
"Assalamualaikum......
Seperti biasa, sebelum baca jangan lupa vote nya.
Dan sesudah baca, jangan lupa like, komen nya.
Tinggal kan jejak nya, ya terimakasih.
Wassalamualaikum wr. wb."
🕊🐰🕊🐰🕊🐰🕊🐰🕊🐰🕊🐰🕊🐰🕊
"Cobaan apa lagi ini, kenapa semua nya begitu rumit," Sarah membatin.
"Sar, aku itu peduli sama, makan nya aku ajak kamu nikah."
"Ini gak benar Al, Ini salah."
"Sar, bagaimana pun juga, aku pria normal, aku sayang sama kamu wajar, aku cinta sama kamu wajar, dan aku juga ingin menikahi kamu itu serius, Sar."
"Aku tau, Al."
"Kalau kamu tau, kenapa kamu nolak aku?" Aldo membicarakan hal ini, dengan terus terang, ia hanya ingin berkata apa ada nya, dengan serius.
"Aku bukanya nolak, aku gak mau ngehianati Reyhan, Al. Aku udah terlanjur sayang sama Reyhan, aku harap kamu ngerti in aku."
"Sar, kamu itu udah berulang kali di hianati nya. Tapi kenapa kamu masih ingin bertahan?"
Aldo geram sekali dengan Sarah, yang tidak mau menerima nya. Apa sih kurang nya Aldo, ia mau menerima Sarah apa ada nya.
"Al, buka nya aku, gak bisa nelawan Al, aku cum-."
Belum selesai Sarah bicara, Aldo langsung memotong omongan Sarah.
"Udah, sebaik nya kita pulang aja."
Aldo menarik lengan Sarah, dengan kasar ia tidak suka jika Sarah masih membahas Reyhan.
"Lepas Al, aku gak mau. Kamu juga sama aja udah di luar batas,Al. Kamu juga sama aja, gak ada beda nya, sama Reyhan."
"Aku beda, Sar. Aku beda dengan dia, aku masih punya persaan, sedang kan dia ."
Aldo tidak mau melanjut kan, kata-kata nya. Ia rasa Sarah , tidak akan mudah mengerti apa yang akan di bicara kan nya.
🕊🐰🕊🐰🕊
'Bruk'
"Ahhh."
Sarah terjatuh menambrak seseorang, karna kurang berhati-hati.
"Apa ada yang sakit, nona?"
"Akhhh, tidak pa-pa tuan, maaf kan saya tuan, saya tidak sengaja."
Sarah menunduk, sambil meminta maaf. Ia benar-benar, tidak sengaja menabrak. Itu juga karna ia lari dari Aldo, Sarah ingin bertemu dengan Reyhan, Sarah gak mau menikah lagi jika setatus nya, masih sebagai istri.
"Iya, tidak pa-pa, nona."
"Sekali lagi saya minta maaf tuan."
"Iya tidak pa-pa, nona. Kalau boleh tau nona mau kemana?"
__ADS_1
"Saya, mau kerumah suami saya tuan."
"Kenapa anda buru-buru?"
"Maaf tuan saya tidak ada waktu, saya buru-buru."
Sarah pergi meninggal kan lelaki itu sendiri, tanpa menjawa pertanya an dari lelaki asing itu, sendiri.
"Aku harus cepat, aku takut Aldo mengejar ku."
Sarah semakin cepat, tak memperdulikan luka pada lutut nya. Tujuan nya hanya satu, ia hanya ingin bertemu dengan Reyhan, la ingin meminta maaf, dan memberi tau Reyhan tentang keadaan nya.
"Nona tunggu dulu! ayo masuk biar saya antar kan."
"Tidak usah tuan, saya bisa kok."
"Tidak pa-pa nona, ayo masuk aja. Nanti kita bicara kan di dalam saja."
"Baik lah, tuan."
Akhir nya Sarah mau ikut dengan, pria yang tidak ia kenal itu. Sebenar nya Sarah takut untuk ikut dengan pria asing lagi. Ia takut terjerat lagi, seperti ia terjerat oleh Aldo.
"Tuan kita akan kemana?" tanya nya, pada Pria asing ini.
"Kenal kan nama saya, Varo."
"Saya Sarah, tuan."
"Senang bertemu dengan anda, nona Sarah."
"Senang bertemu dengan anda juga, tuan Varo."
"Kita makan dulu yah, nanti kita lanjut kan perjalan nya."
"Nona saya tau anda, adalah....."
Sarah menegang ketika Varo, mengucap kan kata-kata nya yang, tidak di lanjut kan.
"Apa aku tertipu lagi?oh tuhan bantu lah aku, semoga dia bukan orang jahat." Sarah berdoa agar tidak terjadi sesuatu, Sarah sama sekali tidak mengenal Varo, tapi mengapa Varo bisa tau dengan nya.
"Nona, saya bukan orang jahat, saya di sini akan membantu anda, untuk bertemu dengan suami anda."
"Tapi tuan Varo, bisa mengenal saya?"
"Nanti akan terjawab, sekarang kita pergi makan dulu, setelah itu saya akan antar kan nona, dan nanti nona bisa tau dari mana saya mengetahui anda nona."
"Hmmm..... maaf tuan, sebaik nya anda tidak perlu memangil saya, nona. Saya merasa kurang nyaman jika anda memangil saya, dengan sebutan nona."
"Baik lah, jadi mau di pangil apa?"
"Nama aja tuan."
"Oky, tidak masalah."
Tidak terasa, mereka berbicara banyak, sekarang mereka sudah sampai, di rumah makan sederhana.
🕊🐰🕊🐰🕊
"Aaaagggrrrrrhhh...... sial, aku gagal dapetin Sarah, aku gak akan menyerah, Sar."
"Aku akan menikahi mu, aku gak rela orang lain yang dapetin kamu."
Aldo, tidak mudah menyerah dalam memperjuang kan wanita, dia berbeda dengan Reyhan, yang selalu menyia - nyiakan wanita.
__ADS_1
Jujur Aldo, tidak pernah seperti ini walapun ia perna dekat dengan wanita, kali ini sangat berbeda.
Aldo juga sudah menyuruh, para penjaga di rumah nya, agar mencari Sarah. Yah itu mudah saja bagi Aldo. Ia tinggal menyuruh, tidak perlu terlalu repot dalam mencari wanita nya.
'Drrrtttt.... drrrrttt.....'
Aldo langsung mengambil, ponsel nya yang bergetar.
"Hallow, bagaimana?"
".... .... . ...."
"Kepung mereka, saya akan kesana sekarang juga."
"..... ...... .... .... "
"Baik."
Aldo mematikan sambungan telvon nya, ia langsung bergegas masuk kedalama mobil.
*****
"Varo bagaimana ini, mereka banyak sekali, aku takut."
"Kamu tenang aja, Sar. Biar mereka aku yang urus, kamu diam aja di dalam mobil, jangan keluar. "
"Iya, Var. Kamu hati-hati yah."
"Iya, Sar."
Varo keluar dari mobil dengan tangan kosong, ia akan berpura-pura, tidak tau.
"Ada apa ini? kenapa kalian menghalangi jalan ku?"
"Anda tidak perlu pura-pura, tuan. Sebaik nya anda serah kan, nona Sarah pada kami!"
"Maaf, saya tidak mengenal orang yang kalia. sebut kan."
"Jika anda tidak mau berurusan dengan kami, cepat serah kan dia."
"Maaf tuan, dia siapa yah? Apa yang kalian maksud sih, saya tidak membawa siapa pun."
Di sela-sela perdebatan mereka, Aldo datang dengan membawa senjata. Ia menatap Varo tidak suka.
"Cepat lepaskan, Sarah atau akan aku tembak kau!"
"Anda siapa, seenak nya aja, akan menembak saya."
"Kamu tidak perlu pura-pura, saya tau Sarah ada di dalam, sebaik nya kamu lepas kan dia, atau kamu mati di tangan ku."
Aldo mengancam, Varo. Dengan senjata yang ada di tanggan nya..
"Tidak, Al. Kamu gak boleh lukain dia, dia gak salah, Al."
"Akhir nya kamu keluar juga, Sar."
"Apa yang kamu mau, Al?"
"Aku hanya mau kamu, Sar."
"Al, aku mohon kamu gak boleh seperti ini.$
"Seperti ini bagaimana,Sar..?"
__ADS_1