
"Ketika tuan akan menikahi nona Sarah." Ucap Bimo yang tidak lagi di gubris oleh Reyhan, dan langsung pergi ke tempat Aldo .
Setelah sampai di ke diaman Aldo, tanpa permisi Reyahan langsung masuk begitu saja kedalam. Aldo dan Sarah yang sedang bersarapan sangat kaget dengan kedatangan Reyahan yang sedang emosi.
'Bughh'
'Bughh'
Reyahan terus menghantam wajah tanpan Aldo, Sarah yang melihat hanya bisa mematung dan menagis, melihat Reyhan yang di siksa oleh Reyhan.
Akhirnya mereka saling tinju dan yang paling parah lukan nya Aldo dia mendapat kan banyak bogeman oleh Reyhan yang seperti orang kesetanan.
" Apa maksud mu?" tanya Aldo menahan sakit dan berusaha berdiri, sebab ia terjatuh di lantai.
" Kau yang seharus nya aku tanya, kenapa kamu bawa istri ku dan menyembunyi kan nya??" bentak nya pada pada Aldo.
" Cukup! cukup Reyhan, harus nya kamu sadar, kamu tidak perlu melukai orang lain, kamu gila Reyhan kamu keterlaluan, kamu biadab, dimana keperimanusian mu?"
" Aku benci kamu, Reyahan. Aku benccciiiii!" teriak Sarah sambil menangis, ia sudah tidak tahan dengan perilaku nya.
"Kamu itu laki-laki tidak bertangung jawab Reyhan, kamu hanya memikirkan ego mu sendiri, tidak memikirkan perasaan orang lain!" ucap nya lagi sambil mengebrak meja makan.
" Kamu yang keterlaluan Sarah, kamu suadah mempunyai suami tapi kamu malah tinggal dengan peria lain yang tidak ada, ikatan sama sekali dengan kamu yang manusia biadab tidak tahu malu!" ucap nya sambil menahan emosi nya yang sudah mau meledak.
"Jadi yang kamu maksud istri kamu itu Sarah?" tanya Aldo emosi.
"Iya, kenapa?"
'Bughh'
'Bughhh'
Reyhan mendapat bogeman lagi dari Aldio.
__ADS_1
"Dasar manusia biadab, bisa-bisa nya kamu menikahi wanita di bawah usia."
"Bukan urusan mu."
"Jelas ini urusan ku."
"Apa maksud mu hah? kau mau ikut campur dalam masalah rumah tangga ku?"
"Jelas aku tidak terima kau, itu manusia ******** dan kau menikahi wanita yang sangat baik dan tidak berdosa."
" Apa kata mu? tidak berdosa?sudah jelas dia itu berdosa, dan dia tidur dengan laki-laki yang tidak ada ikatan nya sama sekali."
"Jaga ucapamu Reyhan, aku sama sekali tidak pernah tidur dengan Aldo, dan kau dengan seenak jidat mu bilang aku tidaur dengan nya."
"Iya, lah lagi pula mana ada maling ngaku yang ada penjara penuh jika maling ngaku."
"Jaga ucapan mu Reyahan!" Sarah sudah berusaha menahan air mata nya agar tidak meluncur, tapi setia hinaan yang di beri oleh Reyhan terpaksa harus meluncur tanpa, di perintah oleh nya.
'Plakkk' Satu tammparan mendarat di pipi mulus Reyhan, siapa lagi pelakun nya jika bukan Sarah yang menampar nya. Sarah sudah betul-betul muak dengan hinaan yang Reyhan beri sampai-sampai ia nekad untuk menampar nya. Yang di tampar bukan nya merasa sakit malah tertawa sumbang.
" Kita sudah bukan sahabat lagi atau apa pun itu, sekarang kita adalah musuh.. Jadi jangan pernah kamu, menginjak kan kaki mu lagi disinih, dan satu lagi aku ingat kan jangan pernah membawa Sarah pergi dari rumah ini!."
"Kau itu siapa? berani-berani nya kamu nyuruh, agar saya tidak membawa istri sah saya, dan kamu bukan siapa-siapa istri saya, bagaimana pun juga, saya suami nya, saya berhak atas diri nya."
"Jika anda merasa berhak, KENAPA ANDA SENDIRI TIDAK MEMPERBAIKI DIRI ANDA HAH?" teriak Aldo, yang sudah menahan emosi, dan akhir nya bisa meledak juga. Jangan salah kan Aldo, jika Aldo berteriak dia hanya ingin melindungi orang yang ia cintai, apa pun resiko nya pasti akan Aldo terima, demi melindungi orang yang sangat berharga.
"Jadi kau butuh uang berapa? akan saya ganti atas anda telah menjaga dan merawan istri saya dengan baik, dan jika anda ingin atau apa pun itu akan saya beri."
"Saya tidak butuh uang mu!"
"Oh ya?"
Semakin Aldo emosi, semakin keruh pertengkaran mereka, yang sangat memekakn 'kan. Aldo tetap pada pendirian nya, sama dengan Reyahan , ia juga tetap pada pendirian nya yang keras kepala.
__ADS_1
"Cukup! percuma kalian bertengkar itu tidak akan merubah atau menyelesaikan masalah, tapi kalian.......
Kalian hanya membuat masalah mengkeruh, sudah cukup aku tidak ingin melihat kalian terus bertengkar seperti anak kecil."
"Sekarang jelas kan pada ku, apa yang kamu mau Reyhan?."
"Dan kamu juga Aldo apa yg kamu mau dari ku?"
"Jawab!"
"Jika kalian tidak mau menjawab maka aku akan pergi! dan jangan pernah kalian mencari ku lagi aku sudah cape dengan kalian berdua, dan terimakasih Al, karna kamu aku jadi bisa sekolah lagi. Dan terimakasih Han, karna kamu aku jadi tau bagaimana rasanya di kekang dan juga terimaksih atas semua kebaikan mu."
"Permisih aku pergi." Ucap Sarah sambil berjalan, menuju pintu utama.
"Tunggu Sar!," teriak, Aldo pada Sarah. Yang di pangil pun langsung berhenti tanpa menoleh sedikit pun. "Ada apa?" tanyanya.
"Aku mencintai mu Sarah." Sontak Reyhan dan Sarah kaget, dengan apa yang baru saja keluar dari mulut Aldo.
"Apa maksud mu? kau mencintai perempuan yang sudah bersuami." Kali ini Reyhan yang membuka suara buka Sarah.
"Aku hanya mengatakan apa kata hati ku, jika Sarah mau menerima ku, aku akan sangat senang dan aku akan menjaga nya dengan sepenuh hati ku."
'Bughhh'
'Bughh'
Aldo mendapat bogeman lagi dari Reyhan, dan tidak hanya satu kali dua kali dia terus menghajar Aldo sampai mengeluarkan darah dari sudut bibir nya. " Cukup ! kau sudah gila Rey, kau terus menyiksa orang yang tidak bersalah dan sekarang kau ingin membunuh nya."
"Diam! Jadi seperti ini, kau memohon agar
laki-laki brengsek ini tidak aku lukai agar kau menikah dengan nya, dan menjalin kasih. Dimana otak mu Sarah?." Ucap Reyhan menggebu-gebu, menahan amarah agar tidak melakukan kekrasan dengan Sarah.
"Hiks... hiks... tidak, aku sama sekali tidak bermaksud membela nya , aku hanya ingin kalian tidak bertengkar hanya itu saja." Ucap nya sambil terisak , dada nya sangat sakit menahan isak tangis nya yang sebentar lagi akan meledak, dia sangat kecewa dengan Reyhan dan Aldo. Ia pikir Aldo mau menolong nya tanpa ada rasa apa pun itu, ternyata pikiran nya salah, salah besar Aldo mencintai nya, sungguh di luar dugaan ku.
__ADS_1
"Ck, siapa yang bilang kalau, Sarah membela ku? mungkin dia hanya bersimpati padaku."