
"**Assalamualaikum....
Seperti biasa nya aja yah, sebelum baca jangan lupa vote nya. Autor ngemis vote lagi nih......🤣🤣🤣🤣
Udah ah gak mau kebanyakan, ngoceh🤣🤣 takut bosen. Yaudah langsung baca aja yah.....
Sesudah baca jangan lupa like, dan komen nya..., ngemis lagi nih🤣🤣🤣😆😆🤣
Silah kan di lanjut kan baca nya......
Terimakasih.......
Wassalamualaikum. Wr.Wb.
🕊🐰🕊🐰🕊🐰🕊🐰🕊🐰🕊🐰🕊🐰🕊**
"Natali, keluar kamu!!!!" Reyhan terus berteriak, di depan pintu rumah Natali.
Ia benar-benar marah, mungkin ia akan mengamuk.
"Ada apa sih? ngapain kamu teriak-teriak di depan rumah ku?"
"Sekarang jawab!! kamu kan yang udah bunuh anak ku??"
"Jangan nuduh sembarangan deh, kamu itu gak punya bukti. Mana bukti nya kalau aku yang bunuh??"
Natali tidak mau di salah kan, ia akan tetap membela diri nya sendiri. Sampai kapan pun Natali tak akan mau di salah kan, ia ingin semua nya menyalah kan Sarah, yang terlalu lalai.
__ADS_1
"Dasar wanita tak tau diri, kau itu emang j**n*g. Aku tau kau itu wanita iblis, dan kau yang membunuh nya!!!"
"Silah kan saja kau menuduh ku, kau sendiri lah yang akan menyesali nya." Ucap nya santai, itu emang ada benar nya, Reyhan juga akan menyesal mungkin, atau tidak akan pernah menyesal.
"Ck, siapa yang akan menyesal menghabisi seorang penjahat."
"Hahahahh......, ayo lah Reyhan ku sayang, ini tidak sepenuh nya salah ku."
"Maksud mu apa? ini semua salah mu, Sarah sama sekali tidak bersalah."
"Jelas dia salah, dia telah metebut mu dari ku!! aku tidak terima atas perebutan nya, yang tidak wajar!!!"
"Jika salah, tidak usah mengelak. Buat apa kau tutupi lagi?" aku benar-benar tidak bisa berkata lembut, aku sudah tak bisa.
Dia telah membunuh anak ku, bukan nya dia tau kalau aku mencintai Sarah, kenapa juga dia harus menggotori tanggan nya sendiri.
"Cukup!!!! kau tak perlu membawa dia di masalah ini, cukup aku saja."
************
Tak berapa lama polisi datang bersama Varo. Varo tau jika masalah ini bukan lah masalah sepele, jadi ia membawa polisi.
"Tanggkap dia pak!!" titah Varo pada polisi, yang ia bawa.
Polisi tersebut langsung menangkap Natali. Natali tidak bisa berbuat apa-apa, tanggan nya di peggangi begitu kuat.
"Apa-apa hah? kenapa kamu tega Rey? kenapa?" teriak nya frustasi.
__ADS_1
"Sadar Nat, kamu itu udah melenceng terlalu jauh. Jadi ini lah balasan nya, dan kamu juga bisa belajar, dari kesalahan mu."
"Di sini bukan hanya aku yang salah, tapi ibu mu juga Rey!!!"
Reyhan tak percaya dengan apa yang di katakan Natali. Bisa saja kan Natali, menggarang.
"Sudah lah Nat, kamu gak perlu bawa-bawa ibu aku. Aku tau kalau kamu yang salah, jadi kamu berusaha menyeret orang lain. Supaya kamu tidak sendiri kan??"
"Kurang ajar...., ibu mu yang merencana kan, aku yang menjalani, asal kamu tau Aldo juga ikut, bukan aku saja. Aku tidak akan pernah memaaf kan mu!!! aku kecewa, kamu tidak pernah menghargai ku."
"Bawa dia pak!! dari pada terus mengatakan, yang tidak-tidak. Seperti nya dia sudah gila."
Ucap Varo, dinggin. Varo tidak percaya jika nyonya besar, melakukan hal serendah ini.
"Baik kami akan membawa nya."
"Lepas kan, tidak aku tidak mau."
"Sebaik nya anda ikut kami dulu, nanti anda bisa jelas kan di kantor."
Polisi langsung membawa Natali, sesuai perintah.
"Makasih yah..., lo udah mau bantuin gue."
"Santai aja, gue kan kawan yang baik jadi saat kawan nya butuh bantuan gue tolonggin dong. Masa iya gue liatin aja, itu nama nya kawan kurang ajar. "
"Tapi gue masih penasaran sama yang di katakan Natali, apa benar ibu juga melakukan ini."
__ADS_1
"Udah lo istirahat aja dulu, besok kita cari tau lagi, yang penting salah satu nya udah ketangkap."