Dewa Perang Ada Di Kota

Dewa Perang Ada Di Kota
Bagaimana Menjelaskannya?


__ADS_3

Ekspresi wajah Chandra berubah drastis!


Ada apa dengan anak ini!


Telah aku peringatkan untuk berhati-hati, tidak boleh diketahui oleh ibumu, kok malah tertangkap basah!


“Tidak mungkin\, Handoko adalah orang yang setia dan menghargai perasaan orang lain\, dia laki-laki yang baik. Bagaimana mungkin melakukan hubungan***dengan wanita lain di dalam mobil?”Chandra tidak percaya ini benar.


Lidya menangis terus: "Bagaimana tidak mungkin, aku telah melihat wanita itu... Oh iya, kita pernah bertemu dengannya di rumah sakit hari itu."


"Ketika aku sampai di Departemen Keamanan, dia menonton rekaman pengemudi dengan air mata berlinang. Suara yang keluar dari speaker jelas adalah suara Handoko. Suaranya lembut bukan main..."


"Tunggu dulu\, aku berpikir sebentar\, Handoko berkata\, 'Jangan memaksakan diri\, berhenti saja kalau kamu merasa tidak enak\,' itu apa lagi\, kalau bukan melakukan hubungan***dengan wanita!"


Chandra sedikit linglung\, "Tunggu dulu\, hanya dengan kalimat itu\, kamu dapat menyimpulkan bahwa dia sedang melakukan hubungan***dengan wanita di dalam mobil? Terlalu gegabah!"


Lidya sangat marah setelah mendengar itu, "Chandra, siapa yang kamu bantu, Handoko memiliki wanita simpanan, kamu masih membantunya berbicara!"


Chandra merasa pusing, "Coba pikirkan kita sebelumnya telah berapa kali salah paham terhadapnya, mungkin kali ini salah paham juga?"


Lidya sedikit bingung, kemudian ekspresinya menjadi sangat yakin, "Sama sekali tidak mungkin untuk salah paham kali ini!"


Chandra merentangkan tangannya, "Baiklah, coba katakan padaku, mengapa kamu dapat begitu yakin kalau Handoko memiliki wanita simpanan hanya dengan satu kalimat itu?”


Lidya menggertakkan giginya dan berkata: "Karena wanita itu menonton video dan menangis!"


Chandra memegang dahinya, Siapa yang akan begitu bodoh untuk menonton video begitu di komputer perusahaan, apakah ada yang salah dengan otaknya!


Tetapi Lidya tetap yakin dengan tebakannya, dan berkata: "Wanita itu pasti pertama kali!"


Chandra hampir saja jatuh pingsan mendengarnya, itu pun dapat kamu ketahui?


"Jika dia bukan pertama kali, bagaimana mungkin Handoko memberitahunya untuk tidak memaksakan diri dan berhenti jika dia merasa tidak enak? Pertama kali melakukan hal tersebut sangatlah menyakitkan, apa kamu tidak tahu?”


"Karena keberadaan Susan, dia tidak dapat bersama Handoko, makanya ia begitu sedih!”


"Yang terpenting adalah dia menghapus video ketika dia melihatku datang!"


Chandra tidak tahu mau berkata apa, seperti ada suatu perasaan bahwa ia telah berhasil dibujuk olehnya.


Bagaimanapun, seorang wanita menangis saat menonton rekaman pengemudi, rasanya sangat aneh!


Kecuali ada sesuatu yang telah melukai hatinya.


Terutama tindakan menghapus video menunjukkan bahwa ada sesuatu yang disembunyikan olehnya.


Aku hanya tidak mengerti mengapa video yang sifatnya sangat pribadi itu ditonton di komputer perusahaan?


“Jangan buru-buru, kita harus memberi Handoko kesempatan untuk menjelaskan,” kata Chandra dengan sabar.


“Apa lagi yang perlu dijelaskan? Semuanya telah ditangkap basah olehku!” Lidya meraung dengan marah.


"Sama seperti pengalaman keluarga kita empat tahun lalu, jika Handoko tidak kembali, akankah kita memperlakukan keluarga Tjandrawinata sebagai orang berbudi selamanya? Susan pasti telah dibawa ke mulut harimau oleh kita," kata Chandra pahit.


Lidya hanya bisa meneteskan air mata dan tidak berbicara lagi.


Melihat sikapnya agak longgar, Chandra bertanya, "Aku akan menelepon Handoko dan memintanya kembali untuk menjelaskan, baik?"


Lidya menoleh dengan tatapan dingin dan masih tidak berbicara.

__ADS_1


Chandra segera mengeluarkan ponselnya...


.........


.........


Menutup telepon ayah angkatnya, Handoko benar-benar tidak tahu mau berkata apa ...


Hal ini pun dapat menyebabkan kesalahpahaman, sangat lucu!


Sangatlah mudah cara untuk mengklarifikasinya, hanya perlu menyuruh Susan untuk membuktikan kepada semua orang bahwa yang ada di dalam rekaman video itu adalah dirinya, semua masalah akan terselesaikan.


Tetapi untuk kesalahpahaman semacam ini, dia tidak boleh memberitahunya, sedikit pun tidak boleh!


“Kepala Instruktur, aku akan pergi dengan Anda untuk menjelaskannya kepada paman dan tante .” Mata Yovita merah dan bengkak karena menangis.


Hubungan antara Kepala Instruktur dan Ibu Susan sudah banyak rintangan, sekarang dia malah menambah rintangan diantara mereka.


“Lupakan saja, jika kamu pergi akan lebih memperburuk keadaan. Aku sangat jelas dengan temperamen ibuku.” Handoko tersenyum pahit.


“Maaf, tolong Anda memberiku hukuman.” Yovita menangis lagi.


“Jangan menangis, hal semacam ini pun bisa disalahpahami, anggap saja aku sedang sial.” Handoko dengan enggan menggelengkan kepalanya dan berkata, “Biarkan Markus dan Tanata merawat luka mereka, selain itu...lupakan saja, hanya bisa begitu."


Yovita tahu apa yang ingin dia katakan.


Titik dibawah perut dihancurkan, mereka tidak lagi cocok bertugas di pasukan Dragon.


Yang akan dihadapi Markus dan Tanata adalah — keluar dari militer!


Pukulan ini terlalu besar bagi mereka!


Yang bisa dia lakukan hanyalah mengatur pekerjaan dan kehidupan keduanya setelah keluar dari militer untuk memastikan bahwa mereka dapat menjalani kehidupan dengan baik.


Dan mengenai Gunawan, tunggu masalah ini selesai baru menanganinya.


Handoko segera bergegas pulang dan melihat orang tua angkatnya duduk di sofa ketika dia masuk. Suasananya sangat menekan.


"Ayah, Bu, ini benar-benar salah paham. Bu, video yang Anda tonton adalah..."


Handoko ingin mengatakan hal yang sebenarnya, tetapi ia tiba-tiba bereaksi.


Jika penjelasannya tidak jelas dan ibu angkatnya tahu bahwa Susan sudah dapat mengemudi sendiri, ia pasti akan diusir dari rumah!


“Ada apa? Ayo katakan, kenapa kamu tidak mengatakannya?” Lidya bertanya dengan dingin.


“Ini adalah video Susan mencoba menyetir sendiri.” Handoko hanya bisa jujur mengakuinya, ia tidak ingin terjadi kesalahpahaman lagi.


“Apa, Susan bisa menyetir sendiri?” Chandra tampak sangat gembira.


Lidya sangat menantikannya.


“Belum, dia masih belum keluar sepenuhnya.” Handoko menggelengkan kepalanya, Susan hampir mengalami kecelakaan saat mengemudi sendiri.


Wajah pasangan tua itu penuh kekecewaan.


Lidya melebarkan matanya dan bertanya, "Lalu bagaimana kamu menjelaskan, mengapa wanita itu menangis saat menonton rekaman kamu dan Susan latihan mengemudi?"


Handoko menjelaskan: "Karena hubungan antara Susan dan aku terlalu banyak rintangan, dia terharu setelah menonton rekaman tersebut."

__ADS_1


Lidya mencibir, jelas dia tidak percaya, "Mengapa menghapus rekamannya? Jika benar Susan latihan mengemudi, apakah perlu untuk menyembunyikannya?"


Handoko berkata dengan tak berdaya: "Karena Susan hampir mengalami kecelakaan mobil, aku takut Anda akan khawatir."


Mata Chandra berbinar, penjelasan ini juga sangat masuk akal.


Lidya juga sedikit yakin, ekspresi wajahnya perlahan kelihatan membaik, dia bertanya, "Siapa dia?"


Handoko berkata dengan jujur: "Dia adalah asisten yang dikirim oleh Deni untukkku, bertanggung jawab untuk komukasi dan penyelidikan."


Chandra bertanya lebih dulu: "Kemarin waktu di rumah sakit, mengapa kamu berbohong dan mengatakan dia adalah karyawan Grup Tanujaya?"


Lidya mengangguk berulang kali, inilah yang ingin dia tanyakan.


Handoko tersenyum pahit: "Karena masalah tentang Lina, aku khawatir kalian salah paham lagi."


Siapa yang tahu satu kebohongan harus ditutupi dengan puluhan kebohongan.


Kalau tau begini, dia akan jujur pada saat itu!


Karena itu, Handoko sekarang memilih untuk jujur.


Dia benar-benar tidak ingin terjadi kesalahpahaman lagi, siapa yang tahan dengan rintangan hubungan seperti ini?


"Aku baru saja mengatakan itu hanya kesalahpahaman. Ibumu tidak percaya padaku. Menurut analisisnya, aku hampir saja percaya dengan yang ia katakan..." Chandra mengulangi tebakan Lidya.


Handoko tercengang, Bu, dengan khayalan yang Anda miliki, sayang sekali Anda tidak menulis novel dan menjadi penulis skenario!


“Aku kan cemas waktu itu, setelah menenangkan diri dan berpikir dengan jelas, rasanya memang terlalu berlebihan. Jika benar-benar video semacam itu, bagaimana mungkin menontonnya di perusahaan. " Lidya tampak malu.


Handoko menghela nafas panjang, akhirnya berhasil menjelaskannya dengan jelas.


Tapi dia tahu bahwa setiap kali dia menjelaskan, akan mengurangi kepercayaan orang tua angkat terhadap dirinya.


Jika terjadi kesalahpahaman lagi, akan sulit untuk menjelaskan dengan jelas.


“Ayah, Bu, aku akan pergi ke perusahaan untuk menjemput Susan.” Handoko bangkit dan berkata.


"Krekk!"


Pintu terbuka, Susan kembali dengan sayuran.


Handoko diam-diam berkata dalam hatinya-gawat!


Hal yang ditakutkan selalu datang pada waktunya!


“Susan, bagaimana kamu kembali?” Ekspresi wajah Lidya berubah menjadi dingin.


“Aku pulang dengan mengendarai mobil.”Susan berkata dengan gembira.


“Bukankah kamu hampir saja mengalami kecelakaan, dan belum dapat mengemudi?” Chandra juga merasa cemas.


“Tidak kok, kakak tahu kalau aku dapat mengemudi dengan sangat baik.”Susan sedikit bangga.


Hati Handoko terasa dingin.


Susan telah melupakan kecelakaan mobil itu!


Bagaimana menjelaskan ini?

__ADS_1


__ADS_2