Di Paksa Menikahi Tuan Muda

Di Paksa Menikahi Tuan Muda
28


__ADS_3

"**Assalamualaikum.....


Seperti biasa, sebelum baca jangan lupa vote nya.


Dan sesudah baca jangan lupa, like sama komen nya.


Terimakasih....


Wassalamualaikum wr.wb**."


🕊🐰🕊🐰🕊🐰🕊🐰🕊🐰🕊🐰🕊🐰🕊


"Ini dari siapa? aku tidak pernah memesan, apa pun."


Viola yang penasaran dengan isi kotak itu, langsung membuka nya.


"Pisau, untuk apa? siapa yang mengirim kan orang ini."


Viola merasa takut, dengan isi kotak itu, ia mencari surat di dalam kotak itu, dan ia menemukan sepucuk surah.


Viola langsung membuka isi surat nya.


'Simpan dan jangan pernah membuang nya.'


"Mengapa tidak ada, nama pengirim nya?"


"Dan apa maksud nya, menyuruh ku menyimpan benda ini."


Viola tidak ambil pusing lagi, karna ini sudah malam. Ia harus menjaga anak nya, yang sudah tertidur.


🕊🐰🕊🐰🕊


"Apa sudah ada tanda-tanda nya?"


"Sampai saat ini, kita belum mendapat kan tanda-tanda, tuan."


"Maaf tuan, seperti nya nona telah di pindah kan, ketempat yang akan sangat sulit, untuk kita mendapat kan nya, tuan."


"Apa? di pindah kan?"


"Iya, tuan."


"Apa kalian sudah, ada kejelasan tentang kepindahan,Sarah?"


"Masih dalam proses pencarian tuan."


"Baik lah, lakukan pekerjaan kalian dengan baik!"


"Baik tuan, kalau begitu saya permisih."


Bimo pergi dari hadapan, Reyhan. Dan melakukan pencarian lagi.


"Aku akan secepat nya, menemukan mu, Sar."


Reyhan, sudah terlalu percaya diri jika Sarah akan cepat di temukan. Entah lah, mungkin hanya kepercaya an diri nya, saja.


🕊🐰🕊🐰🕊


"Tante, kita harus cepat dalam hal ini."


"Tenang aja sayang, kita akan menang kamu tidak perlu takut."


"Oky, aku akan selalu merencanakan. Dan aku juga akan terus menghasut, Viola tentang keburukan,Sarah."


"Kerja bagus sayang."

__ADS_1


Melda dan Natali, sudah merencanakan akan kejahatan mereka. Melda sangat membenci keluarga, Sarah. Melda juga menginginkan, akan kehancuran pada diri,Sarah.


"Hahahhaha..... kita akan menang."


Natali dan Melda, tertawa jahat. Mereka memang bukan manusia, mereka itu iblis yang sangat kejam.


"Sekarang tante akan merencanakan apa?"


"Tante sudah merencanakan seauatu, kamu tenang aja."


"Apa itu rencana nya?"


"Kamu tidak perlu tau, Sayang. Ini sudah tante susun rapih, tidak akan ada yang mengetahui nya, selain tante."


Dengan cara apa pun, pasti bisa walau pun.....


"Oky, tante. Apa pun itu rencana tante, aku dukung."


"Terimakasih sayang."


"Sama-sama tan."


🕊🐰🕊🐰🕊


Hari ini Reyhan mengajak, Viola untuk bertemu, di taman . Ia tidak mau lagi untuk datang kerumah, Viola.


"Jadi apa yang mau kamu omongin?" Tanya Viola ketus.


"Aku, ak-."


"Udah cepet! aku gak ada waktu, aku sibuk. Kalau gak ada yang mau di omongin, aku pulang."


"Tunggu dulu dong, Vi. Kamu jangan pergi dulu, aku kan belum selesai ngomong, kamu udah motong aja."


"Aku mau tanya, siapa yang tadi malam ngirim kamu kotak?"


"Apa isi kotak itu, Vi?"


"Bukan apa-apa, kamu gak perlu tau apa isi kotak itu, dan siapa yang ngirim kotak itu."


"Jelas aku harus tau, Vi."


"Untuk apa kamu tau?"


Viola semakin jengkel, dengan Reyhan yang terus aja memaksa nya, untuk memberi tau siapa yang mengirim kotak itu.


"Udah deh, Han. mending aku pulang aja, gak ada yang penting, kamu juga gak penting-penting banget buat aku."


"Vi kamu kenapa sih?"


"Aku gak, kenapa-napa."


"Kamu berubah, Vi."


"Siapa yang berubah, bukan nya kamu. Orang yang selalu nyakitn hati wanita, dan sekarang kamu bilang aku berubah, aku benar-benar gak habis pikir sama kamu, Han."


"Aku pergi."


Viola melangkah kan kaki nya, dari taman. Ia tidak mau terlalu lama, terjerat dalam pembicaraan.


🕊🐰🕊🐰🕊


"Di mana Sarah?" Aldo kocar kacir mencari Sarah, sedari tadi ia tidak menemukan nya.


"Sar, kamu di mana sih? kamu jangan bikin aku hawatir, Sar."

__ADS_1


Aldo frustasi, karna belum juga menemuka, Sarah.


Di lain sisi, Sarah menangis di tepi pantai, ia sangat terpukul ketika ia mendengar, Reyhan akan menikahi Natali. Sarah juga malu, jika ia harus kembali kerumah Reyhan, mungkin Reyhan sudah tidak, mau lagi menerima nya. Pikir Sarah, asal nebak.


"Tuhan tolong pertemukan hamba, dengan nya. Hamba hanya ingin mengatakan, satu kalimat saja, tolong lah hamba."


Sarah terduduk di tepi pantai, sambil menangis, dan meratapi nasib nya. Yang teramat sengsara.


"Ayah, ibu. Kalian di mana? kalian masih hidup kan? aku rindu kalian berdua."


Sarah berteriak, seolah-olah akan di dengar.


"Aku ada di sini, untuk mu."


"A- ldo?"


Sarah, cepat-cepat menghapus air mata nya, ia tidak ingin ada orang yang melihat nya rapuh.


"Menangis lah, aku tau betapa sulit nya menjadi di posisi kamu."


"Gak, Al. Aku bukan wanita lemah, aku wanita yang kuat."


"Aku tau kamu wanita yang kuat, tapi jika ingin menagis. Makan menangis lah, aku siap menjadi sandaran mu, Sar."


"Al, aku hanya minta sama kamu, tolong pertemukan aku sama Reyhan, untuk kali ini aja."


Sarah memohon pada Aldo, agar dia mau menuruti kemauan nya. Sarah sangat ingin bertemu dengan suami nya.


"Gak, Sar. Itu akan berbahaya, untuk kamu aku ingin kamu tetap ada di sini. "


Aldo tidak mau mempertemu kan Sarah dengan Reyhan. Karna Aldo sangat sayang sama Sarah, ia tidak mau kehilangan Sarah lagi.


"Al, aku mohon bantu aku, Al."


"Gak, Sar."


"Hiksss..... hiksss.... kamu jahat, Al. Kamu jahat, aku ini masih istri sah nya, Al. Tolong pertemukan aku dengan nya,Al."


"Gak, Sar. Aku gak mau kamu di sakiti lagi."


"Al, kalau kamu sayang sama aku, tolong turuti kemauan aku, satu kali ini aja, plissss Al."


"Oky, aku akan mempertemukan kalian berdua, tapi gak sekarang."


"Kenapa, Al?"


"Ini belum waktu nya, kamu bertemu Sar."


"Aku akan mempertemu kan mu, tapi dengan satu syarat."


"Syarat apa, Al? aku akan ikutin apa pun kemauan kamu,Al. Asalkan kamu mau mempertemukan aku dengan nya."


"Oky, kamu harus mau menikah dengan ku."


Jleb, rasa nya seperti di timpa batu, ia tidak mungkin menuruti kemauan Aldo, sementara Sarah masih istri sah nya, Reyhan.


"A-pa maksud mu, Al?"


"Menikah dengan ku."


"Tapi itu gak mungkin, Al. Aku gak bisa nikah sama kamu."


"Sar, tadi kamu yang bilang apa pun syarat nya, kamu terima. Dan sekarang apa?"


"Tapi bukan seperti ini, Al."

__ADS_1


"Aku hanya ingin kamu seorang, Sar. Aku udah terlanjur sayang sama kamu, aku gak bisa biarin kamu begitu aja."


Semaking ia menjauh dari Reyhan, semakin bayak pula ia mendapt kan masalah. Ini bukan yang ia ingin kan, ia pergi untuk


__ADS_2