Di Paksa Menikahi Tuan Muda

Di Paksa Menikahi Tuan Muda
32


__ADS_3

"Assalamualaikum......


Mana atuh dukungan nya, masa pada gak mau ngasih vote, sama like sih. Apa karna novel nya, gak jelas yah, atau apa ? 😪😪


Yaudah atuh gak pa-pa, kalau gak mau ngasih vote, juga. Makasih karna kalian juga udah mau baca novel ini walapun isi nya, gak jelas.


Yaudah seperti biasa nya, aja yah seblum baca, kalau ada yang mau ngasih vote, langsung aja.


Dan sesudah baca, jangan lupa like, dan tinggalkan jejak nya.


Terimkasih.... buat yang udah mau baca.


Silah kan di lanjut baca nya.


Wassalamualaikum wr. wb.


🕊🐰🕊🐰🕊🐰🕊🐰🕊🐰🕊🐰🕊🐰🕊


"Sar, kamu percaya kan sama aku?"


"Aku gak sepenuh nya, percaya. Tapi aku akan berusaha untuk percaya, sepenuh nya sama kamu."


"Makasih yah, Sar. Walapun kamu gak sepenuh nya, percaya. Aku yakin kalau kamu juga gak akan, ningalin aku lagi."


Reyhan yakin, suatu saat pasti Sarah, akan percaya dengan nya. Dan Reyhan juga sangat yakin, kalau dia akan mempunyai keturunan, bersama Sarah.


"Tapi aku minta satu hal, sama kamu." Ucap nya lirih, entah kenapa saat Reyhan menjelas kan, kejadian yang sama sekali Sarah, tidak mengerti. Perasaan nya, terasa nyaman saat di dekat nya.


"Kamu mau minta apa? aku akan menuruti mu." Reyhan akan menuruti apa pun, asal kan istri nya bahagia.


"Aku mau akhiri, hubungan mu sama Natali. Aku hanya ingin hidup tenang, tanpa ada ganguan, Rey."


"Baik, aku memang akan mengakhiri hubungan ku, dengan nya."


"Makasih yah," ucap nya lirih


"Kamu gak perlu bilang makasih, seharusnya aku yang makasih, sama kamu. Karna kamu menolak menikah dengan Aldo, demi aku."


Sarah hanya tersenyum lemah, karna kondisi nya, yang masih belum begitu setabil.


"Aku juga minta maaf sama kamu, karna aku udah terlalu keras sama kam-."


"Ssssttttt, gak usah di lanjutin. Ini juga gak sepenuh nya, salah kamu. Ini juga salah aku."


"Gak, kamu sama sekali gak salah, hanya aku yang salah, makasih yah Sar."


Tak terasa, lelehan bening keluar dari sudut mata, nya. Sarah benar-benar, merasa tersentuh, atas sikap Reyhan yang sangat halus. Selama ini Reyhan gak perna, bersikap halus. Biasa nya ia akan selalu bersikap kasar , tak kenal waktu dan tempat.


"Apa kah ini yang dinamakan, berbuah manis pada akhir nya." Ucap nya dalam hati.

__ADS_1


Sarah bahagia, jika akhir nya suami nya yang selalu bersikap kasar pada nya, kini ia bersikap manis.


🕊🐰🕊🐰🕊


"Sar, bangun makan dulu yah."


"Engghhh... udah jam berapa?" Sarah mengeliat, sambil tersenyum.


"Ini udah sore, kamu belum makan siang. Ayo bangun, sekarang kamu makan dulu."


"Hmmm..."


Reyhan menyuapi Sarah, dan memberi Sarah obat, agar sakit nya cepat sembuh.


"Kenapa kamu, gak makan juga?" tanya Sarah pada Reyhan, yang hanya sibuk menyuapi nya.


"Aku udah makan, tadi siang. Sekarang kan yang belum makan, tinggal kamu."


"Hmmm...."


"Rey, kamu gak lagi sakit atau apa kan, kok kamu kayanya baik banget sih?" Sarah hanya bercanda mengatakan nya.


"Kamu kira aku gila apa," ucap Reyhan dengan nada tinggi.


"Hihihihi... aku cuman bercanda kok." Sarah tersenyum geli ketika suami nya emosi, tapi bukan emosi seperti dulu.


"Huhh... aku pikir kamu beneran bilangin, aku gila."


"Yaudah, sekarang kamu istirahat dulu apa mau mandi dulu?"


"Aku mau mandi dulu, habis mandi baru aku istirahat lagi."


"Yaudah aku siapin dulu air panas nya."


"Ehh, gak usah. Aku mandi air dingin aja."


"Kali ini nurut aja deh, gak usah ngelawan terus." Ucap nya marah.


"Baik lah."


Reyhan pergi berjalan menuju kamar mandi, yang ada di kamar nya, dan menyiap kan air hangat untuk Sarah mandi.


Walaupun Sarah menolak, ia tidak akan mendengar kan istri nya, yang sangat ngeyel itu.


Setelah siap, Reyhan keluar dari kamar mandi, lalu memangil Sarah untuk segera mandi.


"Sar, air hangat nya udah siap, sanah mandi dulu!"


"Iya, terimkasih, udah mau nyiapin."

__ADS_1


Sarah berjalan menuju kamar mandi, sedari pagi tadi Sarah, belum mandi. Badanya tersa sangat lengket, dan bau.


Setelelah selesai mandi, sarah kelaur mengunakan jubah mandi nya, yang ada di dalam kamar mandi.


"Rey, aku kan tidak punya baju, semua baju ku ada di rumah, yang aku tempati dengan Aldo."


Reyhan merasa kesal ketika Sarah, menyebut nama Aldo. Namun ia berusa menutupi kekesalan nya, ia tidak mau kejadian seperti yang sudah-sudah, terulang lagi.


"Biar nanti aku suruh, Dina membelikan baju untuk yang baru."


"Ehhh, gak usah. Aku pake baju kamu aja dulu yah, boleh gak?"


"Tapi baju ku, terlalu besar untuk tubuh mungil mu, itu Sar."


"Gak pa-pa kok, dari pada aku pake jubah mandi ini."


Sarah membuka lemari pakaia, Reyhan. Lalu mengambil sebuah kaos, berwarna putih. Ia terlihat sangat seksi, dan lebih cantik. Samapi-samapai Reyhan tidak mengedip, melihat Sarah yang tampak lebih cantik, saat menggunakan kaos nya. Yang panjang nya cuman sebatas paha nya.


Kalau gini cara nya, ia tidak akan jadi menyuruh Dina, untuk membelikan pakaian untuk Sarah. Lebih baik Sarah fi suruh mengenakan kaos nya aja.


"Cantik," gumam nya.


"Biasa aja juga,"Sarah tersipu ketika Reyhan, menatap nya tanpa berkedip.


"Kamu benar-benar cantik, Sar."


"Yaudah udah gih muji nya, emang kamu gak mau mandi?" ucap nya mengalih kan topik pembicaraan.


"Oky, aku akan mandi. Kamu jangan pergi, aku gak akan lama."


"Iya, sana gih," usir nya pada Reyhan.


Reyhan pergi melenggang kekamar mandi, ia akan melakukan ritual mandi nya.


Hari ini adalah hari yang bahagia, bagi kedua insan ini. Reyhan sangat bahagia karna Sarah, udah mau balik lagi bersama diri nya.


Begitu pun sebalik nya, Sarah juga bahagia melihat suami nya, yang sudah banyak perubahan. Reyhan sudah tidak bersikap kasar lagi, dia selalu bersikap halus.


Setelah selesai melakukan ritual mandi nya, Reyhan keluar dari kamar mandi. Menggunakan handuk yang melingkar di bawah pusar nya. Ia terlihat sangat gagah dan tanpan, apa lagi menampakan dada bidang nya, dan roti sobek nya.


"Aku akan keluar, " ucap Sarah, saat Reyhan akan mengenakan pakaina nya.


"Gak usah keluar! kamu di sini aja. Kamu bebas melihat tubuh ku, ini hanya akan menjadi milik mu, Sar."


"Hmmm... baik lah, tapi bisa kah kau mengenakan pakaian mu, di dalam kamar mandi saja."


"Kenap?" tanya nya, penasaran.


"Aku malu, Rey."

__ADS_1


"Baik lah, aku akan memakai pakain ku di dalam sana saja."


__ADS_2