Di Paksa Menikahi Tuan Muda

Di Paksa Menikahi Tuan Muda
40 part2


__ADS_3

"**Assalamualaikum.....


Seperti biasa nya aja yah, sebelum baca jangan lupa like, vote dan komen nya. Terimakasih**.


🐰🕊🐰🕊🐰🕊


"Al apa kah kamu setuju dengan ide ku?"


Aldo semakin marah, ia sangat marah. Aldo tidak terima dengan ide yang di ajukan oleh Natali.


"Apa kau gila? itu bahaya. Aku tidak setuju dengan rencana mu yang itu, aku juga tak akan perna membantu mu!!!"


"Bukan nya kau ingin rencana kita berhasil? kenapa kau tak setuju?"


"Itu tidak akan melancarkan rencana, tapi menghancur kan rencana!!"


"Al, kamu ini bagaimana sih?"


"Harus nya aku yang tanya pada mu? kenapa kau ingin melakukan itu? apa kau ingin Sarah mati, dan kau mendapat kan Reyhan seutuh nya?"


Aldo membentak Natali, dengan nada tinggi. Ia benar-benar tidak percaya, jika kawan nya ini ingin melakukan hal bodoh itu.


*******


"Kapan kau akan sembuh, kapan kau akan banggun Sar."


Sarah sudah lebih dari dua minggu, tapi belum ada tanda-tanda akan sembuh. Sarah sudah menghabis kan lebih dari 30 kantong darah.


'Tok...tok..'


"Masuk!" perintah nya pada seseorang di balik pintu.


"Apa istri mu sudah sadar?" tanya Varo pada Reyhan yang sudah nampak kurus, ia kasian melihat kawan nya seperti ini.


"Belum ada tanda-tanda, entah apa yang ia makan samapi tidak sadar kan diri seperti ini."


"Kamu yang sabar yah, itu ujian untuk mu."


"Silah kan duduk!!"


"Terimakasih."


Varo duduk di sofa yang telah di sediakan, oleh pihak rumah sakit.


"Rey aku ingin mengatakan sesuatu, dan itu akan membuat mu sangat terkejut, dengan apa yang akan aku kata kan pada mu."

__ADS_1


"Kata kan saja, apa yang ingin kau katakan?"


"Aku sudah tau siapa dan apa yang Sarah makan."


"Cepat kata kan, dan bagaimana ia jadi seperti ini!!"


Reyhan sudah tidak sabar, siapa yang merencana kan hal sebodoh itu, samapi membuat istri nya tak sadar kan diri.


Varo tau siapa yang mencoba membunuh istri nya Reyhan, saat ia akan menuju rumah kawan nya, sekali gus bos nya. Ia melihat orang yang masuk kedalam rumah Reyhan. Varo menggikuti orang itu sampai kedalam, ia diam-diam menggikuti, ia melihat orang misterius itu masuk kedalam ruang kerja Reyhan.


Mungkin orang itu tak menyadari bahwa ada yang menggikuti nya, orang itu menghapus file rekaman cctv. Saat di mana hari itu Sarah, menggalami pendarahan yang hebat.


Varo setengah kaget ternyata orang misterius itu Aldo, Varo selalu diam di belakang Aldo. Ia melihat semua rekaman cctv nya, ternyata sebelum Sarah keluar, Natali memasuka obat pada pada minuman yang telah di berikan oleh Dina.


Natali diam-diam memasuk kan, obat yang dosis nya begitu tinggi. Setelah Sarah turun dari kamar nya, Natali mengajak berbincang-bincang . Setelah lumayan lama mereka berbincang-bincang, Natali menyodorkan minuman nya pada Sarah.


Sarah meneguk minuman nya setengah gelas, tampak dari rekaman cctv Natali kembali menyodor kan minuman nya. Tapi Sarah tampak menolak minuman yang diberikan, oleh Natali.


Sekara Varo tau siapa orang, yang sudah tegak mencelakai Sarah. Orang pertama adalah Natali, dan orang kedua Aldo. Mereka bardua harus di selidiki, lebih detail.


Apa pun itu, Varo harus segera melaporkan hal ini pada Reyhan, ia tidak bisa diam saja.


🕊🐰🕊🐰🕊


"Var, ayo cepat katakan siapa orang nya?"


"Aku akan mengatakan nya, tapi setelah kondisi istri mu, sehat. Aku akan memvantu mu." Varo masih bertahan, agar tak mengatakan siapa pelaku nya.


Dalam hal ini dan menyelesai kan hal ini, semua kondisi harus betul-betul setabil tidak dalam kondisi yang buruk.


"Kenapa?kenapa kau tak ingin mengatakan nya sekarang juga?"


"Apa maksud mu, tidak ingin mengatakan nya sekarang juga Var?"


"Maaf kan aku ini jalan yang terbaik untuk mu, dan juga istri mu. Kamu harus sabar Rey, kamu gak boleh gegabah seperti ini!!"


Varo juga muali kesal dengan bos nya ini, ia tak memahami apa maksud Varo tak mengatakan nya.


"Var bagaimana jika kamu, ada di posisi ku? aku yakin kamu juga, akan melakukan hal yang sama seperti aku."


"Aku tau kamu sangat terpuruk, tapi...."


"Tapi apa lagi?"


"Rey, jika kamu menyelesai kan hal ini dengan nafsu, maka masalah tidak akan selesai, tapi makin rumit."

__ADS_1


"Apa maksud mu?"


"Berdoa lah, jangan pikir kan masalah dendam mu!!"


Varo pergi meninggal kan Reyhan sendiri, yang masih terlihat emosi di buat nya.


🕊🐰🕊🐰


Malam ini hujan turun begitu lebat, Reyhan merasa hampa di hujan malam ini. Sunyi tak ada orang yang berlalulalang, semua terdiam di ruang keluarga nya yang sakit.


Di dalam ruangan di mana Sarah, di rawat Reyhan melamun menghadap jendela rumah sakit, menampak kan pepohonan yang basah di guyur oleh hujan.


Di sana juga hanya terdengar suara, alat-alat yang melekat di tubuh istri nya.


"Siapa orang itu, mengapa Varo tak ingin mengatakan nya?"


'Tok....tok....'


"Masuk perintahnya," siapa yang melihat nya di malam yang hujan seperti ini.


"Bunda, ada apa bunda kemari?"


"Bunda ingin melihat menantu, bunda sayang. Apa bunda tidak boleh melihat nya?"


"Tentu saja boleh, bun."


"Bunda dengan siapa kemari?"


"Buda bersama Natali." Jawab nya sambil menunjuk kan senyum palsu.


"Di mana dia? kenapa bunda masuk sendiri?"


"Dia sedang menerima telpon di luar, bentar lagi dia masuk."


Melda tidak cuma-cuma datang kemari, ia memiliki niat jahat. Ia akan mengelabui putra nya, dan rencana nya akan berjalan dengan halus, karna ia tidak sendirian. Melda datang bersama Natali, dengan niatan yang sama tak ada beda nya.


Walapun Aldo tak menyetujui nya. Natali tetap menuruti apa mau nya Melda, dan diri nya sendiri.


"Sayang kamu tidak perlu larut dalam kesedihan, begitu lama. Bukan hanya kamu yang merasa kehilangan, bunda juga iya. Bunda harus kehilangan cucu pertama bunda."


"Maaf in aku yah bun, aku gak bisa jagain cucu bunda sampai ia lahir."


"Iya bunda maaf in kamu, tapi kamu jangan sedih yah. Kalau kamu sedih terus bunda akan marah pada mu!!"


"Baik lah bun, aku gak akan sedih lagi. Aku yakin istri ku pasti bisa, dia wanita yang kuat."

__ADS_1


"Iya sayang buda juga percaya."


"Iya.."


__ADS_2