
"Assalamualaikum.....
Seperti biasa, sebelum baca jangan lupa, vote nya.
Dan sesudah baca, jangan lupa like dan tinggalkan jejak.
Terimakasih....
Wassalamualaikum wr.wb."
🕊🐰🕊🐰🕊🐰🕊🐰🕊🐰🕊🐰🕊🐰🕊
"Papah tau, kamu yang ngejalanin rumah tangga. Papah hanya ingin yang terbaik, aja buat kamu."
"Apa lagi, yang papah ingin kan sih pah? Reyhan itu udah yang terbaik, buat aku pah."
"Baik lah, papah akan bicara kan ini dulu, dengan ibu nya, Reyhan."
"Makasih yah, pah."
"Kamu jangan senang dulu, papah ak-."
"Kenapa pah?"
"Sebaik nya, kamu pulang dulu! papah mau nyelesain ini dulu."
"Kenapa gak sekarang aja pah?"
"Kalau papah bilang nanti, yah nanti Nat."
"Baik lah, pah."
Natali melangkah kan, kaki nya dari ruangan papah nya. Dengan raut wajah yang tidak dapat di jelas kan.
Natali menaiki mobil nya, dengan kecepatan di atas rata-rata. Ia sangat kesal dengan kedua orang tuan nya.
"Kenapa sih, papah sama bunda jadi berubah?"
Natali terus mengerutu, entah kenapa hati nya kacau.
🕊🐰🕊🐰🕊
"Al, aku rasa kamu pulang aja yah. Kamu gak boleh gitu, kamu itu presedir."
"Gak, Sar. Aku gak akan pulang, aku akan tetap tinggal di sini."
"Kamu, benar akan tinggal di sini?"
"Iya, Sar. Udah berapa kali sih, aku bilang sama kamu."
"Maaf in aku, Al. Aku udah buat kamu jengkel."
Sarah menunduk kan kepala nya, ia merasa bersalah dengan, Aldo.
"Yaudah, tapi jangan kamu ulangi lagi."
"Iya, Al."
"Yaudah, ayo kita makan di luar."
"Gak usah Al, mending kita makan di rumah aja. Biar aku yang masak."
"Emang kamu gak repot, Sar?"
"Gak kok, Al."
Yaudah kamu tunggu dulu di sini, aku mau masak nasi goreng aja, yang gampang."
"Iya, Sar. Terserah kamu aja."
Sarah, langsung pergi kedapur menyiap kan bahan-bahan nya.
🕊🐰🕊🐰🕊
__ADS_1
"Baik lah pak, Galih. Saya sangat setuju jika anak kita, akan menikah."
Bu Melda, berkata dengan antusias. Ketika pak Galih, menyampaikan akan tujuan nya.
"Baik lah, bu. Saya minta pernikahan anak kita , sebaik nya di lakukan lebih cepat."
"Tentu saja pak Galih, saya sangat setuju."
"Baik lah, kalau gitu saya permisih. "
"Iya, silah kan pak."
Galih berjalan keluar dengan angkuh, memang Galih, selalu bersikap angkuh di mana pun.
Setelah Galih, pulang Melda masuk dengan perasaan bahagia.
"Akhir nya, aku akan mempunyai menantu idaman ku."
Melda tersenyum licik, sekali gus bahagia karna anak nya, akan menikah.
'Brakkkk'
Pintu di buka dengan sangat keras, oleh Reyhan. Membuat Melda, terkejut akan suara pintu yang di buka denga keras.
"Ada apa dengan mu?"
"Harus nya, aku yang tanya sama, bunda. Kenapa bunda menerima perjodohan itu?"
"Kenapa?"
"Bun, harus nya bunda mikir dong, aku itu udah nikah. Kenapa bunda nerima perjodohan nya, harus nya bunda tolak dong."
Reyhan marah, dengan bunda nya yang menerima perjodohan itu, tanpa persetujuan dari nya.
"Bunda hanya ingin lihat kamu bahagia. Kamu menikah dengan Sarah, itu karna dia tidak sanggup membayar nya."
"Maaf bun, aku angap Sarah itu sebagai istri sah ku, dan aku juga sayang sama dia bun. Aku tidak mengangap Sarah, sebagai istri bayaran."
"Apa bun?"
"Bunda tidak ma-."
"Itu bukan urusan bunda, ini udah jadi keputusan aku. Dan tidak dapat di gangu gugat."
"Han!"
"Gak, bun. Aku akan bahagia, jika aku dengan Sarah, tidak dengan wanit lain."
Melda tidak menyangka, jika putra nya akan memilih dengan perempuan miskin itu.
🕊🐰🕊🐰🕊
"Dina!"
"Iya nona, ada yang bisa saya bantu?"
Dina bertanya dengan sopan pada, Natali. Jujur, Dina tidak suka dengan perilaku Natali, yang kurang sopan ini.
"Buat kan saya minum!"
"Baik, nona. Nona ingin minum apa?"
"Buat kan apa saja, yang enak."
"Baik, nona."
Dina berjalan menuju dapur, untuk membuat kan minuman.
Sambil menunggu minuman nya datang, Natali memainkan hanpon nya.
"Kenapa Reyhan belum pulang? aku udah lama di sini, tapi dia gak pulang-pulang."
"Nona ini minuman nya."
__ADS_1
Dina menaruh minuman milik, Natali di meja.
"Hmmm.."
Dina kembali lagi kedapur, setelah mengantar kan minuman Natali.
🕊🐰🕊🐰🕊
"Vi, aku mohon."
"Gak, Han. Aku gak mau, ini udah di luar batas, Han."
"Aku hanya minta tolong satu kali ini aja,Vi. Setelah itu aku gak akan gangu, hidup kamu lagi, Vi."
"Maaf, Han. Aku benar-benar gak bisa, sebaik nya kamu pulang aja, ini udah malam Han. Gak baik, kamu itu laki-laki dan aku perempuan."
"Tapi aku mohon,Vi. Hanya kamu orang satu-satu nya, yang bisa membawa Sarah kembali."
"Gak,Han. Sebaik nya kamu pulang, nanti malah ada orang yang salah paham."
"Aku gak akan pulang, sebelum kamu mau bantu aku."
"Han, harus nya kamu itu mikir. Aku ini siapa?kamu yang ngehamilin aku, dan apa kamu tidak mau bertanggung jawab kan. "
"Jadi ini lah balasan nya, jika kamu selalu bersikap baik, dan memperlakukan wanita dengan baik, ini semua gak akan terjadi."
"Itu bukan salah aku, Vi."
"Jelas kamu salah, masih aja ngelak Han. Udah jelas jika Sarah gak mau sama kamu, karna kamu itu keras kepala, Han."
"Vi, apa aku itu selalu salah di mata kalian. Aku juga sama punya perasaan, sama seperti kalian, aku juga manusia, Vi."
"Udah deh,Han. Lebih baik kamu pulang aja, aku gak mau ada yang salah paham, gara-gara kamu ada di sini."
"Oky, aku pulang. Tapi aku gak akan nyerah, ingat itu Vi."
"Aku gak peduli, pokok nya sekarang kamu pulang."
"oky."
Reyhan melenggang pergi dari rumah,Viola.
Sebenar nya, Reyhan tidak ingin pulang sebelum, Viola mau membantu nya. Tapi Viola sudah mengusir nya, apa boleh buat.
🕊🐰🕊🐰🕊
"Ya tuhan apa lagi yang terjadi, kenapa semua nya jadi seperti ini."
"Aku gak nyangka jika, Reyhan. Akan melakukan ini. "
Viola binggung harus melakukan apa, dia tidak tau apa yang akan terjadi, jika ia membantu Reyhan, dan bagaimana dengan Sarah.
"Pokok nya aku gak boleh bantu Reyhan, jika aku membantu nya, sama aja aku menyiksa Sarah."
"Aku gak mau itu semua terjadi."
'Tok... tokkk....'
"Siapa malam-malam, seperti ini bertamu?"
Viola berjalan menuju pintu, ia membuka kan pintu nya.
'Cklekk' pintu di buka oleh Viola, dan menampak kan sosok pria menggunaka, pakaian serba hitam.
"Apa benar ini rumah, mbk Viola?"
"Iya, benar. Ada apa yah?"
"Kami ingin mengantar kan ini."
Pria yang tidak di kenal oleh Viola, memberikan sebuah kotak.
"Ini apa yah, persaan.."
__ADS_1