
"Assalamualaikum.....
Seperti biasa nya, sebelum baca jangan lupa vote nya, dan sesudah baca juga jangan lupa like, dan tinggal kan jejak nya.
Mungkin kalian pikir, apa lah kok setiap bab, selalu di kasih tau terus harus like komen, vote.
Autor cuman mengingat kan saja, bagi yang tidak suka dengan awalan autor, yang selalu mengingat kan terus, lebih baik abai kan saja.
Nah dengan cara seperti itu, kalian juga bisa fokus baca, dan tidak tergangu sama sekali.
Bagi yang belum mengikuti autor, silah kan ikuti, nanti tak ikutin balik.
Buat kalian jangan pernah bosen untuk baca cerita ini.
Terimakasih....
Wassalamualaikum wr. wb.
🕊🐰🕊🐰🕊🐰🕊🐰🕊🐰🕊🐰🕊
"Jadi bagaimana dok, keada an istri dan calon anak saya?"
"Istri bapak terlalu banyak mengeluar kan, darah. Istri bapak juga tidak hanya mengeluarkan darah, dari daerah intim nya, tapi dari mulut nya juga iya."
"Apa penyebab dari itu dok?dan saya harus bagaimana?" tanya nya panik
"Itu bisa jadi di sebab kan, oleh obat penggugur, atau ada hal lain yang di minum atau di makan oleh istri bapak." Jelas nya, secara rinci.
"Kawan saya bilang istri saya memakan nanas muda."
"Tapi setau saya, jika makan nanas tidak akan mengalami muntah darah juga. Jika dia meminum obat yang bisa menggugur kan anak nya, pak."
"Jadi sekarang bagaimana dok?" Reyhan sudah mulai panik ketika dokter mengatakan, bukan karna nanas, lalu karna apa?
"Kami harus mengangkat, bayi yang ada di dalam rahim istri bapak."
"Apa tidak ada cara lain, dok?"
"Tidak ada pak, ini jalan satu-satu nya. Jika kami tidak melaku kan nya, maka istri bapak juga tidak akan selamat."
Rasanya seperti di hantam batu yang sangat besar, baru pertama kali ia merasakan hidup bahagia bersama istri nya, dan sekarang ia harus merasakan kecewa lagi.
"Jadi bagaimana pak? apa kah bapak setuju, anak yang ada di dalam rahim istri bapa di angkat?"
"Lakukan yang terbaik saja dok," ucap nya memelas. Reyhan kecewa bukan main, ia harus kehilangan anak pertaman nya, rasa nya baru kemarin ia mendapat kan rasa bahagia, kini rasa bahagia itu telah hilang.
"Baik lah, bapak bisa tanda tanggani, surat persetujuan nya dulu, baru kami bisa menangani pasien."
__ADS_1
Reyhan memgambil kertas yang ada di tanggan dokter itu, ia menandatangani surat nya.
Rasa nya masalah dalam rumah tangga nya, tidak pernah berhenti. Masalah selalu saja datang, entah dari arah mana saja.
"Baik terimakasih pak, kami akan segera melakukan tindakan nya. Bapak berdoa saja, semoga istri bapak juga bisa di selamat kan.."
"Iya dok," gak seperti biasa nya, Reyhan yang tegas dan dingin kini telah terganti kan oleh Reyhan yang lemah.
Dokter tersebut masuk keruang operasi, dokter akan menangani semua nya. Reyhan cukup berdoa dan berdoa.
🕊🐰🕊🐰🕊
"Rey, harus nya kamu gak usah terlalu percaya sama Sarah."
"Maksud kamu apa, Nat?" Reyhan marah ketika Natali, mengatakan ia jangan terlalu percaya dengan istri nya.
"Yah mungkin Sarah menggugur kan anak nya, karna ia merasa bersalah dengan mu."
"Maksud kamu apa? aku sama sekali gak ngerti."
Natali terus saja berusaha, menghasut Reyhan sedikit demi sedikit.
"Yah, bisa jadi kan kalau itu anak nya, Aldo. "
"Gak mungkin itu anak ku, kamu jangan sembarangan bicara yah!!"
"Reyhan.... Reyhan..... kamu itu bodoh, atau pura-pura bodoh sih?"
"Mungkin selama dia kabur dari mu, dia pernah berhubungan sama Aldo, dia kan tinggal seatap. Dan kemana Sarah pergi, Aldo juga ada."
"Itu benar, Han. Aku dan Sarah memang pernah melakukan nya, bahkan kami selalu melakukan nya setiap malam."
Ucap Aldo, dengan tiba-tiba, mengatakan apa yang sebenar nya tidak terjadi. Semua yang di ucap kan oleh Aldo adalah, kebohongan.
"Jaga ucapan mu! Sarah tidak pernah melakukan hal yang tak terpuji, ia hanya akan melakukan nya bersama ku, bukan dengan pria yang tidak ia cintai."
Reyhan begitu marah, ia tidak ingin mendengar kan, ucapan yang benuh dengan kebohongan itu. Sudah jelas diri nya sendiri yang mengambil mahkota, Sarah.
"Kau tidak mempercayai nya?'
"Tentu saja aku tidak percaya, buat apa aku percaya dengan pembohong."
"Kamu memang telah di buta kan oleh cita, Han." Ucap Natali marah.
"Jika kau masih belum percaya, perhatikan baik-baik, siapa yang ada di bawa kungkungan ku ini!!!"
Aldo menunjuk kan foto nya dengan seorang wanita, yang sedang melakukan hubungan badan. Aldo telah menganti wajah perempuan itu dengan foto Sarah.
__ADS_1
"Sialan berani-berani nya, kau memyentuh istri ku!!!"
"Baru percaya?"
"Kenapa gak dari tadi?" tanya Natali, dengan senyum yang tersungging di sudut bibir nya.
"GAK MUNGKIN.... ITU SEMUA PALSU, AKU TAU BETUK TUBUH NYA, DAN AKU JUGA TAU DIA MASIH PERAWAN!!!!!" teriak nya pada mereka berdua, yang terus berusaha menghasut nya.
"Apa masih kurang? udah jelas istri mu berhianat. " Natali juga terus menghasut nya, ia ingin Reyhan percaya pada nya juga pada Aldo.
"Lebih baik kamu cerai kan saja istri mu!" titah Aldo.
"Kau tidak berhak memerintah ku, ini urusan ku!!!"
"Jelas aku berhak ikut campur, dia kehilangan anak nya juga anak ku."
"Tidak usah mengaku-ngaku!!!"
"Biar kan saja Al, oh iya apa kamu ada menyimpan video nya saat kau melakukan nya?"
"Tentu aku menyimpan nya, jika dia masih belum percaya, maka akan aku serah kan, video nya." Ucap nya sengit, tentu saja mendengar itu, Reyhan semakin di bakar amarah yang meluap-luap.
🕊🐰🕊🐰🕊
Aldo dan Natali sudah pulang, dari rumah sakit. Mereka tertawa membahana, karna Reyhan yang sudah mulai percaya.
"Bagaimana? apa menurut mu rencana kita berhasil?" tanya Natali pada Aldo.
"Tentu saja, sudah jelas video tadi menunjuk kan, Sarah dengan ku."
"Kau memang hebat, bagaimana kau melakukan nya?"
"Tentu saja aku hebat, aku hebat dalam segala hal." Ucap nya bangga, rencana ini memang sudah di rencanakan sejak jauh-jauh hari.
"Permisi, nona tuan. Mau pesan apa?" ucap sang pelayan resto.
"Jus lemon saja," ucap Natali.
"Saya sama kan saja."
"Hmmm... baik lah, tunggu sebentar yah."
Pelayan tersebut, kembali kedapur resto untuk membuat kan pesanan para pelanggan.
"Jadi apa rencaya mu, yang selanjut nya?"
"Aku akan merencanakan hal, yang jauh lebih menarik." Ucap Aldo dengan sangat antusias.
__ADS_1
"Benar kah? aku sudah tidak sabar, apa rencana mu. Mungkin rencana mu yang selanjut nya akan lebih menarik."
"Tentu saja, akan.."