Dewa Perang Ada Di Kota

Dewa Perang Ada Di Kota
Pembunuh Bayaran Tingkat Emas


__ADS_3

Irwanda seorang pembunuh bayaran tingkat emas dari Dark Net, tingkat penyelesaian tugasnya adalah 99%!


Pandai menyelinap dan menyamar, jarang menggunakan senjata, suka menggunakan pisau untuk membunuh targetnya, setiap kali dapat melepaskan diri. Awalnya, dia menyelesaikan tugas dan bersiap untuk berlibur, tetapi dia melihat pesanan seharga 20 miliar di sistem Dark Net.


Targetnya adalah seorang prajurit yang telah empat tahun menjadi tentara dan baru saja pensiun. Hidup biasa-biasa saja dengan mengandalkan wanita, menjalin hubungan dengan dua orang wanita dan mengandalkan keluarga terkemuka, informasi ini tidak ada bedanya dengan memberinya uang secara percuma!


Akhirnya dia mengubah lokasi liburan ke Jawa Tengah, untuk sekalian mendapatkan imbalan ini. Tidak heran jika Irwanda begitu ceroboh, informasi yang dikumpulkan di Dark Net pada dasarnya adalah salah! Karena Danu mempercepat pesanan, Dark Net tidak memiliki waktu untuk melakukan investigasi secara terperinci.


Informasi yang di dapatkan sangatlah sedikit, mereka semua disesatkan oleh informasi bahwa Handoko "melarikan diri" dari keluarga Tanujaya empat tahun lalu.


Irwanda tiba di Jawa Tengah dan menemukan bahwa Handoko dan keluarganya memiliki pengawal pribadi, tetapi ia memiliki satu celah yang fatal! Terlalu mudah baginya untuk mendapatkan pekerjaan sebagai tukang prasarana di TK Stary dengan penampilannya yang begitu cerah dan tampan.


"Karierku sebagai pembunuh bayaranku sungguh membosankan, tugas ini sama sekali tidak menantang."


Irwanda yang mendapat pekerjaan tersebut, dengan cepat memasuki kondisi kerjanya, ia hanya perlu menunggu anak-anak masuk sekolah pada hari Senin, maka pekerjaannya akan selesai dan itulah waktunya ia menerima imbalan!


Bahkan dia telah memikirkan bagaimana cara menikmati hadiah imbalannya tersebut.


.........


.........


Pagi-pagi sekali, Handoko mengangkat kaki panjang Susan. Setelah tidur bersama selama beberapa malam, Susan yang awalnya masih merasa malu, sekarang telah terbiasa. Hanya saja yang mempersulit Handoko adalah demi kesehatan fisik dan mental Susan, ia harus menahan godaan untuk tidur berdekatan dengannya.


Dia diam-diam bangun dari tempat tidur, membersihkan wajah dan pergi untuk memulai hari baru dengan latihan pagi .


Yovita masih menunggu di tempat lamanya.


"Kepala Instruktur, sesuai dengan penilaian Anda, pembunuh Dark Net telah menyelinap ke TK Stary."


Hanya ada perasaan kagum di hati Yovita!


Wewenang Lukas di Dark Net telah diblokir, dia tidak memiliki cara untuk mendapatkan info dari si pembunuh. Kepala Instruktur dapat memprediksinya secara akurat, sungguh luar biasa!


"Baik, aku sudah tahu, jika tidak ada yang hal yang terlalu penting di lain waktu, tidak perlu sampai datang ke Permata Residence untuk menemuiku, telepon atau biarkan Ganendra untuk memberitahuku saja." kata Handoko dengan santai.


Yovita ingin tertawa tetapi tidak berani, tentu saja dia tahu mengapa. Chandra dan Lidya menjaganya dengan ketat, selama ada wanita di samping Handoko, mereka pasti akan bertanya sampai ke seluk beluknya.


Handoko tidak ingin mengkhawatirkan orang tua angkatnya, apalagi membuat penyakit Susan kambuh, dia hanya bisa berusaha menghindari kesalah pahaman. Mau bagaimana lagi, keluarga adalah satu-satunya kelemahannya.


Dengan kekuasaan yang begitu besar dia bisa melakukan begitu banyak hal, namun dia tetap hanyalah anak kecil di depan orang tua angkat yang memiliki budi besar baginya.


“Baik! Kepala Instruktur!” Yovita berdiri tegap dan memberi hormat.


Kepala Instruktur yang bersikap demikian tetap kelihatan penuh wibawa, tetapi kehangatannya yang penuh rasa kemanusiaan, hanya akan membuat dia semakin mengaguminya.

__ADS_1


Selesai latihan pagi dan sarapan, sudah waktunya untuk berangkat.


“Istriku, ini masih pagi, aku akan mengantarmu ke perusahaan dulu, lalu mengantar Sasha ke TK.” kata Handoko dengan lembut.


“Baik Suamiku.” Susan mengangguk tanpa berpikir.


Chandra dan yang lainnya tidak lagi merasa canggung ketika mereka saling memanggil "suami dan istri" setelah terbiasa. Mereka bahkan berharap suatu hari Susan dapat memulihkan ingatannya dan menikahi Handoko dan membentuk keluarga yang sebenarnya.


Di pintu masuk Grup Tanujaya, ketika Susan hendak turun dari mobil, Sasha tiba -tiba bertanya.


"Mengapa ibu tidak mencium ayah? Saputra mengatakan bahwa ketika ayah dan ibunya berpisah, mereka akan berciuman."


Wajah Susan memerah, anak zaman sekarang, apa yang dipikirkan di benaknya! Handoko diam-diam merasa gembira, Saputra adalah bintang keberuntungannya, setiap kali ia mendapatkan bantuan dari Dewa.


Meskipun setiap hari mereka sangat dekat, tetapi persentase untuk memulihkan ingatan Susan terlalu rendah. Namun sebelum ada cara yang lebih baik, dia hanya bisa mencoba untuk membangun kembali hubungan cinta mereka.


 


 


Berpacaran sekali lagi!


Handoko segera menjulurkan wajahnya.


Susan memberi ciuman kilat di wajah Handoko, wajahnya memerah dan segera lari keluar dari mobil, ia hampir saja terjatuh karena hak sepatunya yang tinggi itu.


“Hati-hati, pelan-pelan!” Handoko berteriak cemas.


Sosok yang ramping menghilang di pintu gedung, Handoko memegang pipinya sambil tertawa bodoh.


"Ayah, cepat mengemudi, Sasha akan segera terlambat." kata Sasha mendesak.


Dia bisa merasakan cinta Susan terhadap Handoko tetapi dia tidak tahu bahwa perasaan cinta yang ditunjukkan ibunya hanyalah cinta antar saudara.


Di gerbang sekolah, Handoko menyerahkan putrinya kepada guru di sana. Dia berbalik masuk ke mobil dan tidak pergi jauh, kemudian menunggu dengan tenang...


Lebih dari dua puluh anggota tim operasi mengepung setiap sudut di TK Stary. Ganendra dan Yovita berada di mobil lain.


“Mengapa Kepala Instruktur tidak menangkap pembunuhnya secara langsung?” Yovita bertanya dengan perasaan aneh.


Target si pembunuh jelas adalah Sasha, apakah Kepala Instruktur tidak takut terjadi sesuatu?


"Kepala Instruktur sedang melatih putrinya." kata Ganendra dengan santai.


Yovita tampak terkejut. Lelucon apa yang dimainkan, Sasha baru berusia empat tahun!

__ADS_1


"Jika kamu dilatih di bawah bimbingan Kepala Instruktur, kamu akan tahu bahwa pelatihan semacam ini sangatlah normal."


Penjelasan yang diberikan Ganendra tidak jelas sama sekali, Yovita masih tidak bisa menerimanya.


"Tapi bagaimana pun Sasha masih anak kecil, bagaimana cara dia menghadapi orang dewasa, apalagi pembunuh tingkat emas dari Dark Net yang harus ia hadapi!"


Jika bukan karena di dalam hatinya memiliki rasa hormat terhadap Handoko, dia ingin sekali mengatakan apakah Kepala Instrukstur sudah gila?!


“Hehe, menurutmu apakah Sasha itu anak biasa?” Ganendra menoleh dan tersenyum.


Yovita tampak bingung. Yovita berpikir dengan serius, tidak ada yang istimewa dari Sasha yang imut itu, mengapa merasa bahwa dia tidak biasa?


 "Jangan diambil hati, tapi menurutku paling lama satu tahun, jika kamu dan Sasha berhadapan langsung, kamu pasti akan kalah." kata Ganendra.


Yovita masih tidak bisa mempercayainya, tapi dia tidak bisa mempertanyakan apa yang dikatakan oleh ketua Ganendra. Karena Ganendra pernah dilatih langsung oleh Handoko!


“Jangan gunakan akal sehat untuk menilai Sasha, dia berbeda dengan kita.” Hanya ada rasa kagum di wajah Ganendra.


“Baiklah, walaupun Sasha itu istimewa, tetapi dia hanya seorang anak kecil, mengapa Kepala Instruktur menggunakan metode berbahaya ini untuk melatihnya?” Yovita masih tidak mengerti.


Ganendra menggelengkan kepalanya, dia juga tidak tahu.


.........


.........


Handoko sedikit memejamkan matanya, menggenggam setir dengan kedua tangan, penuh kekhawatiran di dalam hatinya. Perasaan tegang ini bukan datang dari keselamatan Sasha, ada perlindungannya secara diam-diam sama sekali tidak akan ada masalah.


Yang dia khawatir adalah mampukah Sasha untuk menguasai dan mempraktikkan apa yang ia ajarkan dalam waktu beberapa hari ini. Ketika berhadapan langsung dengan pembunuh tingkat emas, bisakah dia menghadapinya dengan benar?


Di mata orang lain, metode yang dia gunakan sangatlah kejam, tetapi tidak ada yang tahu bahwa intervensi dan bimbingan Handoko sebelumnya akan membuat masa depan Sasha berjalan lebih lancar.


Jika dia bisa, dia benar-benar tidak ingin menjadi ayah harimau yang kejam! Sayangnya, dia tidak memiliki kesempatan untuk memilih!


Kelas di TK telah dimulai, guru yang cantik sedang mengajar anak-anak bernyanyi. Irwanda merapikan pot bunga dan penampilannya yang tampan selalu menarik perhatian para guru wanita. Sedangkan perhatian Irwanda selalu tertuju pada Sasha yang sedang bermain dengan gembira.


Tidak banyak tugas di taman kanak-kanak, selain kantor kepala sekolah, dia bisa berjalan di seluruh tempat yang ada di TK.


Hanya dalam waktu setengah hari, dia sudah mengenal semua kondisi lingkungan yang ada di sana, ia telah menyusun rencana pembunuhan dan cara untuk melepaskan diri dengan terperinci.


“Oh, ini terlalu mudah, tidak ada tantangan sama sekali.” Irwanda menghela nafas dalam hati.


Dia hanya tinggal menunggu anak-anak pulang dari sekolah di sore hari, saat itulah dia akan beraksi!


Jika Irwanda tahu bahwa pembunuh tingkat emas Dark Net yang bermartabat digunakan sebagai teman berlatih untuk anak imut yang berusia empat tahun, tidak tahu apa yang akan ia pikirkan.

__ADS_1


__ADS_2