
"**Assalamualaikum....
Seperti biasa nya aja, sebelum baca jangan lupa vote nya. Dan yah sehabis baca jangan lupa like, dan komen nya yah. Maaf kemarin saya gak bisa up, karna banyak tugas. Umm... selamat membaca, untuk cerita amburadul ku. Dan cerita yang susah untuk di mengerti, hahahah.....
Terimakasih.....
Wassalamualaikum. Wr. Wb."
🐣🐤🐣🐤🐣🐤🐣🐤🐣🐤🐣🐤🐣**
"Menyebal kan sekali, kenapa Aldo susah sekali di hubungi." Sedari tadi Natali terus menggerutu, karna Aldo sangat sulit untuk di hubungin.
"Ada apa sih sayang, kenapa kamu terus marah-marah sih sayang?" tanya Melda yang sedari tadi memperhatikan, Natali.
"Gimana aku gak marah-marah, Aldo susah banget aku telpon."
"Mungkin dia lagi sibuk sayang, udah dong kamu gak boleh marah-marah. Nanti cepet tua loh kalau kamu marah-marah terus."
"Is.. tante, kok gitu sih. Aku kan masih muda, masih cantik. Pas banget sama Reyhan yang tampan itu."
"Hm... iya tante tau, tapi kamu gak boleh gitu dong."
"Baik lah aku akan menurut pada tante, karna tante adalah calon mertua ku."
\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*
'Tok....tok....tok...' pintu rumah Melda di ketuk dari luar oleh para polisi, yang akan menangkap mereka berdua.
"Tante, kaya nya ada tamu deh di luar." Ujar Natali, yang tidak menaruh rasa curiga sedikit pun.
"Baik lah, bentar tante liat dulu yah."
"Iya tan."
Melda berjalan kepintu utama, ia membuka pintu nya. Saat ia membuka pintu ia begitu terkejut karna yang datang ada lah polisi.
"Ehmm... maaf, ada apa yah?" tanya Melda ketakutan.
__ADS_1
"Kami akan membawa ibu ke kantor polisi, atas tuduhan pembunuhan." Ucap salah satu polisi.
"Ma-maksud bapak apa? saya tidak melakukan apa-apa kok." Melda semakin di landa ke takutan, karna polisi ini sangat tepat sasaranengatakan nya.
"Nanti ibu bisa jelas kan di kantor kami saja, sekarang ibu ikut kami dulu. Yang lain tolong cari gadis yang bernama Natali di dalam!"
"Saya mohon pak, tolong jangan bawa saya. Saya tidak melakukan pembunuhan terhadap siapa pun."
"Ibu bisa jelas kan nanti saja, sekarang ibu ikut saya dulu." Polisi tersebut membawa Melda ke dalam mobil polisi.
Sementara itu Natali, terus memberontak. Ia tidak mau di masuk kan lagi ke dalam jeruji besi, yang amat tidak ia sukai.
"Saya tidak bersalah, tolong jangan masuk kan saya, kedalam jeruji besi kotor itu lagi!!" para polisi itu tidak mengubris, mereka terus menyeret Natali.
"Lepas kan saya gak mau, tolong lepas kan saya."
"Diam lah!!" ujar salah satu polisi muda itu. Seketika itu Natali langsung menciut, ia tidak berani memberontak lagi, karna tatapan emerlang polisi muda itu.
\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*
"Nak tolong, jangan penjerakan bunda. Apa kamu gak kasian liat bunda?" ujar Melada memohon pada Reyhan, saat ini Reyhan, Varo, Aldo, Natali, sudah berada di kantor polisi.
"Tapi Rey, tolong denerin dulu penjelasan bunda, bunda mohon sama kamu, tolong dengerin dulu bunda." Melada sudah banyak sekali mengeluar kan air mata, tapi tidak membuat hati Reyhan goyang sedikit pun.
"Apa lagi yang ingin kau jelas kan? cih aku tidak akan pernah mengakui kau sebagai bunda ku, jika kau memang bunda yang baik. Harus nya kau tidak melakukan hal seperti itu!!" Reyhan benar-benar muak, ia bersumpah tidak akan pernah mau, memberi Melda kesempatan untuk mengangap nya sebagai putra nya.
"Kalian bertiga itu sangat menjijikan, kalian lebih kotor dari pada para *******."
"Hikss... hiksss...Rey.. aku mohon maaf kami, aku sangat mencintai mu Rey, aku harap kau tau apa maksud dari ini semua. Aku melakukan ini, dan aku juga meminta bantua Aldo. Aku melakukan ini karna aku benar-benar cinta sama kamu Rey."
"Cih.. kau itu sangat menjinikan, aku harap kalian bertiga akan bertaubat, dengan ada nya kalian di jerujuji besi itu. Aku juga sangat berharap kalian bertiga di hukum mati, karna itu akan setimpal dengan kalian membunuh anak ku, yang sama sekali tidak berdosa."
"Rey... aku mohon, jangan hukum kami. Aku mohon Rey... hiksss... hiksss..."
"Hentikan air mata buaya mu!!! aku tidak suka melihat nya. Dan selamat tinggal semoga kalian bisa mengambil hikmah nya, di balik kejahatan kalian."
"Rey... hiks...hik..." Natali dan Melda terus menangis, berbeda dengan Aldo, yang terus saja melamun tidak mengubris kedua wanita itu yang terus meraung.
__ADS_1
\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*
"Aku harap mereka bertiga akan bertaubat," ujar Reyhan pada Varo, merek tidak langsung pulang setelah dari kantor polisi. Tapi merek pergi ke suatu tempat yang amat menyegar kan, dan tempat yang cocok jika sedang, dalam ke ada an kacau.
"Apa kau yakin akan menghukum mereka?" tanya Varo, mungkin Varo masih melihat ke tidak yakinan di mata Reyhan..
"Aku sangat yakin, karna orang jahat harus di beri pelajaran yang sama. Seprti apa yang mereka lakukan pada seseorang, maka mereka juga harus mengalami hal yang sama, seperti orang yang mereka hancur kan."
"Yah.. aku harap kau tidak menyesal melakukan ini Rey. Kau itu pria yang sangat bijak sana, dan aku doa kan kau selalu memilih jalan yang tepat oky."
"Hmm.. makasih atas bantuan mu selama ini, mungkin jika tanpa bantuan mu, aku tidak akan tau siapa yang melakukan hal itu."
"Tidak perlu seperti itu, yang terpenting sekarang adalah kebahagian rumah tangga kalian berdua."
"Hmm... kau juga harus bahagia, kapan kau akan menyusul ku menikah?" Reyhan menanyakan itu, membuat Varo sedikit tersipu malu.
"Sebenar nya aku menyukai seseorang wanita, tapi dia telah memiliki putra yang begitu tampan. Aku tidak tau apa kah dia mencintai ku juga atau tidak."
"Siapa orang nya, kenapa tidak kau dekati saja?" Reyhan akan sangat mendukung jika Varo menikah. Reyhan tau jika Varo adalah pria yang sangat baik, dan Varo juga akan menjadi calon ayah yang bertanggung jawab.
"Aku sudah berusaha mendekati nya, kemari putra nya sakit. Ia membawa putra nya kerumah sakit, yah aku menemani nya sebentar."
"Kau memang sangat baik Varo, aku tidak menyangka jika aku mempunyai karyawan sekaligus kawan yang amat baik."
"Kau ini, aku hanya orang biasa. Aku hanya melakukan apa yang harus aku lakukan Rey."
😘😘😘😘😘😘😘😘😘
"***Dimana ada kesedihan, pasti akan ada yang nama nya kebahagiaan. Setiap orang akan mengalami hal yang berbeda, setiap orang tidak lah sama. Orang terdekat pun akan melakukan hal yang amat menyakit kan, maka jangan lah terlalu percaya, dan jangan lah terlalu menjauh."
"Air mata tidak hanya keluar saat kita bersedih, air mata juga akan keluar di saat kita senang. Suka dan duka itu satu, mereka berdua sudah menjadi paket yang lengkap. Mereka berdua tidak bisa di pisah kan."
"Maka jangan lah menyerah, semangat buat kalian semua yang sedang di masa yang amat sulit, itu semua pasti akan ada jalan keluar nya."
🐣🐣🐣🐣🐣🐣🐣🐣🐣🐣
"Pesan apaan coba? entah lah, aku hanya ingin menulis apa kata hati aku aja sih."
__ADS_1
"Oh iya bagaimana sama kisah di bab ini? jangan lupa tinggal kan jawaba kalian di kolom komentar oky😉"
"Babay...👋👋👋👋👋👋👋👋👋👋***