banyak hal untuk keluarga ini, aku hanya membesarkanmu selama lebih dari sepuluh tahun, aku tidak seharusnya menuntutmu untuk mengikuti kehendakku.” kata Chandra sambil tersenyum.
“Ayah, apa ada yang memberitahumu sesuatu?” Handoko bertanya dan berpikir di dalam hati: “Apalagi yang dimainkan oleh ayah angkatnya pagi-pagi begini?”
Chandra menggelengkan kepalanya, "Kamu adalah laki-laki sehat dan memiliki kebutuhan fisik . Tidak peduli kamu memiliki wanita di luar atau tidak, aku hanya berharap kamu tidak akan mengecewakan Susan, apalagi memberitahu dia...dan..., juga tidak boleh memberi tahu ibumu."
Handoko tercengang ...
Lelucon apa ini!
Ayah angkat memotivasiku untuk mendekati wanita lain?
Tidak mungkin, dia pasti sedang mengujiku.
"Tidak, di hatiku hanya ada Susan, aku ..." pembicaraannya dipotong oleh ayah angkatnya.
"Jangan khawatir, ini bukan ujian. Aku juga seorang laki-laki dan tahu kebutuhanmu. Kondisi Susan sangat khusus, tidak boleh demi dia sehingga membuatmu hidup seperti seorang pertapa." Ekspresi Chandra tampak tulus.
"Ayah, aku benar-benar ..." pembicaraanya dipotong lagi.
"Tidak peduli apa yang kamu pikirkan, aku hanya menunjukkan sikapku. Tapi ada prasyarat, kamu tidak boleh serius dan tidak boleh memiliki perasaan dengan wanita lain. Oke, aku pergi tidur lagi......” kata Chandra sambil menguap.
Setelah mengungkapkan isi hatinya, dia pun merasa lega, ia tidak bisa lagi menahan rasa kantuk yang menyerangnya.
Handoko tiba-tiba tidak tahu mau berkata apa.
Sambil mengagumi keterbukaan pikiran ayah angkatnya, tekad hatinya semakin teguh.
Dia dan Susah adalah teman sepermainan sejak kecil!
Empat tahun lalu, semua orang tidak percaya padanya, hanya Susan yang percaya dan memotivasinya serta memberikan tubuhnya kepadanya!
Bagaimana Handoko boleh mengecewakannya?
Dia segera mengabaikan masalah ini dan keluar untuk latihan pagi.
Santoso menunggu di depan pintu.
“Ada apa?” Handoko bertanya.
"Lapor Kepala Instruktur, Janu menerima telepon dari Gunawan lagi tadi malam, dan Janu menolaknya." Santoso melaporkan.
Handoko tidak terkejut, siapa yang mau bersedia menyerahkan hasil kerja keras sendiri kepada orang lain?
Keluarga Madaharsa baru saja mengambil ahli bisnis keluarga Setyawan, mereka masih mencoba merebut bisnis keluarga lainnya, mereka benar-benar tamak.
Handoko sama sekali tidak buru-buru, dia ingin melihat apa yang bisa mereka mainkan.
__ADS_1
Bahkan dia rela sementara melepaskan nyawa Janu dan Danu, untuk melihat trik apa yang akan mereka mainkan.
Namun, Dark Net harus membayar perbuatan mereka!
“Apakah badan intelijen Dark Net di Jawa Tengah sudah ditemukan?” Handoko bertanya.
“Sudah ditemukan, mereka berniat untuk memulai eksekusi kedua terhadap Anda, dan kami telah menemukan jejaknya,” kata Santoso.
Badan intelijen Dark Net bersifat independen, mereka tidak berada dalam lingkup tanggung jawab Lukas, jadi tidak mudah untuk menemukan mereka.
Tetapi mereka terlalu sembrono, beraninya menyelidiki Dewa Perang wilayah Barat Laut secara diam-diam, mereka segera menjadi target untuk disingkirkan!
“Terus selidiki, temukan dan hancurkan sarangnya!” Wajah Handoko tampak dingin.
“Baik, Pasti menyelesaikan tugas!” Santoso berdiri tegap dan memberi hormat.
Bukan hanya badan intelijen di Jawa Tengah, jika masih berani beraktivitas di dalam ruang lingkup Tasyaldavia, maka mereka akan dibasmi sampai ke akarnya!
Bagaimana mungkin negara Tasyaldavia bisa mentolerir keberadaan sampah yang tak tahu malu ini!
Handoko mengeluarkan ponselnya dan melakukan panggilan.
“Kepala Instruktur, silahkan beri perintah.” Lukas yang berada jauh di Negara M, segera menjawab panggilan, dia sepertinya sedang menunggu panggilan ini.
“Aksi pembersihan jaringan telah dimulai!” Handoko berkata dengan dingin.
"Baik! Dijamin menyelesaikan tugas! " jawab Lukas dengan semangat.
Ada keadilan dan kejahatan di Dark Net.
Isi dari aksi pembersihan jaringan adalah-Mencuci Dosa!
Ini adalah bagian dari kebenaran tentang pengusiran Lukas dari militer!
Pengusirannya dari militer adalah sebuah kenyataan.
Bergabung dengan Dark Net dan menjadi pembunuh bayaran adalah sebuah pengintaian yang sangat berbahaya.
Lukas tampil sangat baik dan menjadi salah satu dari Lima Raksasa Besar di Dark Net.
Dia membatalkan berturut-turut pesanan untuk membunuh Kepala Instruktur di karenakan waktunya sudah matang, dia sengaja untuk meningkatkan kontradiksi kedua belah pihak.
Handoko telah lama mempersiapkan mental untuk memulai rencana ini di Jawa Tengah.
Selama latihan pagi, sekelompok kakek dan nenek tua tersebut terus membicarakan gosipnya.
Yang paling banyak didengarnya adalah "laki-laki playboy", "orang yang tidak tahu berterima kasih".
Tidak heran Chandra tidak tahan mendengarnya.
Hatinya merasa sangat bersalah karena keluarganya tidak hanya berutang budi pada Handoko dan sekarang Handoko masih harus menanggung kata hinaan dari orang lain.
Handoko sama sekali tidak peduli, tidak mungkin baginya untuk balas memarahi kakek dan nenek tua itu.
Dia hanya peduli dengan keluarganya dan tidak pernah peduli dengan pendapat orang lain.
Setelah sarapan, seperti biasa, Handoko dan Susan mengantar Sasha ke TK.
Ketika Handoko hendak mengendari mobil ke perusahaan, tiba-tiba Susan berkata: “
"Kakak, bisakah kamu membiarkan aku mencoba mengemudi?"
__ADS_1