Di Paksa Menikahi Tuan Muda

Di Paksa Menikahi Tuan Muda
41 Sarah sadar


__ADS_3

"**Assalamualaikum....


Seperti biasa nya aja yah....


Sebelum baca jangan lupa like... komen... vote... nya yah...


Udah itu aja, kalau gitu langsung baca aja yah....


Terimakasih.....


Wassalamualaikum.. wr. wb.


🕊🐰🕊🐰🕊🐰🕊🐰🕊🐰🕊🐰**


Di pagi yang sangat dingin ini, Reyhan masih bergelung di bawah selimut tebal nya.Hujan masih belum reda, Sarah juga belum ada tanda-tanda akan sadar kan diri.


Reyhan pun masih setia menunggu, ia tidak ada niatan untuk meninggal kan Sarah semenit pun, kecuali kertoilet.


Reyhan bangun dari tidur nya, ia langsung pergi kekamar mandi. Setelah keluar dari kamar mandi Reyhan, mengambil handuk yang ada di tas nya, ia kebali lagi masuk kedalam.


Sepuluh menit berlalu Reyhan keluar dari kamar mandi, dengan keadaan tubuh yang segar.


Ia duduk di samping Sarah, lalu memegangi tanggan dingin itu. Saat Reyhan memegangi tanggan dinggin itu, tiba-tiba ada gerakan kecil dari tanggan dinggin yang telah lama tak bergerak.


Sontak Reyhan kaget, karna yang di tunggu-tunggu ada respon dari gengaman nya.


"Sar, bangun kamu sadar kan?" tanya nya pilu, ia sangat bahagia. Ketika tanggan itu bergerak.


Sarah kembali menggerak kan tanggan nya, sedikit demi sedikit, mata nya terbuka. Itu adalah kejutan untuk Reyhan, karna udah setia menunggu nya, sampai kembali sadar.


"R.... ey...." pangil nya lemah, Sarah sudah sepenuh nya sadar. Yang pertama kali terucap dari bibir pucat nya, adalah Reyhan.


"Iya sayang.." Reyhan teramat bahagia, samapi ia lupa memangil kan dokter.


"A...ku.... di.... ma...na?" tanya nya terbata, dan lemah.


"Kamu ada di rumah sakit, sebaik nya kamu istirahat dulu yah!"


Sarah hanya mengganguk pasrah, ia akan menuruti suami nya dulu, setelah sembuh ia juga akan lebih menurut.

__ADS_1


"Aku.... ca..pe...a..ku..mau...du..duk," ucap nya masih terbata, ia masih merasa lemah.


"Sebentar biar ku bantu," Reyhan membantu Sarah untuk duduk.


Reyhan menyodor kan air putih, karna sudah sangat lama Sarah tidak sadar, mungkin haus?


"Mau minum?" tawar ku padanya, yang masih merasakan sakit di bagian tubuh nya.


"Hmmm.... "


Sarah meneguk air yang di berikan suami nya, hingga tak tersisa sedikit pun.


"Rey?"


"Iya, mau sesuatu?" tanya ku lagi pada nya, aku takut ia membutuh kan sesuatu, tapi tak berani menggatakan nya.


"Tidak... sudah berapa lama aku tertidur di sini?" pertanyaan yang tak mungkin aku jawab, aku takut ia akan semakin syok.


"Baru dari kemarin kamu tidur," jawab ku asal aku tak ingin dia kembali sakit. Udah untung dia sadar, kalau gak kan parah. Bisa tua di rumah sakit gue.


"Kamu gak bohong kan?" ngapain sih nanya lagi? padahal mah udah aja kalau udah sadar, gak usah banyak tanya bikin orang pusing aja.


"Hmmm.... baik lah,"kini Sarah sudah lebih lancar bicaranya, di bandingkan tadi.


"Kamu makan dulu yah, dari kemarin kamu gak ada makan apa-apa!!"


"Hmmm.... baik lah, tapi sedikit aja." Gak lapar apa? minta nya cuman dikit?


"Iya gak pa-pa, asal kan kamu mau makan." Aku mengambil makanan orang sakit, lalu menyuapi nya. Sedikit demi sedikit, saat suapan ketiga ia meminta berhenti.


"Cukup!!! aku sudah kenyang, makanan nya pun terasa pahit." Sarah cuman makan tiga sendok, apa dia kenyang? apa yang dikata kan nya benar, kalau makanan nya pahit.


"Apa pahit, tapi tidak kok aku rasa lidah mu, masih pahit."


"Hmnm....."


'Cklek..' pintu di buka oleh sang dokter, yang selama ini merawat Sarah. Betapa kaget nya dokter tersebut ketika melihat Sarah, sudah terduduk.


"Kenapa anda tidak memberitahu saya?" tanya sang dokter pada Reyhan, sontak Reyhan kaget karna ia tak mengetahui bahwa ada dokter yang masuk.

__ADS_1


"Saya melupakan anda," ucap ku santai buat apa lagi aku memangil nya, jika istri ku sudah sadar.


"Yatuhan bagaimana anda bisa melupakan nya?"


"Yasudah lah, yang penting dia sudah sadar."


Dokter tersebut tak menggubris kata-kata Reyhan lagi, ia langsung memeriksa keadaan Sarah.


"Akhir nya anda sadar juga nona, setelah tiga minggu lebih anda tak sadar kan diri. Kini anda sadar ini adalah mukjizat." Aku kaget ketika dokter mengatakan tiga minggu lebih aku tak sadar kan diri, dan aku juga melihat Reyhan melotot pada dokter yang merawat ku. Kenapa dia menyembunyi kan hal ini, apa dia takut aku akan syok? bodoh sekali tentu saja aku tidak akan syok.


"Sebaik nya anda jangan banyak gerak dulu!! anda masih dalam tahap pemulihan."


"Baik lah dok, terimakasih sudah mau merawat saya." Ucap ku sopan pada sang dokter, aku agak sedikit menyindir Reyhan. Lihat ekspresi wajah nya, itu lucu sekali aku ingin tertawa terbahak-bahak.


"Sama-sama nona, itu memang sudah menjadi kewajiban saya. Sebagai dokter, saya akan melakukan yang terbaik untuk pasien nya."


"Sekali lagi saya mengucap kan, banyak terimakasih dok."


Dokter tersebut mengganguk, lalu pergi meninggal kan kita berdua di dalam. Awas saja aku akan membari nya pelajaran, karna sudah membohongi ku. Buat apa coba dia bohong tinggal mengatakan apa adanya.


"Sayang apa kau tak dengar, apa yang di katakan dokter? istirahat lah jangan terlalu memikir kan hal yang berat-barat." Aku sangat kesal pada nya, ia tak mau mendengar kan kata-kata ku. Kenapa dokter tadi juga menggatakan kalau Sarah itu mengalami koma? dasar dokter bodoh, harus nya jangan mengatakan nya pada pasien.


"Aku mendengar kan nya, aku lelah terus berbaring selama tiga minggu."


"Ayo lah Sar, kamu tak boleh seperti itu. Kamu harus menuruti nya, aku gak mau liat kamu sakit lagi."


"Siapa juga yang ingin sakit, semua orang itu ingin sehat." Aku tak peduli jika ia jengkel dengan ku, apa boleh buat coba? aku takut selama aku koma Reyhan gak ada di sisi ku, atau hanya pikiran ku saja .


"Yaudah terserah mu saja, aku cape aku mau tidur. Jika ada apa-apa bangun kan saja aku!!" aku menyuruh nya membangun kan ku, gak mungkin dia kuat berjalan sendiri .


"Hmmmm..... baik lah, kau istirahat saja. Aku sudah cukup banyak istirahat."


"Terserah mu saja!!!"


"Aku kasian sama kamu Rey, jika kamu harus merawat ku sendiri an. Tapi kenapa kamu gak mau bilang jika kamu yang merawat ku?"


🐰🕊🐰🕊🐰🕊


Gimana mau di lanjutin apa gak nih cerita nya? kalau gak yah gak pa-pa.

__ADS_1


__ADS_2