
"**Assalamualaikum.... seperti bisa nya aja yah...
Sebelum baca jangan lupa vote nya, dan sesudah baca jangan lupa like, dan komen nya.
Autor juga minta maaf, jika cerita nya susah untuk di mengerti. Mohon maaf banget yah semua nya, 🙏🙏. Untuk kedepan nya bakal autor perbaiki kesalahan-kesalahan nya.
Yaudah silah kan di lanjut baca nya......
Terimakasih....
Wassalamualaikum. Wr. Wb."
🕊🐰🕊🐰🕊🐰🕊🐰🕊🐰🕊🐰🕊**
Tinggal satu hari ini lagi mereka berlibur, Sarah sudah sangat senang melakukan honeymoon ini. Walapun dalam waktu yang sangat singkat, tapi itu sudah sangat cukup untuk nya. Reyhan juga merasa puas dengan honeymoon nya, walapun singkat. Tapi ini adalah suatu kenangan yang sangat berharga.
"Ayo kita pergi keliling lagi, nanti malam kita akan pulang."
"Hmm... yaudah ayo, kita akan menghabis kan waktu yang sangat lama."
"Yaudah ayo, madi dulu gih. Aku tunggu kamu di sini," Sarah langsung pergi kekamar mandi.
*********
"Terimakasih tan, akhir nya aku bebas. Yah walapun kita belum berhasil dapat kan Reyhan."
"Kamu yang sabar yah, sayang. Kita pasti dapat kan Reyhan, dengan cara apa pun."
"Baik lah tante, aku sudah tidak sabar ingin melihat Sarah, sengsara karna melihat Reyhan memikah dengan ku."
"Tentu sayang itu memang yang kita ingin kan, apa lagi selain melihat Sarah sengsara. Dan melihat mu bahagia."
Mereka berdua berjalan dengan tertawa jahat.
******
"Sayang kamu harus sembuh yah, mamah janji akan menuruti apa saja yang kamu mau. Asal kamu sembuh sayang," Viola sejak kemarin terus menangis.
Viola sangat menyayangi putra nya, karna putra nya adalah penyemangat hidup nya. Tidak ada yang lain selain putra kesayangan nya.
__ADS_1
Viola pergi keluar untuk mencari makanan, perut nya tersa lapar. Sejak kemarin sore ia tidak ada makan apa-apa.
Saat ia berjalan ia tidak sengaja menabrak seseorang. " Ah maaf tuan saya tidak sengaja," ucap nya sambil menunduk tanpa melihat wajah orang yang ia tabrak barusan.
"Viola!" pangil nya. Viola segera mengangkat kepala nya, dan melihat pria yang ada di depan nya.
"V-Varo, apa yang kamu lakukan di sini?"
"Kamu sendiri lagi apa?"
"A - aku, anak ku lagi sakit. Jadi aku membawa nya kemari." Ucap nya sambil menunduk.
" Boleh aku tau sakit apa anak mu?" tanya sambil memgelus kepala Viola.
"Dia demam tinggi, semalam aku membanya kemari karna aku takut sekali, dia kejang."
"Apa kau sudah makan?" tanya nya lagi.
"Umm.. aku belum makan, tadi nya aku ingin mencari makan. Tapi aku tidak sengaja menabrak mu." Viola tidak enak karna telah menabrak Varo.
"Ayo ikut aku, kita makan bareng saja."
"Oh ayo lah, aku sama sekali tidak merasa di repot kan oleh mu. Jadi jangan menolak."
Akhir nya Viola pasrah, ia mengikuti Varo. Varo membawa Viola kesebuah cafe, tempat ini sangat ramai pengunjung nya, karna pelayanan nya yang bagus, dan juga makanan nya yang sangat enak.
"Menagap kau membawa ku kemari, Var?"
"Apa kau tidak suka? maaf jika aku hanya membawa mu ke cafe seperti ini."
"Ah.. bukan begitu, cafe ini kan sangat lah bagus. Aku hanya tidak enak hati pada mu." Ucap nya tidak enak, karna Varo hampir salah paham.
"Tidak usah seperti itu, aku ikhlas kok. Jadi jangan khawatir oky!!"
"Umm.. terimakasih, tapi aku tidak bisa lama Var, aku harus menemani putera ku."
"Baik lah."
*******
__ADS_1
Setelah selesai membayar semua makanan, yang telah mereka berdua makan. Sarah dan Reyhan pergi berjalan-jalan lagi, mereka masih menikmati hari libur nya, yang tinggal tersisa hari ini.
"Sayang kamu mau apa lagi, kita tinggal hari ini loh, jadi belilah yang kau mau!"
"Apa kita tidak akan kesini lagi?" tanya Sarah, kecewa.
"Tentu saja kita akan kesini lagi, sayang. Tapi tiunggu aku dan kau sudah memiliki buah hati , jadi kamu harus bersabar."
"Umm... baik lah, aku akan menurut saja. Aku tidak ingin kita yang sama-sama keras kepala."
"Yaudah belanja atau masih ingin keliling sambil foto-foto lagi?"
"Kita keliling saja, sama kita ambil foto lagi." Ucap nya sumeringah.
***********
"Var, aku harus cepat balik lagi, aku takut anak ku sudah bangun dan mencari ku."
"Baik lah, aku akan ikut dengan mu. Boleh kan?"
"Um.. boleh kok Varo, yaudah atuh kalau gitu langsung aja pergi kerumah sakit lagi."
"Ayo," mereka berdua lagsung berankat kerumah sakit.
\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*
"Sayang ibu datang, kapan kau bangun?" tanya Viola sedih, ia sedih karna ia tidak tahu kapan putra nya sadar.
"Momy!" pangil putra nya, lemah.
"Iya sayang kau ingin apa? akan ibu ambil kan."
"Momy, au mamam."
"Kau ingin makan apa sayang?" tanya halus."
"Ice clim mom," Viola tentu saja tidak akan menuruti, kemauan putra nya. Karna es tidak akan bagus untuk orang yang sedang sakit.
"Um.. jangan dulu yah, semua toko es tutup. Kalau sudah buka akan om belikan." Varo tau kalau Viola sedang kebinggungan, jadi lah Varo yang angkat bicara.
__ADS_1
Putra nya Viola mengangguk, tanda ia setuju. Viola malu karna ia ibu nya, tapi tak pandai beralasan.