Dewa Perang Ada Di Kota

Dewa Perang Ada Di Kota
Tamu Kehormatan Hotel


__ADS_3

Tidak banyak hotel bintang lima di Pulau Jawa, dan Hotel Rose adalah salah satunya. Dikatakan bahwa koki eksekutif Hotel Rose adalah pensiunan koki senior dari militer. Kualitas makanan di sini jelas jauh lebih baik daripada dua hotel bintang lima lainnya. Bahkan belum sampai waktu makan, Hotel Rose tetap memiliki banyak tamu.


Handoko berjalan ke dalam hotel di bawah panduan Lingga, ia melihat banyak pelayan berbicara sesuatu kepada para tamu yang sedang makan.


"Halo Pak, karena hotel sedang menyambut tamu istimewa, maka perlu ditutup lebih awal, bisakah Anda menyelesaikan makan anda sesegera mungkin. Untuk menyampaikan permintaan maaf kami, makanan Anda kali ini gratis."


Para tamu yang sedang makan tentu saja tidak senang, tetapi yang berselisih sangat sedikit. Nama Keluarga Ramadhani sangat terkenal, dan hanya orang yang memiliki nyali seperti beruang yang berani membuat masalah di sini.


Selain itu, sikap dari pihak Hotel Rose sangat baik, seluruh tamu di gratiskan dan pihak hotel pasti mengalami kerugian yang besar. Tamu-tamu terhormat yang mereka sambut pasti memiliki latar belakang yang luar biasa!


Handoko sedikit mengerutkan dahinya dan berkata: "Tuan Lingga, aku dan rekan seperjuanganku hanya makan malam sederhana. Tidak perlu mengganggu tamu-tamu lain."


"Anda adalah tamu terhormat Hotel Rose, pembersihan ruangan ini hanya untuk menunjukkan rasa hormat kami." Lingga berkata gagap.


"Kamu tidak perlu melakukan perlakuan khusus, lakukan secara sederhana saja."


Tidak boleh hanya karena aku seorang sehingga mempengaruhi suasana makan tamu lainnya, dan membuatmu mengalami kerugian.” sikap Handoko sangat tegas.


“Baiklah, aku akan mendengarkan instruksi Tuan Handoko.”Lingga tidak lagi bersikeras.


Tamu yang bersantap tidak perlu keluar, Hotel Rose meminta maaf karena telah mengganggu para tamu untuk menikmati hidangannya, kami akan memberi diskon empat puluh persen dari total bill anda.


Dapat dilihat bahwa keluarga Ramadhani sangat pandai berbisnis, jika mereka menindas para tamu atas nama terkemuka keluarga mereka, maka Hotel Rose akan bangkrut cepat atau lambat.


Filosofi hidup Handoko adalah: “Jika orang lain menghormatiku, aku pasti akan menghormati orang lain dua kali lebih banyak.”


Lingga bersikeras mengatur kamar pribadi biasa dengan dua meja makan besar yang bisa menampung lima belas orang.


Anggota tim masuk secara berpasangan, jika dua puluh orang masuk sekaligus takutnya bisa mengganggu para tamu yang sedang makan.Bagaimanapun juga ini merupakan hotel bintang lima!


Lingga mengacungkan jari jempol pada Handoko, tak heran ayahnya begitu menghormatinya. Kepribadiannya benar-benar luar biasa! Tidak lama setelah Handoko duduk, Yovita dan Ganendra juga datang, diikuti oleh seorang wanita mungil.


“Lapor Kepala Instruktur, Ganendra datang melapor, tolong beri instruksi!” Ganendra berdiri tegak dan memberi hormat, matanya penuh antusias dan penuh kekaguman!


“Baik, santai saja, karena kamu sudah pensiun. mengapa masih belum memperkenalkan wanita cantik di sampingmu?” Handoko tersenyum dan menarik tangannya.


"Halo, Kepala Instruktur, namaku Ariani Nastiti, aku adalah tunangan Ganendra." Wanita mungil itu memperkenalkan dirinya.


Ganendra memegang kepala bagian belakangnya, ia hanya tersenyum bodoh, kelihatan sangat malu.


“Halo, selamat datang di Pulau Jawa, jangan ragu untuk memberitahuku kalau kamu dan Ganendra membutuhkan sesuatu, tidak usah sungkan padaku.” Ekspresi Handoko tulus.

__ADS_1


Hanya dengan satu ucapan membuat Ganendra meninggalkan kampung halamannya dan membawa keluarganya ke Pulau Jawa, ia harus menjamin keberlangsungan hidup mereka.


"Terima kasih, Kepala Instruktur, Anda terlalu sungkan. Genindra sering bercerita tentang Anda kepadaku. Kalau tidak ada bimbingan Anda, mungkin dia sekarang masih seorang berandalan, dan sudah mati di pinggiran jalan.” kata Ariani penuh dengan rasa terima kasih.


“Anak ini yang berjuang untuk dirinya sendiri. Itu tidak ada hubungannya denganku. Silakan duduk.” Handoko menarik kursi dan membiarkan Ganendra untuk duduk di sebelahnya.


Suasana di ruang pribadi terasa penuh kehangatan, Lingga segera memerintahkan dapur belakang untuk menyajikan hidangan.


Yovita tersenyum dan berkata: "Kepala Instruktur, sebenarnya Ariani dan aku adalah rekan seperjuangan, dan kemampuannya jauh di atasku."


Handoko tertegun dan bertanya, "Apakah ia juga prajurit yang dibimbing Zee?"


Ariani bangkit dan memberi hormat, "Lapor Kepala Instruktur, bawahan Instruktur Zee---Phoenix Merah melapor kepada Anda!"


Phoenix merah adalah pasukan elit dari Phoenix, Zee yang membimbingnya, jadi tidak mungkin dia pensiun jika tidak terjadi sesuatu! Tapi dia tidak terlihat terluka.


Handoko sedikit mengerutkan dahinya, "Apakah kamu punya masalah?"


Karakteristik terbesar dari Dewa Perang wilayah Barat Laut adalah melindungi anak-anaknya, dan aura mencekik yang tidak sengaja dikeluarkan membuat orang tidak bisa bernafas!


“Anda telah salah paham, aku meminta untuk pensiun atas inisiatif sendiri.” Ariani buru-buru menjelaskan dan menatap Ganendra dengan lembut.


Yovita tersenyum dan berkata, "Ayah Ariani adalah Dekan Institut Logistik Umum, mereka berkenalan ketika ketua tim Genendra mengobati cederanya."


Handoko tiba-tiba menyadari, ternyata karena cinta!


"Yovita telah memberi tahuku kondisinya, Ganendra bertanggung jawab atas pembentukan sistem keamanan Grup Tanujaya, dan aku akan bertanggung jawab atas keamanan pribadi Ibu Susan, serta perlindungan keluarga Anda." kata Ariani.


Handoko terlihat sangat gembira!


Meskipun ada perlindungan rahasia oleh anggota tim operasi sebelumnya, tetapi mereka semua adalah pria, jadi rasanya kurang sesuai. Akhirnya, masalah paling penting terpecahkan! Tentu saja, dia pasti tidak akan memperlakukan Ganendra dan Ariani dengan buruk!


Lingga menuangkan anggur untuk semua orang, dan kemudian meninggalkan kamar. Meskipun masih belum tahu identitas Tuan Handoko, reputasi phoenix merah sangatlah tinggi, walaupun begitu dia masih begitu menghormati Tuan Handoko! Untungnya, keluarga Ramadhani tidak berdiri di sisi berlawanan dengan Tuan Handoko!


Handoko melihat orang disekeliling, semuanya adalah orang sendiri, dia berdiri dan mengangkat gelas anggur sambil berkata: “Reuni makan malam hari ini, pertama adalah untuk memenuhi janjiku sebelumnya, mengundang semua anggota tim untuk makan malam, demi urusan pribadiku, kalian telah bekerja keras dalam waktu dekat ini. Yang kedua adalah untuk menyambut Ganendra bersama tunangannya yang telah bersusah payah datang dari tempat yang jauh."


Nada bicara Handoko berangsur-angsur menjadi bergairah...


"Tetapi untuk gelas anggur pertama, untuk menghormati para pahlawan yang telah berkorban dengan berani untuk mempertahankan keluarga dan negara mereka!"


"Jika mereka tidak menggunakan daging dan darah mereka untuk membangun benteng pertahanan, dan melawan musuh di luar perbatasan, tidak akan ada kehidupan yang bahagia seperti sekarang ini!"

__ADS_1


"Pernah, kita mewarisi wasiat mereka, tetapi kita beruntung dapat bertahan hidup sampai sekarang!"


"Pahlawan-pahlawan yang telah gugur tidak boleh dilupakan, mereka akan selalu hidup di hati kita!"


Semua orang berteriak serempak: "Bersulang kepada para pahlawan yang telah gugur!"


Lalu, ia menuangkan anggur di hadapan sendiri!


Handoko kembali mengisi gelasnya dengan anggur dan mengangkatnya lagi.


"Gelas anggur kedua, untuk menghormati anggota tentara, karena adanya dukungan dan dedikasi mereka secara diam-diam, menstabilkan bagian belakang kita!"


Handoko meneguk habis dan kembali mengisinya lagi!


"Gelas anggur ketiga, untuk semua orang, terima kasih karena telah setia mengikutiku, Aku, Handoko, sangat bersyukur dengan kemampuan dan kebajikan serendah ini dapat dicintai oleh semua orang, terima kasih!"


Semua orang berteriak serempak: "Bersulang untuk Kepala Instruktur!"


Susan tidak hadir karena suasana khusus dari reuni ini.


“Kepala Instruktur, kami bersedia mengikuti Anda, bahkan jika ada jurang di depan!” Yovita mengangkat gelas anggur dan meneguknya sampai habis.


“Jika bukan karena Anda, gelas anggur pertama barusan mungkin adalah untukku. Aku masih hidup karena Anda mengajariku dengan sepenuh hati. Nyawaku ini adalah milik Anda!” Ganendra tidak lagi tersenyum, ekspresinya sangat serius!


“Kontribusi dan dedikasi Anda layak untuk kami teladani!” Ariani berkata dengan antusias.


Membimbing dua belas dewa perang generasi baru demi negara, dan memenggal sembilan dewa perang musuh. Anda adalah legendaris hidup!


Ada orang yang menghormati dan mengenangnya di dalam hati, Handoko merasa sangat bangga, dia tidak akan menyesal bergabung dengan militer dalam kehidupan ini.


Itu karena ada sekelompok kawan seperjuangan yang begitu dekat dan ia cintai!


“Semuanya ayo duduk dan makanlah sampai puas!” Handoko berteriak.


Suasana semakin hangat! Karena informasi yang berkaitan dengan rahasia tidak boleh dibicarakan, semua orang hanya membicarakan kehidupan milternya.


Pada saat itu……


"Brakk...!"


Pintu kamar pribadi ditendang sampai terbuka oleh seseorang!

__ADS_1


__ADS_2