
"Bagaimana dok keadaan nona Sarah?" saat dokter keluar dari kamar Sarah, Dina langsung menayankan keadaan Sarah. "Nona Sarah mengalami infeksi pada bagian paha nya dan itu membuatnya jadi sakit, ini resep obat nya nanti harus di minum tiga kali sehari, dari beri salep ini pada bagian yang terluka agar luka nya cepat kering, dan nona Sarah juga bisa melakukan pekerjaan nya dengan biasa lagi."Dokter itu mengatakan panjang lebar tentang, kondisi Sarah, dan Dina hanya mengangguk paham. "Bagaimana pun keadaan nya tolong kabari saya agar saya, bisa mengetahui keadaan nya!." Dina hanya menjawab dengan singkat dan padat. " Baik dok, terimakasih." Dokter itu keluar dari rumah Reyhan. Sedangkan Dina langsung kembali masuk ke kamar Sarah, Dina dengan telaten merawat luka Sarah, yang lumayan parah.
"Dina!"
"Dina!"
Reyhan datang dalam kondisi mabuk dan, memanggil-mangil Dina, pelayan Sarah. Dina yang mendengar nama nya di pangil-pangil langsung keluar dari kamar Sarah menuju lantai dasar. Ia melihat tuan nya sedang duduk di sofa dalam keada an mabuk, dan seperti nya tuan nya mabuk berat.
"Iya, tuan ada apa anda memangil saya?" Dina bertanya dengan sangat hati-hati, jujur ia sangat takut dengan orang yg lagi mabuk. Apa lagi orang yang lagi mabuk itu, pria.
"Diman, Sarah?"
"Nona, sedang beristirahat di kamar nya tuan."
"Sudah sekarang kamu pergi, saya mau kekamar!"
"Baik tuan."
Dina langsung beranjak pergi, menuju dapur setelah Reyhan menyuruhnya untuk pergi. Begitu pun Reyhan yang langsung menuju kamar nya.
"Kau sudah sadar baby?"
"Habis dari mana saja tuan?" tanya nya lemah.
__ADS_1
"Aku ingin, sekarang kau puas kan aku!"
"Apa maksud mu tuan?" ucap nya menahan rasa takut yang sudah menjalar ditubuh nya.
"Hahahahhah!....., Kau ini bagaimana, aku ini suami mu, tapi apa kau malah menolak . Jika bersama Aldo kau begitu senang apa dia lebih kuat dari ku hah?"
"Jangan mengada-ngada, aku dan dia tidak pernah berbuat apa pun, dan kau juga harus mikir kalau mau bicara tuh di saring dulu jangan, seenak jidat mu , bicara yang bukan-bukan."
"Aku tidak mengada-ngada, karna itu kenyataan nya, oh tuhan jadi dia sudah mulai jatuh cinta dengan lelaki lain, bahkan dia sudah mempunyai suami, tapi dia melakukan halbodoh." Sungguh ucapanya sangat menusuk di hati Sarah, semuanya yang dikata kan oleh Reyhan sama sekali tidak ada yang benar, itu semua hanya kesalah pahaman.
"Mau sampai kapan kamu tetap tidak mempercayai aku? aku cape selalu kau salah kan, tapi aku tidak pernah menuduh mu yang tidak-tidak, dimana letak hati nurani mu?"
"Jadi kau, sudah berusaha menantang ku, lagi oky tidak masalah jika kau mau,yg lebih parah dari itu, aku akan menuruti mu."
"Aku pikir setelah kita menikah maka akan ada, yang nama nya kebahagian tapi ternyata tidak sama sekali aku tidak pernah merasakan kebahagian bersama mu, aku selalu jadi objek kesalahan mu."
"Percuma kau meminta kebahagian, karna di dalam hidup mu itu tidak pantas mendapatkan kebahagian seperti wanita-wanita pada umum nya, kecuali ibu ku, dia pasti sangat bahagia jika aku membunuh mu!!!"
Bagaikan jarum yang menusuk hati ku. "Aku tidak menyanka jika mertua ku juga sangat mengharapkan ku mati, memang nya apa salah ku jika aku juga ingin merasakan kebahagian, dan aku juga tidak pernah tau siapa mertua ku. Rasanya aku ingin mati saja dari pada aku harus hidup dalam kesengsaraan." Sarah hanya bisa membatin dan air mata nya, juga tak pernah berhenti mengalir, sejak pertama kali Reyhan mengatakan, bahwa ibu nya juga sangat senang jika Sarah mati, apa kah semua keluarga Reyhan tidak mempunyai rasa kasihan pada orang lain, baru saja Sarah bagun dari tidur nya, dan sekarang ia merasa lebih baik tidur selama nya tanpa ada beban apa pun itu, dari pada harus terbagun dan menerima kenyataan yang amat menakutkan.
Dunia begitu kejam, tidak memberikan kesempatan agar ia bahagia.
"Jika itu membuat kalian bahagia, silah kan kalian bunuh saja aku."
__ADS_1
"Tapi aku tidak, ingin terlalu buru-buru, untuk membunuh mu Sarah, aku akan melihat mu menderita dulu," ucap nya sambil menyeringai licik.
"Dan aku suka melihat karya ku menempel di tubuh mu dulu, itu baru satu karya dan aku akan memenuhi karya ku di seluruh tubuh mu, hahahhahah...... "
"Tega, kamu benar-benar tega, kenapa kamu tidak cukup merengut kebahagian ku, dan menyita rumah orang tua ku, jika aku hanya terlilit hutang harus nya, aku tidak di perlakukan seperti ini."
"Rumah dan tubuh mu saja tidak cukup untuk ku, aku akan membaut mu merasakan perih nya neraka dunia dahulu, sebelum kau masuk neraka yang sebenar nya, dan aku yakin orang tua mu pasti sangat bahagia karna hutang nya lunas, oleh putri tercinta nya, hahahhaha....."
"Orang tua ku, sangat membenci mu!" teriak nya dan tangis nya pun juga pecah, dalam sekejap mata ia tak kuasa menahan seluruh hinaan dan ancaman. Sarah hanya ingin hidup tenang, dan bebas kenapa dia terus menerima cobaan-cobaan yang menyakitkan nya.
"Sekarang kau istirahat, dan siap-siap besok, aku akan membuat mu indah dengan tangan ku sendiri."
"Dasar psikopat," cacinya dalam hati.
Sarah berusaha bangkit dari tidur nya , Sarah mencari jalan keluar dari bahaya ini, dia berdoa kepada tuhan agar, di selamatkan dari kekejaman Reyhan . Sungguh tidak menyangka jika diri nya hanya dijadikan, alat dan bahan untuk Reyhan melampiaskan masalah nya, dan kemarahan nya. Jujur Sarah sangat kecewa dengan apa yang telah dilakukan oleh suami nya srndiri.
'Ceklek' pintu kamar terbuka dan menampakan sosok Dina pelayan pribadi Sarah itu membawakan makanan dan obat dari dokter tadi pagi yang memeriksa keadaan nya.
"Nona apa kah anda sudah merasa, baikan dengan kondisi anda?"
"Sudah lumayan Din."
"Ya sudah kalau gitu , nona sarapan dulu, sekarang yah biar nanti langsung di minum obat nya agar luka nya cepat kering." Sarah merasa tersentuh dengan perilaku Dina yang sangat baik dengan nya, ia pikir sudah tidak ada lagi yang mau menolong nya, dan bersikap baik dengan diri nya.
__ADS_1
Sarah mulai menyuapkan makanan nya kedalam mulut nya, setelah selasai langsung meminum obatnya.