
"**Assalamualaikum...
Seperti biasa nya aja yah, sebelum baca jangan lupa vote nya. Maaf yah, autor nya ngemis vote, sama like mulu. Kalian tau kan kalau tanpa itu, autor gak semangat. Jadi jangan lupa yah, beri autor semangat.😉
Dan setelah baca jangan lupa like dan komen nya. Terimakasih... atas dukungan nya.
Oky silah kan di lanjut kan baca nya.
Wassalamualaikum.Wr.Wb."
🕊🐰🕊🐰🕊🐰🕊🐰🕊**
Hari ini Sarah dan Reyhan telah pulang ketanah kelahiran nya. Reyhan sangat bahagia ketika melihat istri nya, bahagia. Walapun hanya dengan hal-hal yang sepele mungkin itu sudah membuat Sarah bahagia. Reyhan juga sangat menyesal karna telah merengut masa abu-abu, Sarah.
'Aku janji aku akan membuat mu bahagia, dan akan hanya ada air mata bahagia yang mengalir di pipih cantik mu. Tidak akan ada lagi air mata kesedihan yang mengalir, aku juga akan berusaha menjadi suami dan ayah yang baik. Untuk mu dan anak-anak kita nanti.' Ucap nya dalam hati, walapun tidak ia ungkap kan secara langsung pada orang nya.
\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*
"Sayang apa kau cape?" tanya Reyhan saat mereka sudah sampai di rumah nya, Kali ini mereka sangat kelelahan. Setelah melakukan penerbangan selama 8 jam.
"Aku sangat lelah sekali tuan, apa kau juga sama?" tanya nya sambil mengulingkan tubuh nya di atas tempat tidur.
" Tentu aku juga sangat lelah, kalau gitu aku mau mandi dulu. Mau mandi bareng?"
"Ah tidak, sebaik nya tuan duluan saja. Aku masih cape, setelah tuan selesai mandi baru aku akan mandi."
"Baik lah," Reyhan berjalan ke kamar mandi. Dengan handuk yang ia taro di bahu nya.
\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*
Setelah selesai mandi, Reyhan keluar dengan wajah yang segar. Mungkin ia habis berendam air dingin. Reyhan keluar dengan handuk yang melilit di tubuh nya, hanya sebatas pusar ke lutut nya. Handuk putih dan pendek itu membaut Reyhan tampak lebih kul.
"Tidak ingin mandi?" tanya nya saat keluar dari kamar mandi. Melihat istri nya yang masih membaringkan tubuh nya di atas tempat tidur.
"Um.. aku akan mandi, tapi aku masih lelah." Keluh nya, karna tubuh nya terasa lelah sekali.
"Berendam lah, dengen berendam tubuh mu tidak akan lelah lagi."
"Um.. baik lah," Sarah berjalan ke kamar mandi dengan malas-malasan. Setelag honeymoon kok malah males-malesan, mungkin tubuh nya itu patah- patah sampai ia males.
"Sungguh istri ku seperti anak kecil, ia sangat malez. Hahah.... lucu sekali melihat tingkah nya itu. Bagaimana dengan anak ku nanti jika ibu nya saja seperti itu, ah.. aku ini sudah berfikir terlalu jauh."
__ADS_1
"Ya ampun aku melupakan janji ku, aku harus segera menghubungi Varo. Aku yakin ia sudah menemukan siapa pelaku seorang lagi," Reyhan langsung mengambil hanpon nya. Lalu ia menekan nama Varo. Tak butuh memakan waktu lama, Varo telah menerim pangilan dari Reyhan.
"Bagaimana?"
"Aku sudah mendapat kan, tapi aku harap kau jangan kaget. Karna yang melakukan ini adalah orang terdekat mu."
"Hm.. baik lah, sekarang cepat katakan!!"
" Yang melakukan adalah ibu mu, Natali, Aldo. Mereka bertiga lah yang telah merencanakan hal ini."
"Apa kau salah? ibu ku tidak mungkin melakukan itu."
" Aku sama sekali tidak melakukan kesalahan, aku melihat nya sendiri. Saat ibu mu mengeluar kan Natali dari penjara. Dan aku mendengar semua perkata an mereka."
"Aku harap yang kau katakan tidak salah, dan tunggu aku. Aku akan datang satu jam lagi ke rumah mu!!"
"Um... baik lah, jangan terlalu lama. Kita harus menamgkap mereka bertiga."
" Baik lah, tidak perlu khawatir."
'Klik' Reyhan mematika sambungan nya dengan Varo. Ia segera memakai pakaian nya, ia pergi kerumah Varo tidak meminta izin dulu terhadap Sarah.
\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*
"Ceapt sekali?"
"Ayo cepat kata kan semua kebusukan merek bertika, dan apa kau mempunyai bukti yang kuat untuk kita melapor kan mereka?"
"Tentu aku punya, karna aku tidak bodoh. Aku mempunyai video nya, dan aku juga memiliki rekaman suara mereka."
"Kerja bagus, sebaik nya kita langsung pergi kantor polisi saja. Tidak perlu kita mengotori tanggan kita, untuk menyiksa mereka bertiga."
"Baik lah, ayo kita berangkat."
\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*
Saat Sarah keluar dari kamar nya, ia tidak melihat Reyhan. Ia berfikir mungkin Reyhan sudah ada di bawah menunggu nya, makan.
Ia segera memakai baju nya, dan menyisir rambut panjang nya.
"Sudah siap, aku harus segera turun. Mungkin dia sudah tidak tahan menahan lapar."
__ADS_1
Sarah berjalan menuruni anak tangga, ia tidak melihat ada Reyhan di saat mata nya mencari sosok Reyhan.
"Ada di mana? kenapa tidak ada."
Ia berjalan ke arah dapur tapi tidak ada, yang ia lihat hanyalah Dina.
"Hm... Din!" pangil nya.
"Kapan anda pulang?" Dina masih sangat canggung ketika ia akan memangil nama Sarah.
"Siang tadi aku sampai, hm... Din kamu lihat Reyhan gak?"
"Saya tidak melihat tuan Reyhan."
"Kemana yah, kok dia pergi gak bilang-bilang dulu sih."
"Kenapa gak di telpon aja?" usul Dina.
"Hmm.... iya juga, kenapa aku gak kepikiran?" Dina hanya tersenyum melihat tingkah majikan nya.
Sarah langsung mengambil hanpon nya, ia mencari kontak Reyhan. Setelah menemukan kontak nya, Sarah langsung saja menghubungi Reyhan.
"Anda dimana tuan?" tanya nya saat pangilan sudah di terima.
"Ah.. maaf kan aku, tadi aku lupa mengatakan nya pada mu. Kalau aku pergi, karna ada urusan mendadak.."
"Mengapa mendadak sekali? lain kali tolong kata kan dulu pada ku. Jika ada urusan, jadi aku tidak akan pusing mencari mu tuan!"
"Hm... baik lah, tolong maaf kan aku oky. Aku janji aku akan pulang, tidak lama lagi aku akan pulang. Aku harap kau sabar yah!!"
"Hmm.. baik lah tuan, jangan terlalu lama!"
"Oky," ucap nya sambil mematikan sambungan sepihak.
\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*
"Menyebal kan sekali, kenapa Aldo susah sekali di hubungi." Sedari tadi Natali terus menggerutu, karna Aldo sangat sulit untuk di hubungin.
"Ada apa sih sayang, kenapa kamu terus marah-marah sih sayang?" tanya Melda yang sedari tadi memperhatikan, Natali.
"Gimana aku gak marah-marah, Aldo susah banget aku telpon."
__ADS_1
"Mungkin dia lagi sibuk sayang, udah dong kamu gak boleh marah-marah. Nanti cepet tua loh kalau kamu marah-marah terus."
"Is.. tante, kok gitu sih. Aku kan masih muda, masih cantik. Pas banget sama Reyhan yang tampan itu."