
Megah Tower adalah gedung perkantoran komersial terkenal di Jawa Tengah, di dalam gedung yang memiliki 48 lantai itu terdapat ribuan perusahaan besar maupun kecil.
Bangunan ini adalah milik keluarga Madaharsa, salah satu keluarga terkemuka di Jawa Tengah, di dalamnya terdapat pengembang real estat besar terkenal yang merupakan titik intelijen Dark Net.
Mereka berpura-pura menjadi perusahaan perdagangan impor dan ekspor, omset tahunan mereka bisa mencapai ratusan triliun, siapa yang bisa mengira bahwa mereka berkaitan dengan Dark Net?
"Ada terlalu banyak orang yang keluar masuk di sini, jaga setiap pintu keluar dan jangan biarkan ada yang berhasil melarikan diri, jika ada perlawanan bunuh saja!"
Handoko memimpin tim aksi memasuki gedung.
Jauh sebelum melakukan aksi, mereka sudah mempelajari struktur bangunan dan peta topografi, jadi tidak mungkin tersesat.
"Tunggu sebentar, dari perusahaan mana kalian? Dimana surat izin keluar masuknya?" teriak penjaga keamanan.
Dalam sekejap ada lebih dari tiga puluhan tim aksi masuk ke dalam gedung sehingga kelihatan mencolok.
Semua orang memakai pakaian seragam, ditambah dengan temperamen yang sama, mereka sama sekali tidak seperti pekerja kantoran.
Santoso maju dan menunjukkan kredensial otoritasnya.
Anggota tim aksi semuanya memiliki identitas ganda, mereka berada di bawah komando Dewa Perang wilayah Barat Laut sehingga memiliki hak untuk melakukan penegakkan hukum di mana saja.
Penjaga keamanan itu terlihat sedikit tercengang, ia segera melangkah pergi dan tidak berani menghentikan mereka, ia tidak ingin menjadi kaki tangan penjahat.
"Oh, bukankah ini Tuan Besar Handoko? Kenapa kamu punya waktu untuk datang ke Megah Tower? Apakah datang untuk meminta maaf kepada Tuan Madaharsa?"
Terdengar sebuah suara yang aneh, Kepala penjaga keamanan- Faiza Tanaka berjalan keluar dari lift, ia kelihatan baru saja turun dari lantai atas.
Megah Tower berada di bawah nama Gunawan.
Sebagai bawahannya, Faiza tentu saja tahu apa yang dilakukan oleh Gunawan baru-baru ini.
Santoso ingin mengambil tindakan paksa, tetapi Handoko mengangkat tangannya untuk menghentikannya.
Dia tidak menyangka keluarga Madaharsa bisa sedemikian angkuh.
Handoko tidak berbicara, sikap Handoko yang demikian membuat mereka mengira bahwa ia merasa bersalah, Faiza yang hanya seorang bawahan juga berani memamerkan kekuatan di depannya?
“Aku beri kamu kesempatan untuk memanggil tuanmu kemari,” kata Handoko dengan santai.
Dia harus membuat Gunawan mengerti, dia tidak peduli masalah tentang bagaimana mereka merebut bisnis milik Janu dan yang lainnya, tetapi ikut campur dalam kasus Dark Net—tangannya akan dipotong!
"Kamu menakuti siapa? Lihat wajahmu yang pucat itu, apakah kamu telah di...oleh Susan si wanita jalang itu?
Dia masih belum selesai berbicara...
"Plak!"
Handoko menamparnya hingga terbang dan terjatuh, berani menghina Susan, ia harus diberi pelajaran!
“Ketua, apa kamu tidak apa-apa?” Beberapa penjaga keamanan bergegas maju dan bertanya dengan prihatin.
“Untuk apa melihatku, ayo maju, pukul si toy boy ini, patahkan kakinya!” Faizah meraung marah.
"Tidak boleh, mereka adalah anggota otoritas, aku telah melihat kredensialnya," bisik penjaga keamanan itu.
__ADS_1
Masalah seperti ini, semakin diperbesar, keluarga Madaharsa akan semakin kehilangan muka.
"Apa-apaan, dia hanya toy boy yang mengandalkan keluarga Ramadhani, beraninya berpura-pura sebagai anggota otoritas, pukul saja, kalau dia mati, aku yang akan bertanggung jawab!"
Faiza kehilangan akal sehatnya, dia begitu arogan karena dipengaruhi oleh Gunawan. Di dalam ucapan dan perbuatan kesehariannya, setiap kali ia mengungkit Handoko, yang ada hanyalah kata-kata hina dan meremehkan.
Sekelompok penjaga keamanan tidak lagi ragu-ragu, mereka bergegas maju untuk menghentikan Handoko dan anggota tim aksi untuk naik ke atas.
“Berani sekali kalian, pasukan Dragon dari otoritas pusat menangani kasus ini, siapa yang berani menghentikannya?!” teriak Santoso.
Ekspresi wajah penjaga keamanan berubah drastis, otoritas pusat memiliki kekuasaan yang lebih besar daripada otoritas daerah!
Hampir semua orang yang menjadi sasaran pasukan Dragon adalah musuh negara asing ataupun para pengkhianat bangsa!
“Omong kosong, aku juga bisa mengatakan bahwa ibuku adalah Dewa Perang, siapa yang tidak tahu cara membual.” kata Faiza mengutuk.
Mungkin karena sudah terbiasa sombong dengan mengandalkan keluarga Madaharsa, semua penjaga keamanan tidak lagi ragu dan memilih untuk mempercayai ketuanya.
“Tangkap mereka!” Handoko malas berbicara dengan mereka.
Kalau masih tidak beraksi, semua anggota intelijen Dark Net akan melarikan diri!
Jika sekelompok tikus-tikus itu berhasil melarikan diri, maka Dewa Perang wilayah Barat Laut akan kehilangan muka!
Santoso memulai dulu dengan menendang seorang penjaga keamanan.
"Puuu..."
Darah keluar dari mulutnya, penjaga keamanan itu terjatuh dan tidak dapat bangun lagi.
Penjaga-penjaga keamanan yang berhadapan dengannya, tangan dan kaki mereka dipatahkan, semuanya tergeletak di lantai dan tidak dapat bergerak.
Mereka seharusnya merasa beruntung karena ada begitu banyak orang di Megah Tower, jika tidak, nasib mereka hanya satu—mati di tempat!
Be...berani sekali dia!" Faiza tidak bisa mempercayai matanya.
Yang lebih mengejutkannya adalah kemampuan pengawal Handoko terlalu kuat!
Anggota tim aksi melakukan aksinya dalam beberapa kelompok.
Dua orang tetap menjaga di pintu keluar, sementara yang lain beraksi secara terpisah.
Mereka memastikan untuk dapat melakukan serangan cepat pada titik intelijen Dark Net, memblokir pintu darurat dan semua jalan keluar yang ada!
Perusahaan yang menjadi target berada di lantai empat, hanya sedikit perusahaan dagang yang memilih untuk bekerja di lantai ini. Tujuan mengapa Badan Intelijen Dark Net memilih lantai ini sangatlah sederhana yaitu melarikan diri dengan mudah!
Mereka yang telah mendapat pelatihan khusus, dapat dengan mudah melarikan diri dengan melompat dari lantai empat.
Sebelum datang, tim aksi telah memberi tahu pihak otoritas setempat Jawa Tengah.
Namun, ada kasus perampokan kendaraan pengangkut uang di wilayah Magen Timur, sehingga anggota dari pihak otoritas setempat yang dapat bekerja sama dengan mereka sangatlah terbatas.
Sampai tim aksi masuk ke dalam titik intelijen Dark Net, anggota dari pihak otoritas setempat masih belum datang karena terhalang di tengah jalan oleh sebuah kecelakaan lalu lintas.
Handoko tidak pernah berpikir untuk meminta bantuan dari pihak otoritas setempat, tim aksi yang terlatih dapat menyelesaikan misi ini.
__ADS_1
"Siapa kalian? Apa yang ingin kalian lakukan?" Anggota tim aksi masuk ke dalam sebuah perusahaan yang bernama "Travanda Trading".
Wanita di meja resepsionis pintu masuk ketakutan, dia hanya karyawan biasa, dia sama sekali tidak mengetahui apa yang sebenarnya dikerjakan perusahaan.
“Semuanya, segera berjongkok dan angkat tangan kalian di atas kepala!” Baru pada saat itulah anggota tim aksi mengeluarkan pistol mereka.
Anggota Dark Net yang dihadang di perusahaan itu tercengang.
Mereka mengetahui kejadian di lobi lantai dasar, tetapi mereka mengira itu hanya konflik antar sesama perusahaan.
Jika tahu ada yang membawa pistol, mereka pasti melarikan diri!
Dengan apa yang mereka lakukan, sisa hidup mereka hanya bisa dihabiskan di penjara.
Bahkan hukuman mati bukanlah hal yang mustahil!
"Dor!"
Seorang anggota Dark Net mencoba melompat keluar jendela, dia ditembak dan terbunuh oleh anggota tim aksi!
Kali ini semua orang menjadi patuh dan tidak berani bergerak.
Jelas, yang di depan mereka bukanlah penjaga keamanan khusus melainkan para prajurit elit yang dapat bertindak secara tegas!
Perusahaan dagang ini memiliki dua area kantor dan satu area istirahat, sisanya adalah kantor manajer.
Handoko seperti hantu, berlari bagaikan kilat melewati pintu kantor manajer.
Ada seorang wanita yang kepanikan dengan tubuh setengah telanjang di dalam ruangan, Kepala dari Badan Intelijen Dark Net sudah memakai celananya dan melompat keluar jendela.
Sebelum meloncat, dia tidak lupa untuk melakukan provokasi, dia menatap handoko dengan wajah menghina dan senyuman dingin.
Jika dapat melompat ke bawah, dengan kemampuannya dia pasti dapat melarikan diri, tidak ada orang yang bisa menangkapnya lagi.
Sayangnya, dia menemukan bahwa ia melayang di atas jendela.
Lehernya seperti dicengkeram dan diangkat oleh sebuah kekuatan yang tak terlihat, ini jelas bertolak belakang dengan hukum fisika.
Kemudian, dalam sekejap dia ditarik kembali ke dalam ruangan dan jatuh ke tangan Handoko.
Pada saat yang sama, ada juga dua anggota lainnya yang berhasil melompat ke bawah.
Handoko mengabaikannya, anggota tim aksi yang di bawah dapat menangkap mereka.
"Kamu...kamu...Handoko!" Kepala dari Badan Intelijen Dark Net berhasil mengenalinya.
Seketika wajahnya tampak ketakutan dan pasrah!
Bagaimana pun juga, dia tidak menyangka bahwa Handoko ternyata begitu kuat.
Ini telah melampaui kognisi manusia normal, organisasinya masih berani menerima pesanan tersebut, bukankah itu sama dengan mencari mati?!
Jika memungkinkan, dia pasti akan memperbarui informasi tentang Handoko di dalam sistem Dark Net.
Tingkat bahaya dari orang seperti ini pasti adalah SSS, diberi seberapa banyak imbalan pun tidak boleh menerima pesanan ini!
__ADS_1