Dewa Perang Ada Di Kota

Dewa Perang Ada Di Kota
Kesalahpahaman Besar!


__ADS_3

Kekuatan Handoko sangat mengejutkan, semua orang ingin tahu siapa yang menelepon sehingga dia menghentikan tugasnya.


Ketika Gunawan menerima berita itu, dia langsung menghela nafas lega...


Insiden yang terkait dengan Dark Net sangat sensitif, jika Handoko bersikeras untuk terus menyelidiki, dia pasti akan kerepotan.


Antonius ditangkap bukanlah masalah besar, kematian Julio yang agak merepotkan, tetapi itu adalah masalah yang bisa diselesaikan dengan uang.


"Hehe, Handoko, bukankah kamu sangat hebat? Cukup satu panggilan dari Tuan Muda Nugraha, telah membuatmu menghentikan semua tugasmu dengan patuh?"


Gunawan keliru, ia mengira bahwa itu adalah bantuan dari Teja, dia semakin meremehkan Handoko dan menganggap dirinya lebih hebat.


Dia segera menghubungi Teja untuk mengungkapkan rasa terima kasihnya.


"Gunawan, aku ingin memberitahumu, mengenai masalah ini..." Teja merasa repot setelah menerima panggilan itu, jika tahu dia tidak akan menerima kaligrafi dan lukisannya.


Namun, pembicaraannya dipotong.


“Terima kasih atas bantuanmu Tuan Muda Nugraha, aku pasti akan memberi hadiah besar untuk membalas kebaikanmu. Jika kamu datang ke Jawa Tengah, aku akan menjamu Anda dengan baik!” Gunawan berkata dengan penuh semangat.


Bagaimananapun, ia harus menjalin hubungan baik dengannya, supaya dia dapat melawan Handoko kapan saja.


“Ah? Masalah kecil saja, kamu tidak perlu sungkan.” Teja sedikit linglung.


Mendengar kata "hadiah besar", bagaimana mungkin ia mengakui bahwa masalah ini tidak ada hubungannya dengannya?


“Tuan Nugraha sungguh murah hati! Penuh pengertian! Selanjutnya, lihat penampilanku!” Gunawan sedang dalam suasana hati yang baik.


Dia mengangguk dan menutup telepon.


"Aku akhirnya bisa mempercepat implementasi rencana akuisisi. Aku ingin semua orang melihat bagaimana si Handoko yang arogan itu menundukkan kepalanya di depanku!"


Gunawan penuh percaya diri!


.........


.........


Bagi Handoko, masalah Yovita adalah masalah besar!


Tepat ketika Handoko menyerbu Megah Tower.


Lidya membawa kue yang dia buat sendiri dan datang ke Grup Tanujaya untuk berterima kasih kepada departemen keamanan yang baru dibentuk itu.


Karena Ganendra dan yang lainnya adalah rekan seperjuangan Handoko, makanya Lydia melakukan hal demikian.


Namun, yang berada di departemen keamanan hanya ada Yovita seorang.


Dia menyaksikan keseharian Handoko dengan Susan dan diam-diam menangis, walaupun ia adalah wanita yang galak, tapi ia juga juga memiliki hati gadis yang sentimental.


“Baiklah, jangan memaksakan diri sendiri, berhentilah jika kamu merasa tidak enak, iya?” Suara Handoko di video itu sangat lembut.


Dia melihat potongan klip itu berulang kali.


Tiba-tiba ia merasakan seseorang mendekat, ketika melihat ke atas, ia melihat Lidya masuk melalui pintu dengan membawa kotak makanan.

__ADS_1


Ekspresi wajah Yovita sedikit berubah, dia segera menutup dan menghapus videonya!


Gambar Kepala Instruktur yang memaksa Bentley berhenti terlalu mengerikan dan tidak boleh dibocorkan!


Hati Lydia merasa bingung...


Di speaker komputer tadi, suara lembut itu sepertinya suara Handoko?


Siapa wanita ini, mengapa dia diam-diam menangis?


“Gadis kecil, apakah kamu juga dari departemen keamanan?” tanya Lidya sambil meletakkan kue ke atas meja.


 “Eh...betul, Anda adalah ibu bos Susan kan? Halo bu, aku akan memberi tahu bos Susan.” Yovita buru-buru menyeka air matanya, ia bangkit dan pergi karena merasa sesuatu yang buruk telah terjadi.


“Kamu tidak perlu memberitahu dia, aku kemari khusus untuk berterima kasih kepada kalian, kamu adalah rekan seperjuangan Handoko kan? Sudah berapa lama kamu mengenal Handoko?” Pertanyaan Lidya sangat tajam.


"Ya, benar, aku mengenal Kepala Instruktur kurang dari setengah bulan. Tante, mohon tunggu sebentar. Aku akan memanggil ketua Ganendra untuk kemari. Dia sedang memimpin pelatihan staf keamanan."


Yovita tidak berbohong, sejak pertemuan di pesawat sampai sekarang baru saja setengah bulan.


Setelah bangkit dan pergi, dia menyadari sikapnya yang diam-diam menangis tadi pasti akan membuat orang lain salah paham!


“Hei, kenapa kamu tidak pergi ke pelatihan?” Lidya bertanya dengan perasaan aneh.


“Aku di bagian office, bertanggung jawab atas urusan internal departemen keamanan.” Reaksi Yovita sangat cepat, dia mempercepat langkah untuk keluar dari ruang keamanan.


Lidya semakin merasa curiga, dia melewati meja dan duduk di depan komputer. Dia membuka beberapa folder dan tidak menemukan apa pun.


 Namun di aplikasi pemutar video, sepertinya ada sebuah catatan rekaman video pengendara.


Dia mengklik dengan mouse—file tidak ada!


Jika itu bukan sesuatu yang memalukan, mengapa ia menghapusnya!


“Tante, mengapa kamu di sini, aku akan memberi tahu bos Susan.” Ganendra kembali dengan rekan-rekannya.


“Kamu tidak perlu memberi tahu dia, aku ke sini untuk berterima kasih.” Lidya menekan amarah di hatinya dan menenangkan emosinya.


"Ini kue yang aku buat sendiri. Ini adalah sedikit dari isi hatiku untuk berterima kasih karena kalian sengaja datang dari tempat yang jauh untuk menjaga keamanan Grup Tanujaya."


“Anda terlalu segan, ini sudah seharusnya kami lakukan!” Ganendra segera mengulurkan tangan untuk menerima kue tersebut.


“Ei...., gadis yang barusan, kenapa dia tidak kembali?” Lidya tiba-tiba bertanya.


“Ah? Gadis yang mana?” Ganendra tercengang.


Dengan sifatnya yang polos dan EQ nya yang rendah, ucapan barusan telah membocorkan keadaan sebenarnya!


Yovita sendiri juga karena tegang dan bingung sehingga tidak memberitahu Ganendra untuk membantunya menghilangkan kecurigaan Lidya.


“Tidak apa-apa, kamu makan perlahan, jika kamu suka, tante akan membuatnya untukmu lagi.” Lidya bangkit dan mengucapkan selamat tinggal.


Setelah meninggalkan departemen keamanan, hati Lidya merasa tidak enak.


Tiba-tiba ia teringat bahwa gadis itu pernah ia jumpai di rumah sakit sebelumnya.

__ADS_1


Handoko berkata bahwa dia adalah karyawan Grup Tanujaya.


Tetapi tanggapan yang ditunjukkan Ganendra tadi mengatakan bahwa tidak ada orang ini di departemen keamanan!


Lidya langsung pergi ke kantor CEO.


Susan sedang melihat dokumen, ketika mendengar seseorang mengetuk pintu, dia sedikit mengangkat kepalanya.


"Bu, kenapa kamu di sini?" Dia segera bangkit dan berjalan ke arahnya.


“Apakah ibu tidak boleh kemari?” Lidya menyembunyikan emosinya.


“Tentu saja tidak, aku tidak menyangka saja.” Susan menjulurkan lidahnya dengan nakal.


Hati Lidya sakit, Handoko, apakah kamu manusia? Mengapa kamu demikian menyakiti Susan?!


Dia diam-diam menghela napas dan berkata lagi: "Aku tadi pergi ke departemen keamanan dan memberikan kue yang aku buat."


Susan langsung mengerti begitu dia mendengarnya, "Bu, kamu sangat hebat, aku tidak pernah berpikir untuk berterima kasih kepada mereka dengan cara ini."


Orang-orang ini semua adalah elit, di mana pun mereka ditempatkan, akan ada orang yang akan berusaha untuk mendapatkannya.


Namun, mereka rela datang ke Grup Tanujaya untuk menjadi penjaga keamanan biasa.


Terlepas dari apakah mereka datang karena hubungannya Handoko atau tidak, keluarga Tanujaya harus menunjukkan sikap berterima kasih.


Masalah gaji dan tempat tinggal yang tidak memadai dapat diselesaikan dengan uang, tapi rasa simpati antar sesama manusia tidak dapat diukur dengan uang.


“Apakah yang bekerja di departamen keamanan semuanya adalah laki-laki?” Lidya bertanya.


"Iya, pengawal wanita yang direkrut Ariani bertanggung jawab atas keamanan rumah kita," kata Susan dengan jujur.


Otak Lidya berdengung, ia memastikan bahwa Handoko memiliki wanita lain!


Dia tidak berani bertanya lagi, apalagi mengekspresikan emosinya, dia tidak boleh membiarkan putrinya tahu tentang hal ini!


Ibu dan anak berdua berbincang sebentar, kemudian Lidya tidak lagi mengganggu Susan untuk bekerja.


Setelah kembali ke mobil, Lidya diam-dia meneteskan air mata.


“Tante, ada apa denganmu?!” Pengawal wanita yang bertugas mengemudi bertanya dengan gugup.


“Tidak apa-apa, aku baru saja melihat Susan bekerja dengan normal, aku sangat senang.” Lidya menyeka air mata dan tersenyum.


Kecerdasan emosional pengawal wanita sangat tinggi, dia tahu bahwa Lidya tidak mengatakan hal yang sebenarnya.


Tapi bagaimanapun juga, dia adalah orang luar dan tidak sesuai untuk menanyakan secara terperinci, ia kemudian mengantar Lidya pulang.


Lidya yang kembali ke rumah, bergegas ke ruang belajar sesegera mungkin.


“Ada apa, bukankah kamu pergi ke departemen keamanan grup, siapa yang membuatmu marah?” Chandra bertanya dengan perasaan aneh.


“Selain Handoko, siapa lagi, kalian laki-laki semuanya sama saja!” Lidya marah dengan suara keras.


Chandra merasa tidak adil karena telah disalahkan. Kekasih kecilku yang dulu sudah lama berhenti berhubungan denganku. Bagaimana boleh mengaitkan masalah Handoko denganku...itu tidak baik!

__ADS_1


Apakah masalah tentang Handoko mencari wanita lain telah bocor?


Lidya menangis kuat\, "Aku telah menangkapnya di tempat hari ini\, Handoko melakukan hubungan***dengan wanita lain di dalam mobil!"


__ADS_2