
"Kalau bukan istri ku, kau sudah habis ku siksa di tangan ku!" ucap Reyhan geram. "Kalau aku istri mu kenapa gax kau habisi saja kan sama aja , aku ini hanya seorang perempuan yang di nikahi tanpa cinta dan kasih sayang seorang suami!" celetuk Sarah kepada Reyhan.
Reyhan sunguh sangat geram dengan Sarah yang selalu menyulut emosinya.
*****
"Sepagi ini kau telah siap?"
"Emang nya kenapa kalau pagi-pagi aku sudah siap?"
"Tidak."
"Yasudah diam lah, bukan nya kau sendiri yang minta kalau aku harus selalu siap jika di hadapan mu!"
" Maksud ku bukan begitu Sarah."
" Terus harus bagai mana lagi, aku berhadapan dengan mu tuan Reyhan, yang paling saya hormati?" ucap Sarah dengan nada sinis nya.
Biar lah dunia mengatainya bodoh karna telah, menikah di waktu masih duduk di bangku SMU tapi itu semua pasti akan ada hikmah nya di balik ke sengsaraan nya yang sekarang ini.
"Baik lah tuan, hari ini saya akan pulang ke rumah saya puas! makannya saya sudah siap pagi pagi sekali."
" Mau apa kau pulang? itu sudah bukan milik mu lagi, rumah itu sudah menjadi milik saya nona Sarah." Ucap Reyhan dengan nada sombong nya.
Sarah nampak geram sekali dengan sikap Reyhan yang sangat angkuh, dan seenak jidat kalau ngomong.
"Apa masih kurang kau menikahi ku, dan sekarang malah mengambil rumah ku satu-satunya hah?" ucap Sarah geram.
"Tentu saja kurang, karana kalau cuman dirimu doang itu tidak akan membuah kan hasil yang melimpah, dan kalau rumah mu itu bisa ku kelola dan juga akan menghasil kan untung yang besar , hahahha." Ucap Reyhan yang di lanjutkan tawa nya yang begitu keras, Sarah yang mendengar itu tidak kuat dengan semua hinaan nya yang begitu menusuk hati, sunguh hati Sarah begitu sakit dan geram ia ingin sekali mencincang tubuh arogan nya itu seperti cincangan daging ayam yang di cincang halus.
"Makan lah sarapan mu!." Ucap Reyhan santai. "Tidak aku tidak ingin makan , selera makan ku juga hilang setelah kau mengatakan hal itu." Ucap Sarah blak blakan . "Oh manis sekali baby ku merajuk hahahha." Ucap Reyhan yang di lanjutkan tawa yang begitu membahan di telinga. "Bisa tidak, sehari saja kau tidak meledek ku dan menertawakan ku!." Ucapnya geram sekali dengan Reyhan yang begitu angkuh.
"Terserah ku saja baby, aku mau menertawakan mu atau tidak, karna itu semua hak ku, dan kau hanya bahan untuk melunasi hutang-hutang mu itu."
"Jika aku hanya bahan untuk melunasi hutang ku, maka kembalikan rumah ku!!" bentak Sarah kepada Reyhan.
__ADS_1
"Oh, jadi sudah berani ya membentak suami mu?." Ucap Reyhan dengan nada sinis nya, yang di pelototi oleh Sarah.
"Apa masih mau membentak suamimu hah?" ucap Reyhan sambil memegang rahang Sarah .
"Lepas kan!" ucap Sarah ke pada Reyhan.
"Apa kau bilang, aku tak mendengar nya?"
dengan semua tenaga nya Sarah berhasil melepaskan tangan Reyhan dari rahang nya. Setelah berhasil lepas Sarah langsung pergi dari rumah itu, walau pun Reyhan meneriaki nya , ia tetap melengang pergi tanpa memperdulikan teriakan Reyhan yang begitu keras.
"Sialan dia malah pergi, tidak aku tidak akan membiarkan mu pergi dari ku Sarah karna kau telah terikat oleh pernikah dan kau juga bukan lagi anak sekolah. Dan akan ku pastikan tidak akan ada yang mau menerima mu bekerja." Dengan seringai jahat nya.
"Mana mungkin orang mau menerima nya, dia saja tidak lulus SMU bagai mana mau di terima bekerja, di perusahaan mana pun hahaha."
"Dek kok kamu telat sih, nanti kamu gax bakal kena hukum apa, telat masuk sekolah ny?"
" Gak kok mbk, kan sekolah masuk nya jam delapan nanti baru masuk , sekarang kan baru jam tujuh lewat seperempat mbk."
" Iya dek hati - hati yah, semangat terus belajar nya."
" Iya mbk."
Setelah berpamitan pada Viola, Sarah langsung menuju sekolah nya dan di sanah dia sudah di gosipi oleh kawan kawan nya, termasuk kawan perempuan nya yang selalu mengosip di pagi hari.
"Woy!" pangil salah satu kawan nya Sarah, yang membuat ia sangat terkejut dengan suara nya, tapi ia sudah tidak heran dengan kawan nya yang satu ini , siapa lagi kalau bukan Dara.
"Apa an sih Dar, ke biasaan deh bikin orang kaget mulu." Cerocos Sarah ke pada Dara yang cengar cengir dengan ucapan kawan nya itu. "Habis nya sih elu make negelamun segala, kenapa sih ayo cerita dong sama gue?"
"Apa sih elu, kepo banget deh sama urusan orang lain."
"Biarin gue kepo dari pada gue, ngibahin lu kaya mereka semua."
Udah yuk ah, kita masuk bentar lagi masuk tau." Ucap Sarah ke Dara, yang sekarang sedang ngomel ngomel sendiri karana Gax di kasih tau, oleh Sarah.
__ADS_1
"Is elu mah yah jahat banget sama gue, sama teman satu satunya aja pelit amat tingal ngomiong juga!" gerutunya kepada Sarah.
"Diam loh ini udah di dalam kelas, nanti pak Mulya marah loh kalau ketauan kita ngobrol terus."
"Ayo lah Sar cerita sedikit aja, Sar. Sarah!"
"Apa sih Dar udah deh gx boleh ngobrol juga, kita itu harus sopan sama orang tuan yang lagi bicara di depan."
"pagi anak-anak?"
"Pagi pak."
Jawab seluruh murid SMU kelas ipa 2 itu.
"Sekarang kalian kerjakan latihan halaman 180, dan kamu Sarah ayo ikut saya ke ruangan saya!"
"Baik pak," jawab Sarah lemah, tapi ia tetap mengikuti pak Mulya selaku wali kelas Sarah ke kantor nya atau keruang kerjanya. Setelah sampai di ruangan pak Mulya, Sarah di persilah kan duduk oleh pak Mulya, pak Mulya itu masih lajang dia sangat tampan sehinga membuat para siswi di sekolah itu meleleh hanya dengan melihat ketampanan, guru itu.
"Sarah....?"
"Iya pak."
Sambil menundukan kepala nya ia tidak berani menatap guru nya itu karna ia sangat takut jika wali kelas nya itu, tau dia telah menikah ke marin minggu.
"kenapa kemaren kamu gx berangkat sekolah Sarah?"
" M-maaf pak, kemaren saya agak sedikit, gax enak badan jadi saya terpaksa membolos pak."
Jawab Sarah berbohong, karna ia sangat takut jika setatus nya itu akan terbongkar oleh siapa pun. "Jika kamu tidak enak badan kenap kamu tidak mengirik kan surat izin sar?" tanya pak Mulya agak sedikit mendesak Sarah agar mau menjawab jujur kepadanya.
__ADS_1