
"Assalamualaikum.....
Seperti biasa nya aja yah, autor cuman mau ngingetin aja, sebelum baca vote nya dulu. Dan sesudah baca jangan lupa like dan comen nya di setiap bab, karna komen dan like di setiap bab itu sangat berarti bagi setiap autor, mau pun bagi saya sendiri. Saya harap kalian semua para pembaca novel ini mau pun novel lain, tolong berikan kami like dan komenπππ. Tapi saya juga gak bisa maksain kalian buat ngasih saya like, vote komen. Tolong di biasa kan bagi yang belum biasa, itu semua akan terasa ringan jika sudah biasa.
Mohon maaf banget yah, jika kata-kata saya menyinggung kalian semuaππsaya benar-benar minta maaf. πππ
Terimakasih atas semua perhatian nya...ππ
Silah kan di lanjut kan baca nya......
Terimakasih....
Wasaalamualaikum. Wr. Wb......"
ππ°ππ°ππ°ππ°ππ°ππ°ππ°π
Sudah dua minggu Sarah terbaring, dia masih belum sadar kan diri, Sarah tidak makann dan minum, sementara aku masih bisa minum dan makam. Mau sampai kapan Sarah terus berbaring, apa kah dia tidak lelah, aku saja lelah terus tidur seperti itu.
"Kapan kamu bangun Sar, aku udah tau siapa anak yang kamu kandung, itu anak kita. Aku udah melaku kan tes DNA, dam itu benar anak kita. Maaf kan aku yang udah menuduh mu, aku berjanji setelah kau sadar aku akan membahagia kan mu. Aku juga akan menuruti apa mau mu, Sar. Tapi aku mohon bangun lah, aku tidak bisa kau diam kan seperti ini.
Aku hanya terus berusaha membangun kan nya, tapi ia tak kunjung bangun. Mau sampai kapan ia akan seperti ini terus.Aku lelah menunggu nya, aku lelah.
"Yatuhan selamat kan lah dia, ia belum pernah merasakan bahagia. Dia selalu tersakiti dan tersakiti terus menerus, aku mohon berikan dia kesempatan untuk hidup."
Aku tak kuasa menahan tangis ku, walau pun aku tidak menangis seperti perempuan yang menjerit-jerit. Aku hanya menetes kan air mata ku, karna harus kehilangan anak pertama kami.
"Aku harus cari tau kebenaran, yang sebenar nya terjadi." Ini tidak bisa di biar kan dengan sepele,ini menyangkut nyawa manusia. Nyawa tidak bisa di beli dengan uang, yang bisa di beli dengan uang hanya lah barang, dan sebagai nya.
"Bimo, cepat cari tau siapa dan apa yang sebenar nya terjadi!!"
"Baik tuan, apa saya boleh menanyakan awal mula nya ini terjadi, agar saya mudah dalam melakukan kasus ini?"
"Tentu saya akan memberi tahu mu, apa awal mula yang sebenar nya terjadi. Tapi saya tidak menggetahui sedetail mungkin."
"Tidak pa-pa tuan, yang penting penyelidik kan ini, ada awal mula nya."
Aku tau Bimo meminta penjelasan yang lebih akurat, jika tidak ada penjelasan dalam kasus ini, Bimo akan kesusahan. Tapi aku yakin Bimo bisa menyelesai kan nya dengan sangat mudah.
__ADS_1
"Tuan apa kah itu sudah benar-benar akurat?" tanya nya lagi karna kurang yakin dengan penjelasan ku.
"Yah saya hanya mengetahui itu saja, saya tidak mengetahui nya dengan pasti." Ucap ku, dengan nada sedikit santai, yah mau apa aku buru-buru, itu tidak akan menyelesai kan masalah.
"Baik lah jika tuan tidak tahu pasti, saya akan berusaha dengan baik supa menemukan titik masalah ini."
Aku sangat bangga pada Bimo, yang selalu membuat ku puas dengan hasil kerja keras nya, juga kesabaran nya dalam menghadapi ku.
"Aku yakin kamu pasti bisa menemukan titik masalah ini." Ucap ku percaya diri, memang benar Bimo tidak pernah terlalu lama dalam hal yang gampang atau pun rumit.
"Terimakasih anda telah percaya, dengan ku tuan." Ucap nya sopan, aku tau ia sangat menghormati ku, walapun aku berkata kasar pada nya ia tetap sopan pada ku.
"Hmm... sama-sama, kau bisa menjalan kan tugas mu sekarang!"
"Baik tuan," Bimo pergi dengan sopan dari hadapan, Reyhan.
ππ°ππ°π
"Apa kamj tau, Nat?"
"Aku udah berhasil menghapus rekaman CCTV, saat kau memasukan obat itu pada minuman Sarah."
"Bagaimana kau tau jika ada CCTV?"
"Tentu saja aku tau, aku ini sahabat nya Reyhan, Nat. Aku tau semua isi dalam rumah nya. Bukan cuman rumah, semua yang berhubungan dengan nya juga aku tau."
"Wow, hebat." Puji nya, pada Aldo.
"Jadi bagaimana kamu masuk kedalam rumah nya? pasti banyak penjaga? dan kamu juga udah tidak boleh mengginjak kan kaki di rumah nya?"
"Aku punya segala nya, Nat. Aku bisa melakukan apa pun yang aku mau. "
"Hmmm.... oky, aku akui kamu memang punya segala nya, seperti Reyhan."
"Cih aku berbeda, aku bukan dia." Ucap nya marah ketika Natali, membanding kan nya dengan Reyhan.
"Hmmm.... oky, aku minta maaf."
__ADS_1
"Hmmm."
ππ°ππ°π
"Kalian sedang apa?" tanya Melda tiba-tiba, datang menghampiri Natali dan Aldo, di rumah Aldo.
"Tante, ada apa tante kemari?" tanya Aldo panik, ia takut rencana nya akan ketahuan oleh ibu nya Reyhan.
"Kamu tenang aja, Al. Tante udah tau semua nya dari Natali. Tante dukung kamu, dan jangan pernah menyerah!!"
"Maksud tante, tau apa?"
"Tante tau jika kamu mencintai Sarah, maka kejar lah dia. Tante akan bantu kamu."
"Tante tidak marah pada ku?"
"Buat apa tante marah, tante malah senang jika ada orang yang mencintai Sarah."
"Itu benar Al, tante Melda akan dukung kamu. Sampai kamu berhasil mendapat kan nya."
Melda dan Natali tersenyum pada Aldo, yang masih binggung akan maksud Melda. Bukan nya Melda mertua nya Sarah, kenapa Melda malah mendukung nya. Seperti nya ini ada yang tidak beres, aku harus tau apa penyebab, tante Melda mendukung nya.
"Pasti kamu masih binggung kan, kenapa tante malah mendukung mu, sementara tante adalah mertua nya, dan kehilangan cucu pertama nya."
"Awal nya tante agak sedikit marah pada kalian berdua, karna kalian telah membunuh cucu tante. Cucu pertama ku," ucap nya dengan jelas.
"Apa ini Nat? tolong kamu jelasin sama aku!!"
"Al, rencana kita gak mungkin selancar ini kalau bukan bantuan tante Melda. Dia yang udah bantuin kita, tante Melda sangat membenci keluarga Sarah, dan dia juga berniat akan menghancur kan diri Sarah juga."
"Jadi selama ini yang membantu kita, adalah tante Melda?"
"Iya sayang kamu gak perlu khawatir, tante akan merestui hubungan mu dengan nya, tante hanya ingin mempunyai memantu seperti Natali."
"Apa tante serius?"
"Tentu saja sayang, tante serius dalam.."
__ADS_1