
"**Assalamualaikum........
Seperti biasa nya aja yah, sebelum baca jangan lupa vote nya. Oh iya autor kok minta vote, terus sih? kaya ngemis banget, kesan nya kaya gimana gitu. Tapi yaudah deh mau gimana lagi, habis nya yang ngasih vote nya dikit. Jadi bagi kalia yang kurang setuju sama omongan autor barusan, angap aja angin lewat yah. Percuma sih kalau kalian ngedumel sendiri. 😂😂
Autor juga up lagi, sesuai perminta an kalian yang minta di laniutin. Sebenar nya autor juga minta maaf karna gak bisa up teratur. Di karna kan autor juga banyak tugas, jadi bagi yang ingin perotes, silah kan. Boleh kok kalian perotes kenapa gak novel nya dulu, yang di duluin. Boleh silah kan, saya gak akan ngelarang kalian.
Autor juga mau tanya lagi nih, apa masih ada yang menanti kelanjutan dari kisah ini?? apa cukup sampai di bab ini??? silah kan komen kalau mau langsung chat, boleh. Kalian ikutin aja autor nya. Nanti di ikutin balik kok.
Autor juga gak ngelarang kalian, buat gak komen. Kalau mau chat lewat WhatsApp.
Ikutin aja autor nanti di kasih kok nomor nya.
Udah segitu aja yang mau autor, sampaikan. Autor minta maaf yah, karna terlalu panjang autor ngoceh nya. Seperti biasa sehabis baca jangan lupa like nya yah.
Oky terimakasih.....
Selamat membaca......
Wassalamualaikum........"
🕊🐰🕊🐰🕊🐰🕊🐰🕊🐰🕊🐰🕊🐰🕊**
"Var, gue minta sama lo. Cepet datang kesini!! jangan telat, kalau sampai lo telat...., awas aja!!" Ucap nya mengancam Varo, ia tak sabar ingin mengetahui orang yang membunuh anak nya.
__ADS_1
Sesuai dengan ucap Reyhan Varo datang, setelah 20 menit Reyhan menelpon nya.
"Cepat katakan!!!" Reyhan sudah tak sabar, bahkan ia tak membiar kan Varo masuk atau pun duduk.
"Apa kau tak di perboleh kan masuk??" aneh sekali tamu nya tak di perboleh kan masuk.
"Ayo cepat lah, aku tak sabar ingin mengetahui siapa orang nya, kenapa kau memperlambat???"
"Apa kau gila? ini di rumah mu Rey. Kita cari tempat yang lain. Aku tak ingin istri mu mendengar nya."
"Baik lah..., jangan bertele-tele lagi."
"Hmmm...."
Setelah sampai di taman Reyhan dan Varo terduduk, di kursi yang sudah di sedikan.
"Jadi cepat kau katakan!! siapa orang nya."
"Apa kau yakin jika kau akan menghabisi orang itu???"
"Tentu."
"Bagaimana jika orang itu, adalah orang yang paling kau sayang??"
__ADS_1
"Cepat lah, Var!!!"
"Oky aku akan mengatakan nya, jadi orang yang membuat anak mu mati, adalah.... Natali."
Ucap nya lugas, Varo benar-benar tidak bisa menyembunyikan kejengkelan nya.
Reyhan benar-benar marah.., ternyata orang yang membunuh bayi nya adalah...., orang yang pernah ia cintai bahkan sampai sekarang, mungkin rasa itu masih ada.
"Siapa lagi selain dia orang nya???" Reyhan tidak bisa menyembunyi kan amarah nya lagi. Ia benar-benar, akan menghukum orang yang telah berani.
"Aldo."
"Kurang ajar..., ini emang gak bisa di biar kan..."
"Kamu gak boleh gegabah Rey, jalani ini semua... dengan hati-hati."
"Aku gak bisa santai Var, bayangin jika kamu ada di posisi gue!!!" bentak nya dengan nada tinggi.
"Gue tau... tapi dalam masalah ini bukan hanya mereka berdua..."
"Siapa cepat katakan!!!"
"Aku gak bisa......, ini tidak akan bisa kau jalanin Rey.."
__ADS_1
"Kenapa??"