
Kembali ke Grup Tanujaya, Handoko membawa putrinya ke kantor Susan.
Susan sedang melihat dokumen dan memeriksa informasi, ketika dia mengangkat kepala dan melihat ayah dan anak perempuannya, dia tersenyum dan bertanya.
"Suamiku, ke mana kamu membawa Sasha bermain pagi ini?"
Jika berada di depan Sasha, harus menggunakan panggilan ini.
“Sasha coba beritahu ibu, ke mana kita bermain hari ini.” Handoko berkata dengan lembut.
“Ayah mengajari Sasha latihan tinju.” Saat Sasha berbicara, dia tidak lupa melambaikan kepalan tangan kecilnya.
Handoko tidak mengubah ekspresi wajahnya, hal ini telah didiskusikan oleh mereka berdua.
Tidak boleh membiarkan Sasha berbohong kepada ibunya, karena itu tidak bagus untuk pendidikan anak. Bagaimanapun, Susan pasti akan salah paham jika mendengarnya.
"Apakah Sasha telah menguasainya?"
Susan menganggap tinju yang diajarkan adalah senam rejimen, dia tidak tahu bahwa yang diajarkan oleh Handoko adalah tinju disforia yang sangat mematikan!
"Iya, Sasha sungguh pintar!" kata Sasha dengan ekspresi bangga.
“Coba tunjukkan kepada ibu gerakannnya, bagaimana?” kata Susan penuh dengan kasih sayang dan kelembutan.
Sasha menggelengkan kepalanya berulang kali.
"Ayah berkata, ini adalah ilmu rahasia, dan tidak boleh sembarangan ditunjukkan.”
Kata-kata ini memang telah diajarkan oleh Handoko, tinju disforia memang ilmu bela diri rahasia yang diciptakan olehnya. Hanya karena titik di bawah perut putrinya belum berkembang sepenuhnya, maka dia hanya bisa melatih jurusnya saja.
Susan memutar matanya yang menawan, ia tampak tak berdaya.
"Istriku, ini adalah akhir pekan, staf tidak masuk kerja hari ini, untuk apa kamu datang ke perusahaan?"
Handoko melangkah maju dan dengan lembut memijat kepala Susan dengan jarinya untuk menghilangkan rasa lelahnya.
"Sebagai CEO, aku harus memahami keadaan pasar, bagaimana boleh untuk tidak belajar lebih banyak? Suamiku, kapan kamu belajar pijat, nyaman sekali rasanya." Susan terlihat sangat nyaman.
Aroma yang begitu harum memasuki hidung, Handoko menikmati setiap tarikan nafasnya, "Jangan bekerja terlalu keras, sebentar lagi kita pulang. Hari ini adalah hari ulang tahun Ayah, apakah kamu lupa?"
“Ah, maaf, aku benar-benar lupa, tapi untung kamu masih ingat. Ayo cepat pesan kue untuk Ayah dulu!” kata Susan dengan semangat.
“Tidak perlu khawatir, aku sudah menyuruh Ganendra untuk memesannya.” Handoko berkata sambil tersenyum.
“Suamiku, mengapa semua orang memanggilmu Kepala Instruktur?” Susan bertanya dengan aneh, pertanyaan ini telah lama tersimpan di hatinya.
“Karena aku instruktur mereka.” Handoko tidak menyembunyikannya.
Nama Kepala Instruktur tidak begitu jelas, tidak ada yang tahu arti spesifiknya, kecuali dia bertugas di bagian intelijien. Misalnya, Profesor Ozawa yang pernah bertemu sebelumnya, ia tidak tahu pangkat Handoko di kemiliteran.
__ADS_1
“Ayah sangat hebat, dapat mengajari Sasha tinju.” Sasha menyela percakapan mereka berdua.
“Haha, kalau begitu Sasha harus belajar dengan giat.” Susan mencium wajah putrinya.
Mereka sekeluarga keluar dari pintu, dan bertemu dengan Ganendra di gerbang pintu masuk gedung.
“Suamiku, aku dan Sasha pergi ke tempat parkir dulu.” Susan mengedipkan mata.
“Baik, aku akan segera datang.” Handoko mengangguk.
Setelah Susan yang menggendong Sasha telah pergi jauh, Ganendra berkata dengan lembut.
"Yovita memintaku untuk melaporkan kepada Anda bahwa keluarga Madaharsa tidak ingin tinggal diam, tampaknya mereka berupaya untuk merebut bisnis keluarga Setyawan."
Handoko berkata dengan acuh tak acuh: "Selama dia mengikuti peraturan hukum, biarkan saja mereka merebutnya, targetku hanya pada keluarga Setyawan, aku sama sekali tidak tertarik pada bisnis mereka."
Kekuatan finansial yang bisa dikendalikan oleh Dewa Perang wilayah Barat Laut bukanlah sesuatu yang bisa dipikirkan oleh orang biasa!
Ganendra tampak sangat marah dan berkata, "Tapi masalahnya adalah mereka juga berupaya merebut bisnis Grup Averony!"
Handoko sedikit mengernyit, dia mengetahui apa yang direncanakan keluarga Madaharsa. Mereka meminjam ketenarannya, untuk merebut bisnis setiap grup besar keluarga lainnya. Sama sekali tidak menempatkannya di mata mereka!
Kembalinya Handoko, menyebabkan perubahan mendadak dalam situasi di Pulau Jawa.
Semua orang yang memojokkan keluarga Tanujaya saat itu mendapatkan bantuan yang diberikan oleh keluarga Madaharsa. Keluarga Madaharsa juga merupakan keluarga terkemuka, kekuasan dan kekayaan mereka hampir sebanding dengan keluarga Ramadhani.
Jika bukan karena Hideki memiliki latar belakang kemiliteran, sehingga membuat keluarga Madaharsa memiliki sedikit rasa segan, mereka kemungkinan besar berani menyebut keluarga mereka sebagai keluarga yang paling berkuasa di Pulau Jawa!
“Aku akan memberitahu Yovita tentang keputusan Anda untuk membasmi keluarga Madaharsa!” Kata Ganendra.
“Tidak perlu buru-buru, biarkan keluarga Madaharsa bertindak dan kita amati dulu gerak-geriknya.” Handoko telah membuat keputusan di dalam hatinya.
Dengan cara paksa tidak dapat memaksa dalangnya untuk keluar, mana tahu tindakan keluarga Madaharsa akan menghasilkan sesuatu yang tidak terduga.
“Baik, aku akan menyampaikan keputusan Anda kepada Yovita.” Ganendra tidak pernah mengajukan pertanyaan terhadap keputusan Kepala Instruktur.
.........
.........
Ketika Handoko dan Susan sampai di rumah, Lidya sedang memasak di dapur. Melihat mereka berdua pulang, Chandra yang sedang duduk nonton TV di ruang tamu kelihatan aneh.
"Kenapa kalian pulang?"
Susan melangkah maju dan meraih lengan ayahnya dan tersenyum: "Ayah, apakah kamu lupa bahwa hari ini adalah hari ulang tahunmu."
Chandra sedikit terkejut, dalam beberapa waktu ini terlalu banyak masalah, sehingga ia benar-benar melupakannya.
“Kakek, apa yang kamu khawatirkan?” Sasha menatap Chandra dengan mata penuh tanda tanya.
__ADS_1
Setelah mendapat bimbingan dari Handoko, si peri kecil itu sudah dapat secara akurat menilai emosi orang lain.
“Aku khawatir Sasha tidak cukup makan, bagaimana kalau jadi kurus?” Chandra memeluk Sasha dan berkata memanjakannya.
Kedua pasangan itu menyadari bahwa persepsi emosional cucunya sangat sensitif, mengapa anak ini begitu sensitif?
“Sasha belajar tinju bersama ayah, Sasha sudah makan sangat banyak.” Sasha berkata dengan bangga.
Perkataan Sasha membuat Chandra tertawa terbahak-bahak, suasana hatinya terasa lega. Susan pergi ke dapur untuk membantu Lidya, sedangkan Sasha dan Sarah sedang menonton film kartun bersama.
Chandra berkata: "Handoko, datanglah ke ruang belajar."
Handoko diam-diam menghela nafas, orang tua angkat masih khawatir terhadap dirinya.
Ternyata benar.
Begitu memasuki ruang belajar dan menutup pintu, Chandra segera bertanya:
"Handoko, apakah kamu yang mencari pengawal wanita itu?"
Penampilan dan pengalaman Ariani yang pernah masuk militer tidak dapat menipu orang, Chandra menebak bahwa Handoko yang mengundangnya.
Jika bukan karena keberadaan Ganendra, Chandra dan Lidya akan memaksa Susan untuk memecat Ariani.
“Mereka semua adalah rekan seperjuangan Ariani, kemari untuk melindungi keselamatanmu dan ibu.” Handoko tidak lagi menyembunyikannya.
“Apa yang perlu dilindungi, biarkan mereka semua pergi.” Chandra melambaikan tangannya dengan kesal.
Pengawal ini semuanya cantik dan bertubuh bagus, Susan si bocah bodoh ini sama sekali tidak merasa khawatir! Handoko tidak tau mau berkata apa, Apakah aku di mata Anda adalah seorang playboy?
Ayah dan Ibu berdua terlalu sensitif!
"Anda tidak berpikir untuk diri sendiri, juga harus berpikir demi Susan. Anda tidak menyakiti orang lain, tetapi Anda tidak dapat mencegah orang lain menyakitimu."
Handoko pasti tidak akan menarik pengawalnya.
Pembunuhan oleh Dark Net telah dimulai. Siapa yang tahu apakah si pembunuh akan memulai dari keluarganya atau tidak.
“Huh, aku selalu tidak bisa menang jika berbicara denganmu.” Chandra tidak bisa berbuat apa-apa lagi.
Putra angkatnya sudah menggunakan Susan sebagai alasan, apa lagi yang bisa ia katakan. Susan merupakan buah hatinya, bagaimana mungkin ia tidak peduli dengan keselamatannya?
Merayakan hari ulang tahun seharusnya merupakan suatu hal yang membahagiakan, tetapi Chandra merasa sedikit sedih.
.........
.........
TK Stary adalah taman kanak-kanak aristokrat, anak-anak yang dikirim ke sini semuanya berasal dari keluarga terkemuka. Seorang pemuda jangkung dan tampan berdiri di depan pintu taman kanak-kanak, melihat informasi lowongan kerja yang ada di atas pintu.
__ADS_1
"TK ini ingin merekrut seorang pekerja prasarana, syaratnya adalah membutuhkan gelar sarjana, memiliki keterampilan dan memiliki rasa kasih sayang terhadap anak kecil......”
Pemuda itu dengan senyuman dingin di wajahnya menarik kertas lowongan kerja tersebut. Karena perlindungan terhadap Handoko dan keluarganya terlalu ketat, maka ia akan memulai rencananya lewat TK, targetnya adalah Sasha!