Di Paksa Menikahi Tuan Muda

Di Paksa Menikahi Tuan Muda
45


__ADS_3

"**Assalamualaikum....


Seperti biasa nya aja, sebelum baca jangan lupa vote nya. Dan sesudah baca jangan lupa, like, komen nya.


Bagi kalian yang belum ngasih vote, sekrang kalian bisa ngasih.


Udah itu aja pesan dari autor.


Terimakasih....


Wassalamualaikum. Wr. Wb.


πŸ°πŸ•ŠπŸ°πŸ•ŠπŸ°πŸ•ŠπŸ°πŸ•ŠπŸ°πŸ•ŠπŸ°πŸ•ŠπŸ°πŸ•Š**


Reyhan dan Varo telah pergi, dari rumah Natali. Walapun Reyhan masih dalam keadaan marah, Varo tetap memberi semangat. Kadang kala Varo juga jengkel, tapi ia tetap berusaha sabar. Demi keutuhan pertemanan nya, tetap ingin menjaga memang harus seperti itu bukan?


"Var, gue masih penasaran sekali gus binggung. Sama apa yang di kata kan oleh Natali, apa itu benar?"


"Lo lebih percaya sama ma lampir, harus nya lo gak ikut ragu. Ibu lo gak akan berbuat hal, sebodoh itu."


"Apa itu benar? jika benar kenapa ibu, tidak datang saat Sarah mengalami pendarahan?"

__ADS_1


"Udah deh, yang penting istri lo selamat. Natali udah di aman kan, apa lagi yang masih lo ragu kan??"


"Oky, gue gak akan mikir yang aneh-aneh. Tapi asala lo tau, kehilangan seorang anak, yang gue nanti-nati. Harus pergi kesurga terlebih dahulu, sebelum ayah dan ibu nya."


"Hmm.... gue tau, kalau kehilangan anak emang sakit Rey. Gue juga pernah menggurus keponakan gue, tapi cuman sampai usia nya tiga bulan, dia harus meninggal."


"Kenapa?kenapa bisa meninggal? dan kenapa harus lo yang rawat, kemana orang tua nya??"


"Aku tak tahu di mana ibu nya, dia tidak ingin merawat anak nya, padahal anak nya begitu cantik."


"Kenapa? kemana ibu nya pergi?"


"Aku tidak tahu, yang aku tahu hanya lah ayah nya. Ibu nya tidak ingin merawat putri nya, karna putri nya menggalami kelainan."


"Amin.. itu yang aku harap kan...tapi aku tak dapat berbuat apa-apa, aku sudah tak punya apa-apa lagi, biaya di operasi begitu besar...


Maaf aku jadi curhat, aku hanya ingin menggeluar kan unek-unek ku."


"Tak apa, yang penting sekarang kamu harus rajin kerja. Aku yakin ponakan mu bangga dengan paman nya, yang rajin dan baik hati."


"Makasih yah Rey, kamu udah mau dengerin aku curhat."

__ADS_1


"Iya sama-sama, gimana kalau kita pergi ziarah, ke makam ponkan mu. Aku jika sekalian ingin liat makam ayah ku."


"Hmmm.... baik lah, aku setuju aku sudah tak sabar ingin melihat ponakan yang paling cantik."


"Wih udah kaya emak-emak, lagi nih."


"Hahahh..... ada-ada aja, mana ada aku kaya emak-emak, yang jelas aku udah kaya bapak nya."


"Hmmm....,oky lah.. yaudah ayo kita berangkat, keburu sore nanti."


"Yaudah ayo."


Varo pergi bersama, Reyhan kemakam. Meraka ingin melihat makam ayah, sekaligus keponakan. Yang udah Varo anggap sebagai anak, walapun bukan anak nya. Itu cuman anak kakak nya, ia juga berharap ketika punya istri nanti ia akan memilih, yang benar-benar sayang dengan anak nya.


Varo tidak ingin hal seperti ini terjadi lagi, karna ini bukan lah hal sepele.


πŸ€§πŸ•ŠπŸ€§πŸ•ŠπŸ€§πŸ•ŠπŸ€§πŸ•ŠπŸ€§πŸ•ŠπŸ€§


"**Untuk semua nya maaf banget, itu kok tiba-tiba cerita nya, kaya curhatan. Autor lagi pengen curhat tentang kehidupan autor, kisa Varo itu nyata..., karna kisah Varo adalah kisah autor. Autor memang punya keponakan yang sama seperti Varo, dia bulak-balik operasi, dari baru lahir sampai usia nya tiga bulan. Keponakan autor harus meninggal, karna autor juga gak bisa jadi ibu yang baik buat ponakan, autor sedih banget karna sebentar lagi keponakan autor sudah satu tahun, meninggal. Mungkin kalian gak akan percaya, tapi itu nyata. Autor sedih banget, pas di tinggal dia meninggal. Autor sayang banget sama ponakan🀧🀧🀧🀧


Ini foto nya.... semoga dia selalu di tempat kan, disisi yang maha kuasa....Amin..🀧🀧🀧**

__ADS_1



__ADS_2