
"**Assalamualaikum.......
Seperti biasa nya aja yah, sebelum baca jangan lupa vote nya, dan sesudah baca jangan lupa kasih like dan tinggalkan jejak nya. Autor juga minta maaf, kalau cerita nya agak sedikit aneh dan kurang nyambung🙏🙏🙏
Silah kan di lanjut kan baca nya......
Terimakasih....
Wassalamualaikum. wr. wb.
🕊🐰🕊🐰🕊🐰🕊🐰🕊🐰🕊🐰🕊🐰🕊**
Apa ini surga kenapa gelap sekali? apa kah aku sudah mati? kenapa rasa nya sangat gelap? oh tuhan jika aku mati bawa lah aku ke surga mu, yang sangat indah. Aku tidak ingin hidup kembali, semua orang jahat tidak ada yang menyatangi ku.
"Sar bangun lah, kenapa kau tak mau bangun? aku lelah menunggu mu, Sar!"
Sampai kapan dia akan membisu, apa kah dokter nya telah gagal dalam melakukan operasi nya? kenapa ia tak kunjung sadar-sadar.
Kembalikan lah dia, jangan kau nyawanya sebelum kami memiliki anak, 'cklek' ruangan Sarah di buka oleh seorang dokter laki-laki, yang mengurus Sarah selama ia di sini.
"Apa kah pasien sudah mengalami perubahan?"
"Belum, kenapa ia tak kunjung sadar? apa operasi nya gagal?" aku bertanya dengan nafas yang tersenggal-senggal.
"Tidak pak, operasi sama sekali tidak mengalami kegagalan."
"Lalu kenapa ia tak sadar juga?"
"Pasien akan menggalami koma terlebih dahulu, saya harap bapak bisa sabar menunggu nya." Apa yang dia kata kan sabar menunggu istri ku yang sekarat, aku tidak rela harus menunggu lebih lama lagi.
"Kenapa anda begitu mudah mengatakan sabar?"
"Maaf pak hanya itu yang bisa saya kata kan, dan memang seharus nya bapak sabar."
"Saya sudah sangat sabar menunggu nya, hingga detik ini juga!!!" teriak ku pada dokter tersebut, entah lah aku selalu saja tidak bisa menggontrol emosi ku.
"Maaf pak, saya mau memeriksa pasien, bapak harus sabar!!"
Dokter tersebut memeriksa Sarah, yang masih terbaring lemah.
Setelah selesai memeriksa Sarah, dokter tersebut meninggal kan ruangan Sarah.
Menggapa semua orang tidak ada yang peduli dengan nya, aku sangat kecewa dengan semua orang yang ada di dunia ini. Mereka semua tidak ada yang menghargai istri ku.
"Kenap, kenapa semua nya terjadi pada diri nya?"
🕊🐰🕊🐰🕊
__ADS_1
"Terimakasih tante, karna udah mau ngerestuin aku." Aldo tersenyum sumeringah, pada Melda.
"Iya sama-sama sayang, tante juga makasih banget sama kamu, karna kamu mungkin Natali dan Reyhan akan bersatu."
"Kita sama-sama saling mengguntung kan, Al tante." Ucap Natali, dengan perasaan yang gak bisa di jelas kan.
"Kamu benar Nat, kita sama-sama saling mengguntung kan."
"Tante bangga sama kalian berdua," jelas aku bangga pada mereka. Karna mereka mana mungkin aku bisa menyingkir kan, wanita kampungan itu.
"Makasih tan, udah percaya sama kita."
"Iya sama-sama, kalian udah laper belum?"
"Udah sih tan, tapi gak ada apa-apa, cuman ada sayur mentah." Ucap Aldo dengan sedikit canggung.
"Yaudah sebagai ucapan terimakasih, tante masakin kalian gimana mau gak?"
"Mau banget tan, tapi apa gak ngerepotin tante?"
"Tentu saja gak lah."
"Hmmm.... tan gimana kalau Nata bantuin tante?"
"Boleh, ayo ikut tante ke dapur," ajak nya pada Natali.
Natali dan Melda pergi kedapur, mereka akan memasak untuk makan malam, mereka bertiga.Memang kurang ajar mertua seperti Melda, ia tega sekali ingin menyingkir kan menantu yang di sayang oleh putra nya sendiri.
🕊🐰🕊🐰🕊
Aku harap Bimo berhasil menemukan apa yang sebenar nya terjadi, aku juga berharap Bimo tak akan mengecewa kan ku. Sarah juga masih belum sadar, dan aku hanya bisa berdoa dan selalu memaki dokter yang merawat nya.
Apa lagi rencana mu, apa lagi tuhan lah yang tau, dia lah yang mengetahui segala nya. "Bagaimana Bim? apa sudah berhasil mendapat kan titik masalah nya?"
"Tuan saya mendapat kan ada seseorang yang masuk kedalam rumah anda, ia menghapus rekaman CCTV, di mana hari itu nona menggalami pendarahan yang begitu hebat."
Aku tau Bimo tidak pernah berbohong, semua yang di katakan oleh Bimo tidak ada kebohongan sedikit pun, tapi siapa yang berani masuk kedalam rumah ku, sementara para penjaga begitu banyak. Bagaimana ia bisa lolos?
"Sekarang kamu cari tau siapa, orang yang udah bisa masuk ke dalam rumah, dengan sangat mudah!!"
"Baik tuan, saya bersama yang lain nya, akan mencari tau siapa orang itu, dan apa penyebab nona ke guguran."
"Sekarang kamu boleh mencari lagi siapa dan apa yang menyebab kan dia ke guguran!!!"
"Baik tuan, saya permisih."
"Hmmm..."
__ADS_1
Bimo mulai melangkah pergi dari hadapan ku, ia akan mencari tau, semua yang terjadi.
🕊🐰🕊🐰🕊
"Mengapa kau jadi sebodoh ini, jika tidak bisa merawat nya, biar aku yang urus."
"Ini gak seperti yang kamu katakan, aku sendiri yang mengalami nya, mana mungkin kau memahami nya."
"Cih, omong kosong apa an itu? aku tidak menyangka mempunyai kawan sekali gus bos seperti mu."
"Harus nya kau bersyukur ***** punya kawan seperti ku."
"Apa yang kau katakan, aku tidak *****. Yang ***** itu yang ngomong!"
"Ahahhahhah..... kau begitu lucu, kenapa kau marah. Tidak biasa nya kau seperti ini?"
"Sudah lah, jika hanya ingin menertawa kan ku, lebih baik aku pulang saja."
"Oh ayo lah, mengapa kau jadi pemarah seperti perempuan?"
"Cepat lah Rey, jika kau tak mau mengatakan nya aku pulang, kantor mu sedang membutuh kan ku."
"Oky, oky aku akan mengatakan nya."
🕊🐰🕊🐰🕊
"Nat," pangil Melda pada Natali yang sedang duduk bersama Aldo, di pingiran teras kolam renang.
"Iya tan, ada apa?" Natali beranjak dari duduk nya, lalu menghampiri Melda yang sedang menunggu nya di dekat pintu.
"Sayang seperti nya Sarah tidak akan lama lagi, Sarah akan sadar." Jelas nya pada Natali yang binggung akan maksud nya.
"Jadi apa yang akan aku lakukan?"
"Kamu cukup putus kan semua alat-alat, yang menempel di tubuh nya, lalu kamu masukan racun ini!!"
"Apa tidak akan menyakiti nya terlalu lama? jika ia akan mengalami koma yang lumayan lama, bagaimana nasib Aldo?"
Loh kenapa aku jadi malah ngasih rasa kasihan sih.
"Kamu tidak perlu takut sayang, tante minta sekarang juga kamu pergi kerumah sakit!!! tapi harus hati-hati jangan sampai ketauan."
"Berapa lama obat itu memengaruhi nya?"
"Hanya satu tahun, tidak terlalu lama."
"Apa? satu tahun, aku gak yakin Aldo akan setuju, ini sangat menyiksa nya. Aku harus berunding dulu dengan nya." Aku terus bergelut dengan pikiran ku, aku takut Aldo marah.
__ADS_1
"Hmmm..... baik lah tan, aku akan lakukan apa yang tante..."